Alkohol Dan Air Jika Dicampur Akan Membentuk – 2 Alkohol Alkohol mempunyai rumus umum CnH2n+1OH atau R-OH yang terikat pada atom karbon melalui hibridisasi sp3  sp2 alkohol terikat pada senyawa karbon hasil hibridisasi  enol. Gugus hidroksil yang terikat langsung pada cincin benzena disebut fenol OH H3CH3C p-Metilfenol OH Fenol.

3 Tata Nama Alkohol Tata nama umum alkohol adalah akhiran -ana pada alkana digantikan oleh -anol atau -diol atau -triol dan atom C pada rantai utama dihitung sedemikian rupa sehingga gugus OH menempati bilangan terkecil. Urutkan nama-nama alkohol menurut aturan berikut: 1. Nyatakan jumlah atom C pada gugus cabang. 4. Sebutkan rantai utama

Alkohol Dan Air Jika Dicampur Akan Membentuk

4 Alkohol Berdasarkan letak gugus OH pada rantai atom C, alkohol dibedakan menjadi: alkohol primer (1º), yaitu jika gugus OH terikat pada atom C primer, yaitu atom C yang berikatan atom C yang lain. Alkohol sekunder (2º), yaitu gugus OH terikat pada atom C sekunder, yaitu atom C yang terikat pada dua atom C lainnya. Alkohol tersier (3º) terjadi ketika gugus OH terikat pada atom C tersier, yaitu atom C terikat pada tiga atom C lainnya.

Ide Chemical Free Nail Base Options Teratas Di 2024

5 CH 2 OH Geraniol (alkohol 1 0 dengan wangi mawar) Isopropil alkohol (alkohol 2 0) HHHHH HCCCHHOHCCCHHOH H CH 3 H3CH3C CH OH Menthol (alkohol 2 0 dalam minyak pepermin)

6 CH OH C H H H H H H H3CH3C Norethindrone (kontrasepsi oral yang mengandung 3 0 gugus alkohol) HCCCHHCCCH H tert-Butil alkohol (a 3 0 alkohol) HOHHOH H HCHHCH H H

Baca Juga  Cara Memainkan Dan Cara Menghasilkan Bunyi Tifa

7 Sifat Fisika Alkohol Titik didih alkohol lebih tinggi dibandingkan titik didih alkil halida atau eter dengan berat molekul yang sama  karena alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen antar molekul.

8 Karena kemampuannya membentuk ikatan hidrogen, kelarutan alkohol juga lebih besar dibandingkan alkil halida serupa. Alkohol dengan berat molekul rendah larut dalam air, sedangkan alkil halida tidak larut. R-OH Alkohol memiliki gugus hidrofobik (R-) dan hidrofilik (-OH). Bagian hidrokarbon alkohol bersifat hidrofobik, yaitu menolak molekul air. Semakin panjang rantai hidrokarbon maka semakin rendah kelarutan alkohol dalam air. Jika rantai hidrokarbonnya cukup panjang, maka sifat hidrofobiknya akan mengalahkan sifat hidrofilik (suka air) dari gugus hidrofilik. Semakin banyak gugus hidroksil, semakin tinggi kelarutannya.

Arak Batavia: Dikuasai Orang China, Dicintai Warga Eropa

9 Reaksi dalam alkohol 1. Reaksi substitusi alkohol dalam larutan asam mengalami reaksi substitusi: reaksi substitusi tidak berubah dalam larutan netral atau basa  karena gugus perginya pasti sangat basa.

10 2. Reaksi eliminasi Reaksi eliminasi alkohol menghasilkan alkana  Air dilepaskan pada eliminasi ini sehingga reaksi ini disebut reaksi dehidrasi.

11 3. Reaksi Oksidasi Alkohol dapat dioksidasi menjadi keton, aldehida atau asam karboksilat dan alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton.

12 Pembentukan Alkohol 1. Reaksi Substitusi Alkil Halida merupakan reaksi antara alkil halida dengan ion hidroksida. Alkohol primer dapat dibuat dengan mereaksikan alkil halida primer panas dengan natrium hidroksida dalam air.

Fermentasi Alkohol (vinegar, Kefir)

13 2. Reaksi Grignard Alkohol primer, sekunder dan tersier dapat dibuat dengan menggunakan pereaksi Grignard. Reagen Grignard adalah senyawa dengan rumus umum RMgX, dimana R adalah alkil atau aril (cincin aromatik), X adalah halogen. Reaksi pembuatan alkohol dengan pereaksi Grignard akan menghasilkan produk alkohol dengan perpanjangan rantai. Reaksi Grignard dengan formaldehida menghasilkan alkohol primer, reaksi Grignard dengan aldehida lain menghasilkan alkohol sekunder dengan keton. Reaksi Grignard ini terjadi dalam kondisi asam dalam pelarut berair.

Baca Juga  Jelaskan Secara Singkat Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total

15 3. Reduksi Senyawa Karbonil Hidrogen ditambahkan pada gugus karbonil. Reaksi ini dapat dilakukan dengan menggunakan reaksi hidrogenasi katalitik atau zat pereduksi logam hidrida, misalnya natrium borohidrida (NaBH4) atau litium aluminium hidrida (LiAlH4).

16 4. Hidrasi alkuna adalah proses pembuatan alkohol dengan mereaksikan alkuna dengan air dan asam kuat, yang bertindak sebagai katalis. Pada reaksi ini unsur air (H+ dan OH-) akan menambah ikatan rangkap. Karena adanya unsur air, reaksi ini disebut juga reaksi hidrasi. 5. Fermentasi (Fermentasi) Proses ini umumnya digunakan untuk membuat etanol yang digunakan dalam minuman dari hasil fermentasi karbohidrat yang dikatalisis enzim (fermentasi gula dan pati).

17 Kegunaan Alkohol Masyarakat umum menyebut alkohol dengan etanol, yaitu sejenis alkohol dengan dua karbon pada gugus alkil. Etanol juga digunakan sebagai pelarut, desinfektan atau alkohol. Alkohol paling sederhana, metanol, yang dikenal sebagai spirit digunakan sebagai bahan bakar. Metanol merupakan zat beracun yang dapat menyebabkan kebutaan dalam jumlah kecil, sedangkan metanol dalam jumlah besar dapat menyebabkan kematian. Dalam industri, metanol digunakan sebagai pelarut dan bahan baku pembuatan formaldehida (CH2O) dan asam asetat (CH3COOH). Kelompok alkohol lain, misalnya 2-propanol, digunakan sebagai desinfektan dan juga dibuat dengan memfermentasi gula dari buah-buahan seperti jagung, tebu, dan anggur. Alkohol untuk keperluan industri dibuat dari etilen sintetik terhidrasi dengan katalis asam kuat.

Mlkh Etanol Absolut

18 ETHER dilambangkan dengan R – O – R’ Eter dapat berupa rantai terbuka atau siklik Untuk eter siklik dengan lima cincin anggota atau lebih, sifat-sifatnya akan sama dengan eter rantai terbuka. Epoksida mengandung cincin eter beranggota tiga, epoksida ini lebih reaktif dibandingkan eter lainnya karena ukuran cincinnya lebih kecil.

Baca Juga  Jelaskan Cara Berlaku Ihsan Kepada Binatang Yang Boleh Dimakan

19 Tata nama sederhana: Eter rantai terbuka seperti eteralkil. Jika terdapat lebih dari satu gugus alkoksi (RO-) atau gugus fungsi dengan prioritas lebih tinggi, namanya menggunakan awalan analkoksi IUPAC.

20 Sifat Fisika Eter Eter (R – O – R) tidak mempunyai atom hidrogen yang terikat pada oksigen sehingga eter tidak dapat membentuk ikatan hidrogen antar molekul  titik didih rendah tetapi eter dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air, alkohol atau fenol Kelarutan dietil eter dan 1 -butanol sebanding Enam, keduanya memiliki 4 karbon.

21 Meskipun eter mengandung gugus fungsi, reaksi eter dalam eter sangat tidak reaktif. Sifat-sifat eter mirip dengan sifat-sifat alkana. Eter sangat sulit bereaksi dengan reagen laboratorium melalui mekanisme oksidasi, reduksi, eliminasi atau reaksi dengan basa. Tetapi eter dengan mudah mengalami reaksi oksidasi otomatis dan pembakaran. Namun bila eter dipanaskan dengan asam, eter HI atau HBr dapat mengalami reaksi substitusi menghasilkan alkohol dan alkil halida. Dari reaksi substitusi ini alkohol selanjutnya dapat bereaksi dengan HI atau HBI membentuk alkil halida lebih lanjut.

Larutan, Koloid, Dan Suspensi

22 Persiapan Eter 1. Sintesis Williamson 2. Dehidrasi alkohol dengan H2SO4 pekat pada suhu 1ºC

Untuk mengoperasikan situs web ini, kami mencatat data pengguna dan membaginya dengan pemroses. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menyetujui kebijakan privasi kami, termasuk kebijakan cookie kami.