Apa Kewajiban Kita Terhadap Daerah Yang Tandus – Dan di tanah ini, berdampingan, ada kebun anggur, pohon dan pohon palem dengan dan tanpa cabang, diairi oleh air yang sama. Kami menghargai beberapa dari tanaman itu lebih dari yang lain dalam hal rasa. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat bukti-bukti (keagungan Allah) bagi orang-orang yang berpikir. (Ar-Rad, 4)

Pembahasan Pertanian perspektif Al-Qur’an di dalam kelas memerlukan kajian yang lebih mendalam dengan menggunakan metode penelitian ilmiah yang sesuai dengan disiplin ilmu. Oleh karena itu, dalam artikel ini, penulis hanya akan menyajikan beberapa kutipan dari Al-Qur’an dengan pesan moral untuk mengolah dan memperkuat potensi alam (bumi) untuk kemajuan kehidupan.

Apa Kewajiban Kita Terhadap Daerah Yang Tandus

Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah dengan tugas dan kewajiban untuk menciptakan kemakmuran di muka bumi. Berbagai upaya manusia untuk kemakmuran bumi terutama merupakan perwujudan dari fungsi abid (budak) manusia, yaitu ibadah (ibadah) kepada Tuhan. Ibadah bukan hanya rangkaian upacara biasa dan formal, tetapi lebih terkait dengan rasa syukur dan cinta hamba kepada Tuhannya. Oleh karena itu, setiap nafas dan setiap perbuatan adalah bentuk pengabdian diri kepada Sang Pencipta alam semesta (al-Khaliq).

Pdf) Piagam Madinah, Konsensus Masyarakat Pluralis: Madinah Dan Makkah (suatu Tinjauan Teori Konflik)

Allah SWT menciptakan bumi, langit dan segala isinya untuk dikuasai, dikuatkan dan dimanfaatkan manusia untuk kepentingan kehidupan duniawi. Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang ilmu dan pengetahuan tentang fenomena alam semesta, daripada ayat-ayat tentang fikih. Ayat-ayat yang berhubungan dengan alam semesta (kauniyah) akan menjadi sumber inspirasi dan nilai bagi perkembangan ilmu pengetahuan jika dicermati dan dipelajari sesuai dengan petunjuk Allah Ta’ala. Ayat-ayat kauniyah selalu diakhiri dengan kalimat yang mengajak manusia berpikir menggunakan akal (‘aql) dan hati (qulb/fu’ad).

Baca Juga  Gerakan Berdiri Dengan Kepala Untuk Melatih

Mengenai pertanian, banyak ayat yang berbicara tentang pengolahan tanah, air, udara dan matahari. Allah SWT menciptakan permukaan bumi di dekatnya, yang memiliki pegunungan tinggi (pegunungan), dataran rendah (lembah), rawa/sungai/laut. Perbedaan bagian permukaan bumi ini akan menghasilkan buah dan rasa yang berbeda walaupun tanaman disiram dengan air yang sama. Hal ini dapat dilihat dalam QS. Ra’d/13:4, yaitu:

“Dan di bumi ini ada sisi-sisinya, kebun-kebun anggur, tumbuh-tumbuhan yang bercabang dan tidak bercabang, dan pohon-pohon kurma yang diairi dengan air yang sama. Kami lebih menyukai tumbuh-tumbuhan yang sebagian dari pada yang lain menurut rasa. .” (S. Ar-Rad/13:4)

Air memegang peranan penting dalam kegiatan pertanian, ketersediaan air yang cukup akan mempengaruhi kesuburan tanah. Tanah yang dikelola akan menghasilkan tanaman yang tumbuh produktif, sebaliknya tanah yang tidak baik, sudah kering, atau rusak akibat salah pengelolaan akan menyebabkan tanaman kekurangan unsur hara dan tumbuh kerdil. Hal ini dapat dilihat dalam QS. Al-Araf: 57-58, yaitu:

Qur’an Hadis Kelas Xii Ma

57. “Dan angin bertiup membawa kabar sebelum datangnya rahmat (hujan)-Nya. Akhirnya angin membawa awan mendung, Kami kirimkan mereka ke tempat yang kosong, lalu Kami turunkan hujan di tempat itu. kemudian kita menumbuhkan berbagai jenis buah-buahan sesuai dengan hujan. Aku juga membangkitkan yang mati, semoga kamu belajar”. 58.

“Tanahnya bagus, pepohonan tumbuh dan subur dengan izin Tuhan; dan di tanah yang tidak subur, pohon hanya mati. Bagi orang-orang yang bersyukur, Kami ulangi bukti-bukti kebesaran (Kami).”

“Sesungguhnya aku telah membuat tujuh jalan (tujuh langit) di atasmu. Saya tidak mengabaikan ciptaan (I). Kami turunkan air dari langit menurut ukuran. lalu saya mendinginkan air di bumi dan saya benar-benar memiliki kekuatan untuk mengekstraknya. Lalu dengan air itu aku menanam kurma dan kebun anggur untukmu. Di kebun-kebun itu kamu akan mendapat banyak buah-buahan dan beberapa buah-buahan yang kamu makan, dan pohon itu berasal dari Tursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak dan makanan bagi yang memakannya. (Mukminun, 17-). 20)

Baca Juga  Diketahui Sebuah Lingkaran Berdiameter 60 Cm Luas Lingkaran Tersebut Adalah

Masih banyak ayat lain yang membahas tentang pertanian dan diselingi dengan huruf yang berbeda. Jika kita mengklasifikasikan unsur-unsur pertanian yang disebutkan dalam beberapa ayat, antara lain tanah, air, udara (angin), sinar matahari, dan berbagai unsur tumbuh-tumbuhan, tumbuhan, atau tumbuh-tumbuhan, semuanya membentuk suatu ekosistem dengan tugas dan fungsinya masing-masing. untuk kepentingan penduduk bumi.

Pdf) Parenting Style And The Level Of Islamism Among Senior High School Students In Yogyakarta

Hasil pertanian menjadi bahan dasar untuk memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk lainnya di bumi. Bagi umat Islam, hasil pertanian diolah dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan dibagikan kepada orang lain. Hal ini dapat dilihat dalam QS. Al-Baqarah/2: 267, yaitu:

“Wahai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari usahamu dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan untukmu dari bumi. Jangan memilih hal-hal buruk dan membelanjakannya, meskipun Anda tidak ingin membelinya sendiri, kecuali untuk memutar mata. Ketahuilah bahwa Allah adalah yang paling kaya dan paling terpuji. (Al-Baqarah, 2/267)

Bagi umat Islam juga perlu memperhatikan pengolahan hasil pertanian setelah panen, sangat dianjurkan untuk memenuhi sebagian dari hasil panen yaitu dengan membangun gudang hasil pertanian, untuk keluar dari musim yang sulit ( kelaparan). Hal ini tergambar dalam kisah Nabi Yusuf yang menafsirkan mimpi seorang raja bahwa akan terjadi kelaparan selama tujuh tahun. Oleh karena itu, raja (yang harus memerintah rakyatnya) harus bercocok tanam selama tujuh tahun berturut-turut, dan hanya sebagian kecil dari hasil panen yang dimakan, sisanya disimpan untuk persiapan musim kelaparan. Kisah Nabi Yusuf mengajarkan kepada umat Islam, khususnya para pemimpin, untuk memikirkan kebutuhan dasar masyarakat dalam jangka panjang.

Jika pengelolaan sumber daya alam untuk pertanian dan pemanfaatan hasil yang diperoleh sesuai dengan apa yang telah diridhoi Allah SWT dalam Al-Qur’an, maka akan tercipta keharmonisan alam semesta. Namun Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia dengan dua sifat paradoks, Tuhan Yang Maha Esa memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih dua jalan, ada jalan yang baik dan jalan yang buruk. Jalan kebaikan menuju kebaikan dan jalan kejahatan menuju kebinasaan, setiap orang akan bertanggung jawab atas pilihannya.

Baca Juga  Isi Dari Kutipan Teks Pidato Di Atas Adalah

Persaingan Film Horor Indonesia Dalam Kancah Internasional

Banyak orang berusaha untuk melestarikan dan melindungi bumi sebagai tempat peristirahatan, penghidupan dan perlindungan, menciptakan keharmonisan dan keseimbangan dalam ekosistem bumi. Mereka memahami bahwa melindungi bumi dari kehancuran adalah amanah, dan ini dari kesatuan para hamba kepada Tuhan. Hal ini terlihat pada surah “Araf” ayat ke-56.

“Jangan merusak bumi setelah (Allah) membuatnya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (agar tidak diterima) dan harapan.” Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Namun, ada juga masyarakat yang memanfaatkan sumber daya alam secara berlebihan, serakah dan semena-mena sehingga menimbulkan kerusakan dan berdampak negatif terhadap kelangsungan ekosistem bumi. Bencana terjadi dimana-mana akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terlihat dalam Surat Rum, ayat 30/41, yang berbunyi:

“Karena ulah tangan manusia, telah terjadi bencana di darat dan di laut agar Allah merasakan sebagian dari perbuatan mereka dan mereka kembali ke jalan yang benar.”

Republika 27 Juli 2022

Dari dua sifat paradoks yang dimiliki manusia akan timbul suatu pekerjaan atau tugas bagi orang beriman, yaitu tugas berdakwah, mengajar, dan memperingatkan orang lain. Allah Ta’ala memerintahkan seluruh umatnya untuk kembali ke jalan Allah melalui jalan yang indah. Cara yang baik dapat diartikan sebagai cara yang layak, manusiawi dan utuh dari segi metodenya, dan sebagai cara yang terencana, teratur, terukur dari segi manajemennya. dikendalikan. Dalam konteks ini program Pertanian di Bale Atikan dilaksanakan dengan paradigma permakultur untuk mengembangkan kesadaran hidup ekologis, menjaga dan memelihara keseimbangan ekosistem bumi, sehingga tercipta HARMONI DENGAN SELURUH BUMI.

Kewajiban terhadap hewan peliharaan, kewajiban kita terhadap al quran, kewajiban suami terhadap istri yang bekerja, kewajiban kita terhadap alquran adalah, kewajiban perusahaan terhadap karyawan, kewajiban siswa terhadap guru, kewajiban terhadap diri sendiri, kewajiban istri terhadap suami yang sudah meninggal, apa saja kewajiban kita terhadap lingkungan, kewajiban bidan terhadap tugasnya, kewajiban terhadap lingkungan, kewajiban terhadap alquran