Bahasa Nasional Indonesia Adalah – Hubungan utama negara dengan konstitusi Pengaruh iptek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Pentingnya konstitusi bagi suatu negara 7 manfaat perdagangan internasional bagi negara Pengertian bela negara : fungsi, tujuan, manfaat dan contoh

Pentingnya Bahasa Indonesia sebagai Identitas dan Bahasa Bangsa – Melalui para pemuda, pada tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia sepakat untuk mendeklarasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di Indonesia. Dalam proses tersebut, bahasa Indonesia melewati jalan panjang hingga akhirnya resmi diakui sebagai bahasa nasional Republik Indonesia. Sebagai bahasa yang digunakan di Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan, yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa resmi.

Bahasa Nasional Indonesia Adalah

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan bangsa, identitas nasional, sebagai media penghubung antar warga negara, antar daerah dan antar budaya. Sementara itu, dalam statusnya sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi negara, bahasa pengantar pendidikan, sarana komunikasi tingkat nasional, dan sarana pengembangan kebudayaan.

Peranan Dan Fungsi Bahasa Indonesia

Sebagai bangsa yang dibangun di atas keragaman suku dan budaya, memutuskan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional di Indonesia bukanlah perkara mudah. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan beragam, 47 persen penduduk Indonesia pada tahun 1930 berasal dari Pulau Jawa.

Artinya, bahasa Jawa merupakan bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia. Di sisi lain, bahasa Melayu yang memiliki 1,6% penutur di Nusantara dipilih sebagai bahasa pemersatu Indonesia yang kemudian dikenal dengan bahasa Indonesia.

Pemilihan bahasa Melayu sebagai akar bahasa Indonesia bukan tanpa alasan. Meskipun jumlah akhirannya jauh lebih sedikit daripada bahasa Jawa, bahasa Melayu merupakan lingua franca atau bahasa penghubung bagi akhiran non-bahasa di Nusantara pada masa kerajaan. Selanjutnya, dalam perkembangannya, bahasa melayu banyak digunakan oleh kaum nasionalis. Artikel surat kabar yang pada saat itu dibaca oleh politisi Indonesia juga kebanyakan ditulis dalam bahasa Melayu.

Hal ini mendorong para pemuda untuk menjadikan bahasa Melayu yang kemudian kita sebut bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Namun, saat itu bahasa Indonesia masih belum resmi hingga akhirnya ditetapkan sebagai bahasa nasional tidak lama setelah Indonesia merdeka. Dengan disahkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional di Indonesia, otomatis bahasa Indonesia berperan sebagai lambang dan identitas bangsa Indonesia.

Baca Juga  Sebutkan Dua Bentuk Formulir Pengiriman Barang Dagangan

Eksistensi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Perkembangannya Di Era Globalisasi

Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dan pelajar mengumumkan Sumpah Pemuda. Naskah keputusan Kongres Pemuda tahun 1928 memuat 3 butir penetapan, yaitu:

Berdirinya Komisi Bacaan Rakyat pada tahun 1908 dan kemudian berubah menjadi Balai Pustaka pada tahun 1917 sebagai lembaga pemerintah Hindia Belanda yang menerbitkan dan menyediakan bahan bacaan bagi masyarakat di berbagai lapisan masyarakat di Malaysia menyebabkan perkembangan dan penyebaran bahasa Melayu bahasa di seluruh nusantara.

Demikian pula terbitnya majalah Pujangga Baru oleh Sutan Takdir Alisjahbana dan kawan-kawan yang berwawasan kebangsaan dan budaya modern menjadikan bahasa Indonesia sebagai sarana perjuangan bangsa untuk kemajuan kehidupan yang maju dan modern serta memberikan keadilan dalam pembangunan dan pertumbuhan. dalam bahasa Indonesia.

Masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda, setelah Jepang mengalahkan Belanda, merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan bahasa Indonesia. Jepang, sebagai penguasa baru, tidak ingin ada bahasa Belanda, termasuk bahasanya, yang digunakan. Jepang ingin bahasa Jepang digunakan di wilayah pendudukan.

Nadiem Dan Dominansi Bahasa Indonesia

Akan tetapi, menguasai suatu bahasa tidak semudah menguasai suatu bidang, menguasai dan menggunakan bahasa memerlukan proses yang panjang. Dalam keadaan transisi ini, pertimbangan yang sangat realistis adalah penggunaan bahasa daerah.

Dalam hal ini dipilih bahasa Melayu (Indonesia) sebagai bahasa pemerintahan dan pendidikan atau pengajaran, sehingga pada masa pendudukan Jepang, bahasa Indonesia resmi digunakan sebagai bahasa pemerintahan dan pendidikan atau pengajaran.

Pergerakan perjuangan kemerdekaan yang dipimpin oleh bangsa Indonesia, baik perlawanan fisik berupa perang maupun bentuk politik, juga didukung oleh perkembangan dan kondisi wilayah Hindia Belanda di Nusantara ini.

Kekalahan Belanda oleh Jepang dan kemudian kekalahan Jepang dari Sekutu menciptakan kekosongan kekuasaan di Hindia Belanda. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para militan untuk mendeklarasikan diri sebagai bangsa dan negara yang merdeka dan berdaulat dari mr. Soekarno – Hatta atas nama bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 menetapkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan mengangkat Sr. Soekarno dan Drs. Lumut. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Merry Sarlita: Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Dalam UUD 1945 Bab 15, Pasal 36 menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa resmi. Dengan demikian, dapat kita lihat bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu sebagai salah satu bahasa daerah Nusantara ini, yang kemudian berkembang menjadi bahasa perantara “lingua franca” antar masyarakat. Kemudian Kongres Pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional bangsa Indonesia.

Baca Juga  Apa Yang Perlu Diperhatikan Oleh Pelaku Usaha Dalam Menghadapi Mea

Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi negara. Dalam kaitan ini, Slametmulyana berpendapat bahwa dipilihnya bahasa Melayu sebagai bahasa nasional Indonesia disebabkan oleh 4 faktor, yaitu (1) bahasa Melayu sudah menjadi lingua franca nusantara. (2) Sistem bahasa melayu sederhana sehingga mudah dipelajari. (3) Suku Jawa, Sunda, dan suku lainnya secara sukarela mengadopsi bahasa Melayu sebagai bahasa nasional mereka dan (4) Bahasa Melayu memiliki kapasitas untuk digunakan sebagai bahasa budaya dalam arti luas.

Bahasa Melayu bukanlah bahasa asing bagi nusantara dan karena bahasa Melayu adalah bahasa dengan sedikit penutur (4,9%), sedangkan bahasa Jawa digunakan oleh 47% penutur dan bahasa Sunda digunakan oleh 14,5% penutur, tidak ada rasa kalah atau menang. maka dalam hal itu Sutan Takdir Alisjahbana mengatakan itu keajaiban dan Sapardi Joko Damono menganggapnya sebagai keajaiban.

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, tetapi bahasa Indonesia bukan bahasa Melayu karena bahasa Indonesia sangat berbeda dengan bahasa Melayu. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia banyak menyerap kosakata dari berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah Indonesia.

Bangga Pakai Bahasa Indonesia

Bahasa asing yang berperan dalam perkembangan bahasa Indonesia antara lain bahasa Sansekerta, Hindi, Tamil, Portugis, Persia, Cina, Jepang, Belanda, Jerman, Arab dan Inggris, sedangkan bahasa lokal meliputi bahasa Jawa, Sunda, Batak, Minang, Palembang, Bugis , Banjar, bahasa Papua, bahasa Maluku dan lain-lain.

Sudah 83 tahun kita bangsa Indonesia mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia adalah darah dan perekat nasionalisme Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan wahana tumbuh dan berkembangnya rasa nasionalisme di antara anggota masyarakat kita yang tersebar di pelosok nusantara untuk menjadi satu keluarga bangsa Indonesia.

Sebagai bahasa yang berasal dari penduduk non mayoritas, dapat dikatakan bahasa Indonesia berkembang dengan sangat baik. Mengadopsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan bahasa nasional telah berhasil meyakinkan orang-orang yang tidak berbicara bahasa yang berhasil untuk mengadopsi bahasa Indonesia.

Indonesia sendiri bukanlah satu-satunya bangsa yang dibangun di atas keragaman, khususnya keragaman bahasa. Namun, beberapa negara di dunia telah berhasil mengadopsi salah satu bahasa negara mereka sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan mereka.

Sejarah, Fungsi, Kedudukan, Dan Ragam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional merupakan fungsi yang melekat pada masyarakat Indonesia. Dengan kata lain, semua anggota masyarakat kita harus bisa berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan. Dalam peran tersebut, terdapat 171 kasus penyalahgunaan kewarganegaraan Indonesia oleh orang asing yang menggunakan paspor Indonesia di suatu negara.

Baca Juga  Sebutkan Karakteristik Bintang

Setelah diinterogasi dalam bahasa Indonesia, yang bersangkutan tidak bisa berbahasa Indonesia. Dengan kata lain, orang tersebut bukan warga negara Indonesia tetapi menggunakan paspor Indonesia palsu. Dengan demikian, berarti tidak boleh ada lagi masyarakat Indonesia yang buta huruf dan buta huruf.

Dalam perannya sebagai lambang kebanggaan bangsa, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang melandasi rasa kebangsaan. Berdasarkan kebanggaan tersebut, bahasa Indonesia harus tetap dipertahankan, dibina dan dikembangkan.

Fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai identitas bangsa yang mengarah pada penghormatan terhadap bahasa Indonesia disamping bendera dan lambang negara.

Soal Try Out Bahasa Indonesia Interactive Worksheet

Dalam fungsinya, bahasa Indonesia harus memiliki identitas tersendiri agar selaras dengan lambang negara lainnya. Bahasa Indonesia memiliki identitasnya hanya jika orang yang menggunakannya, terutama pemuda dan pelajar, mempromosikan dan mengembangkannya sedemikian rupa sehingga tidak mengandung unsur-unsur dari bahasa lain.

Bahasa Indonesia memiliki peran vital dalam masyarakat secara keseluruhan dan di tingkat nasional. Berkat adanya bahasa Indonesia, masyarakat dapat berkomunikasi satu sama lain sedemikian rupa sehingga tidak perlu khawatir terjadi kesalahpahaman akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa.

Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu suku, budaya, dan bahasa memiliki arti bahwa bahasa Indonesia memungkinkan adanya keharmonisan antar suku, budaya, dan bahasa nusantara tanpa harus kehilangan identitas etnik dan kesetiaan terhadap nilai-nilai sosial budaya dan asal usul bangsa. wilayah linguistik masing-masing.

Apalagi dengan adanya bahasa nasional, masyarakat dapat menempatkan kepentingan nasional jauh di atas kepentingan daerah atau golongan.

Opini] Memerdekakan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia digunakan dalam kegiatan resmi pemerintahan seperti upacara, acara dan kegiatan pemerintahan, baik lisan maupun tulisan. Salah satu kegiatan tersebut adalah penyiapan dokumen dan keputusan, serta surat menyurat yang dikeluarkan oleh pemerintah atau badan pemerintah lainnya, serta pidato kenegaraan.

Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam dunia pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia, kecuali daerah tertentu yang masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar.

Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat umum, bukan hanya alat komunikasi antardaerah dan antarsuku, tetapi juga sebagai alat komunikasi dalam masyarakat yang sama asal-usul sosial, budaya dan bahasanya.

Bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita untuk memajukan dan mengembangkan budaya bangsa sedemikian rupa sehingga bahasa Indonesia memiliki ciri dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan budaya daerah.

Gunakan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar, Akun Resmi Media Sosial Anri Raih Terbaik Pertama

Padahal, bahasa adalah rangkaian bunyi yang digunakan oleh

Latihan soal ujian nasional bahasa indonesia, soal ujian nasional bahasa indonesia sma, bahasa inggris tentara nasional indonesia, bahasa nasional adalah, jurnal nasional bahasa indonesia, fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional, fungsi bahasa indonesia sebagai lambang identitas nasional, kebudayaan nasional indonesia adalah, kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa nasional filipina adalah, soal bahasa indonesia ujian nasional, bahasa nasional indonesia