Berdasarkan Peta Tersebut Manakah Yang Disebut Garis Weber – Suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat flipbook Anda sendiri

34 IPS Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi 35 b. Penyebaran Fauna Indonesia Fauna Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga pola yang berbeda, yaitu fauna barat, tengah dan timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia Barat dan Tengah disebut Garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia Tengah dan Timur disebut Garis Weber. Fauna barat memiliki ciri atau jenis yang sama dengan fauna Asia, oleh karena itu disebut jenis Asiatic (Asiatic). Fauna timur memiliki ciri atau jenis yang mirip dengan fauna yang hidup di benua Australia, sehingga disebut jenis Australis (Australia). Fauna sentral merupakan fauna peralihan yang ciri atau jenisnya berbeda dengan fauna Asia dan Australis. Fauna tersebut memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di Indonesia. Jenis fauna ini disebut fauna endemik. 1. Dapatkan informasi tentang flora yang umum di provinsi atau kabupaten/kota tempat tinggal Anda! Kelompokkan mereka sesuai dengan penggunaan sebenarnya! TIDAK. Nama Tanaman Kondisi Penggunaan 1 Jati Bahan bangunan dan furniture langka 2. Apakah di daerah Anda terdapat flora khas atau lokal? Jika demikian, untuk apa penduduk saat ini menggunakannya? Tidak ada aktivitas kelompok penggunaan flora khas atau lokal terkini yang diunduh dari: Bukupaket.com

Berdasarkan Peta Tersebut Manakah Yang Disebut Garis Weber

36 IPS Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi 37 Sumber: Dokumen Kemendikbud Gambar 1.17 Sebaran wilayah sebaran fauna di Indonesia. Alfred Russel Wallace (1823-1913) adalah seorang penjelajah dan naturalis, ahli geografi, antropolog dan ahli biologi yang membagi flora dan fauna di Indonesia menjadi dua bagian utama. Bagian pertama yang terletak di bagian barat memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan Asia. Bagian timur memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan Australia. Garis yang memisahkan dua bagian flora dan fauna di Indonesia dikenal dengan garis Wallace yang membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia bagian barat dan tengah, sedangkan garis Weber membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia bagian tengah dan timur. Karakter diunduh dari: Bukupaket.com

Garis Wallace Dan Weber

36 IPS Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi 37 1). Fauna Indonesia Barat Fauna Indonesia Barat atau tipe Asia meliputi wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Mamalia besar dapat ditemukan di kawasan ini, seperti gajah, harimau, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orangutan, monyet, bekantan dan lain-lain. Selain mamalia, di kawasan ini juga banyak dijumpai binatang melata seperti ular, buaya, tokek, biawak, tokek, biawak, bunglon, kura-kura dan trenggiling. Berbagai jenis burung dapat dijumpai seperti burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang dan berbagai jenis burung. Berbagai jenis ikan air tawar seperti lumba-lumba (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakam) dapat ditemukan di kawasan ini. Gambar 1.18 merupakan contoh fauna Indonesia bagian barat. Sumber : alamendah.files.wordpress.com Badak bercula satu Sumber : faunakaltim.files.wordpress.com Banteng Gambar 1.18 Berbagai jenis fauna di Indonesia bagian barat. Sumber : studiselama.blogspot.com Gajah Sumber : argaputra.blogspot.com Harimau Download dari : Bukupaket.com

Baca Juga  Dalam Membuat Karya Seni Patung Diperlukan

38 IPS Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi 39 2). Fauna Indonesia Tengah atau Jenis Peralihan Fauna Indonesia Tengah adalah jenis peralihan atau Australia. Kawasan Fauna Indonesia Tengah disebut juga Kawasan Fauna Kepulauan Wallace yang meliputi Sulawesi, Maluku, Timor dan Nusa Tenggara serta beberapa pulau kecil di sekitar pulau-pulau tersebut. Fauna yang hidup di kawasan ini antara lain rusa, anoa, putri duyung, kuskus, monyet hitam, kuda, sapi, monyet saba, beruang, tarsius, sapi dan banteng. Selain itu, ada juga reptil, amfibi, dan berbagai jenis burung. Reptil yang ada di kawasan ini antara lain biawak, komodo, buaya dan ular. Berbagai jenis burung yang terdapat di kawasan ini antara lain maleo, godbird, mandarin, raja udang, rangkong dan kakatua. Berikut adalah contoh fauna Indonesia Tengah: 3). Fauna Indonesia Timur Fauna Indonesia Timur atau yang disebut tipe Australia tersebar di wilayah Papua, Halmahera dan Kepulauan Aru. Fauna berupa mamalia yang hidup di kawasan ini antara lain kanguru, beruang, Sumber: mazjhe.worpress.com Anoa Sumber: Komodoflores.com Komodo Dragon Sumber: mepow.files.wordpress.com Couscous Sumber: alamendah .files.wordpress. com Babi rusa Gambar 1.19 Berbagai jenis fauna Indonesia Tengah. Unduh dari: Bukupaket.com

38 Kelas VII IPS SMP/MTs Edisi Revisi 39 Wallaby, Landak Irian (Nokdiak), Kuskus, Pemanjat Berkantung (Opossum Mites), Kanguru Pohon dan Kelelawar. Di daerah ini tidak ada monyet. Selain mamalia tersebut, ada juga reptil seperti biawak, buaya, ular, biawak. Berbagai jenis burung terdapat di kawasan ini antara lain burung cendrawasih, kakatua, raja udang, kasuari dan namudur. Jenis ikan air tawar relatif sedikit. Sumber : materiunasgeography.files.wordpress.com com Wallaby Sumber : planet-mammiferes.org Porcupine Irian Sumber : faridtahu.com Cenderawasih Sumber : fotodinding.info Saya tampilkan Gambar 1.20 Berbagai jenis fauna di Indonesia bagian timur. Unduh dari: Bukupaket.com

Baca Juga  Melukis Adalah

40 Kelas VII IPS SMP/MTs Edisi Revisi 41 Setelah mengetahui persebaran fauna di Indonesia, kenali jenis fauna yang ada di sekitar Anda. No Jenis Fauna Asal Kelompok Fauna 1 2 3 4 5 Berdasarkan jenis fauna di daerah tempat tinggal saudara, tentukan fauna yang termasuk fauna yang dilindungi. Tidak ada jenis fauna Bagaimana sikap anda terhadap orang yang memelihara fauna dilindungi? Berikan alasanmu! Sikap Alasan Kegiatan Kelompok Diunduh dari: Bukupaket.com

Ips Sd I Kelas 1 By Tbmcibeusi

40 IPS Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi 41 C. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia pada masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam. Iklim dan bentuk bumi mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari pola kehidupan masyarakat Indonesia pada masa pra-aksara, Hindu-Buddha, dan Islam. 1. Kehidupan masyarakat sebelum sastra. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Praaksara dapat dibedakan menjadi tiga masa, yaitu masa berburu dan meramu makanan, masa berladang dan masa perundagian. A. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Kehidupan manusia pada masa berburu dan meramu, dari Pithecanthropus hingga Homo sapiens, sangat bergantung pada kondisi alam. Mereka tinggal di padang rumput dengan hutan di dekat sungai. Kawasan ini juga menjadi tempat persinggahan hewan seperti kerbau, kuda, kera, banteng dan rusa untuk mencari mangsa. Hewan ini kemudian diburu oleh manusia. Selain berburu, mereka juga mengumpulkan tumbuhan yang mereka temukan, seperti ubi, talas, daun-daunan dan buah-buahan. Mereka tinggal di gua-gua yang tidak jauh dari sumber air, atau di dekat sungai yang terdapat sumber makanan seperti ikan, moluska, dan siput. Ada dua hal penting dalam sistem kehidupan manusia Praksara (berburu dan mengumpulkan makanan) yaitu membuat perkakas dari batu kasar, tulang dan kayu sesuai dengan kebutuhannya, seperti talenan, perkakas kerang dan belenggu. Selain itu, masyarakat Praaksara juga membutuhkan api untuk memasak dan penerangan pada malam hari. Kegiatan berburu dan meramu sudah ditinggalkan, namun pada sebagian masyarakat Indonesia kegiatan tersebut masih dilakukan, seperti pada masyarakat suku terasing. Insight diunduh dari: Bukupaket.com

42 Kelas VII SMP/MTs IPS Edisi Revisi 43 Api dibuat dengan cara menggosokkan dua buah batu yang mengandung unsur besi sehingga menimbulkan percikan api dan membakar lumut atau rumput kering yang telah disiapkan. Menurut keberadaannya, masyarakat Praaksara tidak memiliki tempat tinggal tetap, namun selalu berpindah-pindah (nomaden) untuk mencari tempat yang banyak bahan makanannya. Tempat yang mereka pilih adalah di sekitar padang rumput yang sering diburu, dekat danau atau sungai dan di laut. Dalam kehidupan bermasyarakat, masyarakat Praksara hidup berkelompok dan mempersenjatai diri untuk menghadapi lingkungannya. B. Masa bercocok tanam Masa bercocok tanam adalah masa ketika masyarakat mulai mencari nafkah dengan memanfaatkan semak-semak hutan untuk membuat ladang. Masa bercocok tanam terjadi ketika cara hidup berburu dan meramu ditinggalkan. Saat ini mereka mulai tinggal di satu tempat. Manusia prasejarah yang hidup pada masa bercocok tanam adalah Homo sapiens, baik ras Mongoloid maupun Austromelanesoid. Masa ini sangat penting dalam sejarah perkembangan masyarakat, karena pada masa ini terdapat beberapa penemuan baru seperti penguasaan sumber daya alam. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan mulai dipelihara. Mereka bercocok tanam dengan bercocok tanam. Pembukaan lahan dilakukan dengan cara menebang dan membakar hutan. Jenis tanaman yang ditanam adalah ubi jalar, pisang dan pohon sukun. Selain bercocok tanam, kegiatan berburu dan menangkap ikan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan protein dari hewan. Kemudian mereka perlahan-lahan meninggalkan cara bercocok tanam Sumber: pancamarga.blogspot.com Gambar 1.21 Aktivitas manusia selama berburu dan mengumpulkan makanan. Unduh dari: Bukupaket.com

Baca Juga  Apakah Yang Dimaksud Dengan Konduktor Dan Sebutkan 2 Contohnya

42 Kelas VII SMP/MTs IPS Edisi Revisi 43 dan diganti sawah. Jenis tanamannya adalah padi dan umbi-umbian. Perkembangan selanjutnya memungkinkan orang-orang pra-melek saat ini membuat perkakas dari batu yang dipotong lebih halus dan produksi gerabah mulai dikenal. Alatnya terdiri dari beliung persegi dan kapak memanjang, potongan kayu dan mata panah. Pada masa bercocok tanam, masyarakat mulai hidup menetap di sebuah desa yang terdiri dari rumah-rumah sederhana yang dihuni oleh beberapa keluarga secara berkelompok. Mereka membangun rumah panggung untuk menghindari binatang buas. Persatuan dan kerjasama yang mereka dukung. Semua aktivitas kehidupan mereka lakukan secara gotong royong. Menjalani kehidupan yang tidak banyak bergerak menyebabkan masalah berupa penumpukan sampah dan kotoran, yang berujung pada pencemaran lingkungan dan wabah penyakit. Pengobatan dilakukan oleh dukun. Pada masa bercocok tanam, bentuk perdagangannya adalah barter. Barang yang dipertukarkan pada saat itu adalah hasil pertanian, kerajinan (gerabah, petik), garam dan ikan hasil penduduk pesisir. Cari informasi dari berbagai sumber tentang kehidupan masyarakat saat itu

Garis wallace weber, pulau sumatera berdasarkan peta, garis weber adalah, peta garis weber dan wallace, pengertian garis weber, garis weber, peta indonesia garis, persebaran fauna berdasarkan garis wallace dan weber, peta berdasarkan bentuknya, peta garis weber, garis weber dan wallace, peta indonesia dengan garis wallace dan weber