Harapanmu Untuk Layanan Perlindungan Anak – Kami dengan bangga mengumumkan bahwa kami sedang mengembangkan antarmuka dasbor baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Kami mengundang Anda untuk melihat dasbor baru kami dan mengikuti tes. Beberapa fitur mungkin tidak tersedia, namun akan ditambahkan di masa mendatang.

Harapanmu Untuk Layanan Perlindungan Anak

Jangan ragu untuk mencobanya karena mudah untuk kembali ke antarmuka yang biasa Anda gunakan.

Guru Antara Harapan Dan Fakta

DAFTAR ISI Definisi 4 Singkatan 5 Bagian Kesatu 6 A. Pendahuluan 9 B. Masalah Psikososial Anak Akibat Bencana Alam 25 C. Perkembangan Anak 33 D. Dukungan Psikososial Anak Terkena Bencana Alam 47 E. Sistem Kebutuhan Khusus dan Rujukan 63 F . Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Pemulihan Psikososial 69 Anak Bagian Kedua 84 A. Ruang Ramah Anak 87 B. Dukungan Psikologis Awal 91 C. Pengaturan Diri 97 D. Psikoedukasi Orang Tua Menjelaskan Pemantapan Emosi 103 Pada Anak 109 E. Aktivitas Emosional Stabilisasi 123 F. Intervensi Terstruktur Psikososial (Pssa) 135 G. Contoh Intervensi Psikososial Dukungan Anak Terstruktur 143 Korban Bencana Alam H. Referensi Perawatan Diri Relawan Dukungan Anak 146 Lampiran 150 3

PEMAHAMAN Aktor-aktor kemanusiaan mencakup seluruh staf lembaga-lembaga kemanusiaan, baik yang bekerja secara internasional maupun nasional, atau bekerja secara formal atau informal di masyarakat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan lembaga tersebut. Anak adalah orang yang berusia di bawah 18 tahun, termasuk janin yang masih dalam kandungan. menurut Konvensi PBB tentang Hak Anak. Anak di bawah umur dianggap tidak mampu mengevaluasi dan memahami konsekuensi dari pilihannya dan memberikan persetujuannya sendiri, terutama terkait tindakan seksual. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat karena sebab alam dan/atau tidak wajar serta faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Komunitas adalah istilah yang digunakan dalam panduan ini untuk merujuk pada populasi yang mengalami keadaan darurat. Dalam konteks individu, “komunitas” dapat diartikan sebagai pengungsi, pengungsi, korban bencana alam, atau istilah lainnya. Kelompok rentan adalah kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap situasi bencana. Menurut ayat 2 Pasal 55 Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam Nomor 24 Tahun 2007, kelompok rentan meliputi: a. Anak-anak, anak-anak dan anak-anak b. Ibu hamil atau menyusui c. Penyandang cacat (disabled) dan d. Orang tua. Psikososial adalah hubungan dinamis antara aspek psikologis dan sosial dari kepribadian. Dukungan kesehatan jiwa dan psikososial adalah segala bentuk dukungan dari pihak lokal atau eksternal yang bertujuan untuk memelihara atau meningkatkan kesejahteraan psikososial dan/atau mencegah atau mengatasi gangguan jiwa. 4 BUKU PANDUAN DUKUNGAN PSIKOLOGI ANAK TERKENA BENCANA ALAM

Baca Juga  Agar Meyakini Dengan Sungguh-sungguh Bahwa Allah Maha Esa Aku Seharusnya

Akronim Badan PP dan PA Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Sosial Dinas Sosial IASC Komite Tetap Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan Kementerian Sosial Kementerian Sosial KIE Klaster Komunikasi, Informasi dan Edukasi PP Klaster Pengungsi dan Perlindungan Kementerian PPPA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak LBH Lembaga Bantuan Hukum LK3 Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga LSM Lembaga Swadaya Masyarakat MISP Paket Pemula Minimal P2TP2A Pusat Pelayanan Komprehensif Pemberdayaan Perempuan dan Anak PFA Pertolongan Pertama Psikologis Paket Pelayanan Awal Minimal MISP Pusat Pelayanan Terpadu PPT RPSA Rumah Perlindungan Sosial Anak RPSW Rumah Perlindungan Sosial Perempuan Rumah Perlindungan RPTC dan Pusat Trauma Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia UNICEF UN International Children’s Fund UNFPA UN Population Fund W/CFS Space , ramah perempuan/anak PEDOMAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL BAGI ANAK KORBAN BENCANA ALAM 5

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN, PENGERTIAN, PRINSIP DAN KONSEP DASAR DUKUNGAN PSIKOLOGI BAGI ANAK TERKENA BENCANA A. Pendahuluan B. Permasalahan Psikososial Anak Akibat Bencana Alam C. Perkembangan Anak D. Dukungan Psikososial Terhadap Anak Terkena Bencana Alam dan Bencana Khusus E Sistem arah F. Peran keluarga dan masyarakat dalam pemulihan psikososial anak 6 PENELITIAN PERLINDUNGAN ANAK KORBAN KONFLIK.

Hari Anti Kekerasan Perempuan, Masyarakat Harus Libatkan Diri Dalam Pencegahan

A. PENDAHULUAN A.1. Latar Belakang Kondisi geografis dan geologi Indonesia menjadikannya sebagai zona rawan terhadap berbagai jenis bencana alam mulai dari letusan gunung berapi, gempa bumi hingga banjir. Wilayah Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik yang merupakan rangkaian gunung berapi aktif di dunia, dan hampir semua gempa bumi di dunia terjadi di sepanjang jalur ini, banyak terjadi gempa termasuk likuifaksi dan tsunami. Selama lima tahun terakhir, Indonesia telah mengalami berbagai bencana alam mulai dari banjir, tanah longsor, tsunami, likuifaksi, gempa bumi, letusan gunung berapi hingga kebakaran hutan2. Menurut BNPB, terdapat 5.594 kecelakaan di Indonesia sejak awal tahun 2017 hingga pertengahan tahun 2019. Bencana alam yang terjadi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan fisik hingga korban jiwa. Total korban tewas dan hilang sebanyak 4.249 orang, lebih dari 27.000 orang luka-luka, dan lebih dari 21 juta orang luka-luka dan tewas. Selain itu, terdapat lebih dari 166.000 rumah rusak berat, 105.000 rumah rusak sedang, dan 302.000 rumah rusak ringan. 1 Daerah Rawan Bencana di Indonesia (2018), diambil dari https://www.literasipublik.com/region-indonesia-rawan-bencana 2 Bencana alam di Indonesia tahun 2018 hingga 2019 (2019). Diambil dari http://bnpb.cloud/dibi/tabel1a BUKU PANDUAN DUKUNGAN PSIKOLOGI BAGI ANAK TERKENA BENCANA ALAM 9

Baca Juga  Apa Yang Dimaksud Dengan Ilmu Kimia

Bencana alam selain menimbulkan kerusakan fisik dan korban jiwa, juga menimbulkan dampak psikososial yang serius bagi masyarakat yang mengalaminya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Terjadinya bencana alam mengubah sebagian atau seluruh aspek kehidupan mereka. Misalnya, mereka yang kehilangan tempat tinggal terpaksa mengungsi ke kamp pengungsi; mereka yang kehilangan anggota keluarga mengalami kesedihan yang mendalam; mereka yang kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian tidak dapat kembali bekerja karena situasi yang tidak dapat dipertahankan. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak yang terkena bencana juga dapat mengalami dampak psikologis seperti stres. Anak yang kehilangan orang tua merasa tidak aman karena kehilangan sosok pelindung; anak tidak dapat melanjutkan sekolah karena rusaknya gedung sekolah, tidak terwujudnya hak akses pendidikan dan pengetahuan; Berada dalam situasi yang tidak menentu juga menimbulkan rasa tidak nyaman yang berdampak negatif terhadap perkembangan emosi. 3 Selain itu, anak-anak yang terpisah dari keluarga mudah dieksploitasi oleh orang dewasa. Misalnya, anak-anak terpaksa membantu orang dewasa yang meminta bantuan (uang, makanan) di pinggir jalan, sehingga rentan menjadi korban perdagangan manusia. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, mempunyai tanggung jawab utama terhadap perlindungan dan penanggulangan bencana berdasarkan Undang-Undang Penanggulangan Bencana No. 24 Tahun 2007, termasuk menjamin perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan perempuan, ibu menyusui, dan lanjut usia. . Hal ini semakin diperkuat dengan Pasal 59 dan 59A UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pemerintah wajib memberikan perlindungan khusus terhadap anak, termasuk anak yang menjadi korban bencana. Salah satu safeguard yang dimaksud adalah upaya pemberian layanan psikososial, mulai dari pengobatan hingga pemulihan, untuk mencegah akibat yang lebih serius bagi anak dan mencegah kekerasan. 3 Wicaksono, Bhakti Satrio. (2018). Dampak bencana terhadap generasi muda mengancam masa depan bangsa. Diperoleh dari https://sains.kompas.com/read/2018/10/12/210800123/dampak-bencana-alam-pada-juvenile-ancam-masa-forward-bangsa?page=all 10 alat bantu psikologi MENDUKUNG ANAK KORBAN BENCANA BENCANA ALAM BENCANA

Baca Juga  Mengapa Teknologi Dan Peralatan Termasuk Dalam Unsur Budaya

Dukungan psikososial dalam situasi bencana dapat diberikan tidak hanya oleh petugas profesional, namun juga oleh relawan non-profesional terlatih. Selain itu, dukungan psikososial pada anak berbeda dengan dukungan orang dewasa, memerlukan metode dan teknik khusus yang sesuai dan dapat dipahami oleh anak, sehingga relawan yang memberikan pendampingan pada anak memerlukan pelatihan terlebih dahulu. A.2. Maksud dan Tujuan Buku ini disusun sebagai pedoman teknis bagi individu dan kelompok yang terlibat dalam kegiatan pendampingan anak terdampak bencana alam khususnya pada aspek psikososial yaitu pemberian dukungan psikososial kepada anak terdampak bencana, meningkatkan ketahanan anak dan mengurangi risiko bencana. kesehatan mental yang buruk. Diharapkan para relawan, keluarga dan masyarakat, serta berbagai pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan dan komunitas, dapat merencanakan dan melaksanakan kegiatan pemberian dukungan psikososial sederhana kepada anak untuk melindungi dan mengembangkan kesejahteraan psikososial anak dalam situasi bencana dan dapat merujuk anak pada layanan yang mereka perlukan. Kami berharap dengan menggunakan buku panduan ini, para relawan yang ingin memberikan dukungan psikososial kepada anak terdampak bencana alam dapat memahami prinsip dasar dukungan psikososial bagi anak terdampak bencana alam dan mampu mempraktekkan berbagai kegiatan dukungan psikososial secara sederhana tanpa harus melakukan apa pun. memperburuk kondisi kondisi anak. Panduan dukungan psikososial ini bukan merupakan alat untuk menilai kesejahteraan psikologis anak-anak yang terkena dampak bencana. Jika ditemukan kondisi, tanda, atau perilaku yang menunjukkan masalah psikologis serius, atau jika anak pernah mengalami tindakan pelecehan atau penelantaran, anak tersebut harus dirujuk ke penyedia layanan atau profesional yang sesuai untuk mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif. BUKU PANDUAN DUKUNGAN PSIKOLOGI BAGI ANAK TERKENA BENCANA ALAM 11

A.3. Hukum dan Praktik Kebijakan dari Buku Pedoman Pemerintah, baik pusat maupun daerah, mempunyai tanggung jawab untuk melindungi anak di tingkat nasional berdasarkan Pasal 59 dan 60 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Pasal 59 menyatakan bahwa “Pemerintah atau badan publik lainnya wajib dan bertanggung jawab untuk memastikan perlindungan khususnya anak-anak dalam situasi darurat…”. Pasal 60 menyatakan bahwa “anak dalam situasi darurat adalah a) anak pengungsi, b) anak korban konflik, c) anak korban.

Siloam In Lenses