Isi Kandungan Surat Al Zalzalah Ayat 1-8 – At-Tirmidzi meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr: “Seseorang datang kepada Rasulullah. Seraya berkata: “Bacakan kepadaku wahai Rasulullah. “Dia berkata kepadanya: “Bacalah dalam -tiga huruf dengan “ar-raa”. .” Laki-laki itu berkata kepadanya: “Aku sudah tua, hatiku semakin keras, dan lidahku semakin mengeras.” Beliau berkata kepadanya: “Bacalah surat itu dengan haamiim.” Lalu orang itu berbicara seperti sebelumnya. Dia berkata: “Bacalah surat yang ada haamiimnya.”sebuah kata tasbih”. Orang itu terus mengatakan hal yang sama seperti kata-kata pertamanya. Kemudian orang tersebut berkata, “Tetapi bacakanlah kepadaku wahai Rasulullah, sebuah surah yang didalamnya terdapat.” Kemudian beliau membacakan untuknya: idzaa zulzilatil ardlu zilzaalaHaa (“Ketika bumi bergetar karena gemetarnya”) hingga selesai membacanya. Orang itu berkata: “Demi Yehuwa, yang mengutus kamu untuk bernubuat, aku tidak akan membantunya selamanya. .’ Beliau berkata, ‘Berbahagialah orang itu, diberkatilah orang itu,’” beliau berkata, “Kemudian orang tersebut mendatanginya dan berkata, ‘Idul Adha aku diperintahkan untuk merayakan umat ini.’ Kemudian laki-laki itu berkata kepadanya , “Bagaimana menurutmu, seandainya aku melihat seekor domba, bolehkah aku menyembelihnya? Beliau menjawab: “Tetapi kamu harus memotong rambutmu, memotong kukumu, mencukur jenggotmu. maka kamu akan mencukur rambutmu. Inilah terkabulnya kurbanmu di sisi Allah swt. Dan diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An- NASA-i.

“1. ketika bumi berguncang dengan guncangan (dahsyat), 2. dan bumi kehilangan bebannya (ditempatnya), 3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (berubah seperti ini)?” 4. Pada saat itu hari, bumi akan memberi kabar, 5. karena Tuhanmu telah memerintahkan (hal itu). 6. Pada hari itu, manusia akan keluar dari kuburnya di tempat yang berbeda-beda, agar mereka diperlihatkan (pahala) dari pahala mereka. Amalnya, 7. Siapa yang berbuat baik walaupun hanya seberat atom, maka dia akan melihat (pahalanya). 8. Dan siapa yang berbuat keburukan, walaupun sedikit, niscaya akan melihat (balasannya). (al-Zalzalah: 1-8)

Isi Kandungan Surat Al Zalzalah Ayat 1-8

Ibnu Abbas berkata: “idzaa zulzilati ardlu zilzaalaHaa (“Ketika bumi bergetar dengan gemetarnya”), yaitu keluar dari bawahnya. Wa akhrajatil ardlu atsqaalaHaa (“Dan bumi melepaskan beban beratnya”). Buanglah bagian dalamnya yang terdapat mayat. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh lebih dari satu ulama salaf. Dalam kitab sahihnya, Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, beliau bersabda: Allah Irak bersabda: “Bumi akan terbentang sebagian daratannya. perut buncit seperti tiang emas dan perak. Kemudian si pembunuh akan datang dan berkata, “Saya membunuh.” Kemudian kerabat tersebut akan datang dan berkata, “Saya telah memotong kerabat saya.” Kemudian pencuri itu datang dan berkata: Tanganku telah dipotong, dia meninggalkannya dan tidak mengambil apa pun darinya.

Baca Juga  Sebutkan Dua Ukuran Baku Dan Kegunaannya

Pdf) Penerapan Semitic Rhetorical Analysis (sra) Pada Surah Al Qiyamah

Dan firman Allah : Wa qaalal insaanu maa laHaa (“Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi seperti ini?” artinya mereka menolak kejadian bumi setelah mencapai keadaan bulat, tenang dan permanen. Kemana bumi bergerak lurus terlentang, maksudnya keadaannya terbalik total, dimana bumi ini bergerak dan berguncang hebat. Sebab, ada perintah dari Allah Ta’ala untuk melaksanakan guncangan yang telah disiapkan untuknya, yang menuju ke sana. tempat berlindung baginya, maka bumi akan mengeluarkan segala yang ada di dalam rahimnya, jenazah manusia terdahulu dan makhluk hidup yang terakhir, bumi selain bumi dan langit yang ada dan juga menampakkan diri kepada Allah Yang Maha Esa.

Firman Allah Ta’ala : yauma idzin tuhadditsu akhbaaraHaa (“Pada hari itu bumi akan memberitahukan beritanya”) artinya membicarakan tentang apa yang telah dilakukan manusia di atasnya. Imam Ahmad meriwayatkan, Ibrahim menceritakan kepada kami, Ibnul Mubarak menceritakan kepada kami, at-Tirmidzi, Abu ‘Abdirrahman an-Nasa-i dan bacaan Abu Hurairah ini, dia berkata: Rasulullah membaca ayat ini. : yauma idzin tuhadditsu akhbaaraHaa (“Pada hari itu bumi akan mengumumkan berita itu.”) Beliau bertanya, “Tahukah kamu berita apa yang disampaikannya?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasulullah lebih mengetahui.” Dia akan berkata, “Dia melakukan ini dan itu, dengan cara ini dan itu.” Kemudian at-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadits hasan sahih gharib.”

Firman Allah : bi anna rabbaka awhaa laHaa (“Sebab sesungguhnya Tuhanmu telah menurunkannya kepadanya.” Imam al-Bukhari berkata: “Perkataan auhaa laHaa, auhaa ilaiHaa, wahaa laHaa dan wahaa ilaiHaa adalah satu [adalah wahyu kepada dia.” Demikian pula Ibnu ‘Abbas berkata: auhaa laHaa sama dengan auhaa ilaHaa.” Secara lahiriah isi ini berarti memberikan izin kepada bumi. Syabib bin Bisryr meriwayatkan pada wibawa ‘Ikrimah pada wibawa Ibnu ‘Abbas, yauma idzin tuhadditsu akhbaaraHaa. (“Hari dimana bumi akan menyampaikan berita”) berkata: “Tuhan berfirman kepadanya: “Katakanlah,” kata Mujahid berkata: “Auhaa laHaa artinya: Allah telah memerintahkannya.” Al-Qurazhi berkata: “ Allah memerintahkan untuk terpecah belah.”

Baca Juga  Musik Eropa Bermula Dari Seni Musik Bangsa

Dan firman Allah Ta’ala : yauma idzin tuhadditsu akhbaaraHaa (“Pada hari itu bumi akan menyampaikan beritanya”) artinya mereka menentang adanya akuntansi dengan berbagai cara, kemudian jenis dan golongannya dalam memperoleh penderitaan dan kebahagiaan. . Ada pula yang diperintahkan masuk surga. Dan apa yang diundang ke neraka.

Jelaskan Isi Kandungan Surat

Firman Allah Ta’ala: liyuraw a’maalaHum (“Memperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka”) bermakna agar mereka mengetahui dan diberi pahala atas apa yang telah mereka kerjakan di bumi, baik baik maupun buruk. Lalu Dia bersabda: famay ya’mal mitsqaala dzarratin khairay yaraH. Wamay ya’mal mitsqaala dzarrating syarray yaraH (“Barangsiapa yang berbuat baik, meskipun kecil, pasti akan mendapat [pahala].” Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW meriwayatkan kepadanya, dan berilah dia ketenangan. Beliau bersabda: “Kuda itu untuk tiga orang. Bagi sebagian kuda itu pahala, bagi sebagian lagi menjadi satara [topeng], dan bagi sebagian lagi menjadi dosa. Pahala Dialah satu-satunya orang yang mengikat kudanya di jalan Allah, kemudian dia meninggalkannya lama-lama di padang rumput atau di kebun, itulah yang terjadi pada waktu dia menunggu di padang rumput dan di ladang. Berbuat baiklah baginya, dan jika ia berhenti makan, lalu kudanya melangkah satu atau dua langkah, maka baik pula baginya jejak dan tanahnya, dan kuda itu menjadi pahala bagi orang itu. Dan orang yang mengikat kuda itu demi kebaikannya. harta dan harga diri, tetapi tidak melupakan hak Allah dalam pemeliharaannya, maka kuda itu akan menjadi pelana baginya. Dan siapa yang mengikatnya karena kesombongan dan keserakahan, maka baginya dosa.”

Kemudian Rasulullah ditanya tentang keledai tersebut, dan beliau bersabda: “Allah tidak menurunkan apapun tentangnya kecuali ayat yang jelas yang antara lain: ‘Barangsiapa yang mengerjakan suatu kebaikan sebesar atom, niscaya akan melihat pahalanya. .Dan siapa yang melakukan kejahatan seberat atom pun, niscaya kamu akan melihat pahala.’” (HR Muslim).

Tag: agama, Al-Quran, al-zalzalah, Asbabun nuzul, az zalzalah, sejarah, sura zalzalah, surat zalzalah, tafsir al-Qur’an, Tafsir al-Qur’an Surah Al-Zalzalah, tafsir al-quran, tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Zalzalah At-Tirmidzi meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr, beliau berkata: “Seseorang mendatangi Rasulullah. Seraya berkata: ‘Bacakan untukku, Rasulullah.” Beliau bersabda kepadanya: ‘Bacalah surat “ar-raa” tiga kali. Laki-laki itu berkata kepadanya: “Aku sudah tua, hatiku semakin keras dan lidahku semakin mengeras.” Dia berkata: “Bacalah surat itu dengan haamiim.” Kemudian orang tersebut berbicara seperti semula, Beliau berkata: “Bacalah surat itu dengan haamiim”, kata tasbih.” Orang itu terus mengatakan hal yang sama seperti kata-kata pertamanya. Kemudian orang tersebut berkata, “Tetapi bacakanlah kepadaku wahai Rasulullah, sebuah surah yang didalamnya terdapat.” Kemudian beliau membacakan untuknya: idzaa zulzilatil ardlu zilzaalaHaa (“Ketika bumi bergetar karena gemetarnya”) hingga ia selesai membacanya. Orang itu berkata: ‘Demi TUHAN yang benar-benar mengutus kamu sebagai nabi, maka aku tidak akan pernah menolongnya.’ Beliau bersabda, ‘Berbahagialah orang itu, diberkatilah orang itu,’” beliau berkata, “Kemudian orang tersebut mendatanginya dan berkata, ‘Saya telah diperintahkan pada hari raya Idul Adha untuk merayakan hari raya. Lalu laki-laki itu berkata kepadanya, “Bagaimana pendapatmu, jika aku hanya melihat seekor domba, bolehkah aku menyembelihnya?” Beliau menjawab: “Tetapi kamu harus memotong rambutmu, memotong kukumu, mencukur jenggotmu dan mencukur rambutmu. Inilah pemenuhan kurbanmu di sisi Allah swt. dan diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa-i.

Baca Juga  Tabel 1.5 Hubungan Hukum Newton Dengan Peristiwa Sehari Hari

“1. ketika bumi berguncang dengan guncangan yang (dahsyat), 2. dan bumi terlepas bebannya (ditempatnya), 3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi seperti ini)?” 4. pada hari itu bumi akan mengumumkan berita tentang dia, 5. karena Tuhanmu telah memerintahkan (hal itu) untuknya. 6. Pada hari itu, manusia akan keluar dari kuburnya di berbagai tempat,​​​​​​​​​​ Tunjukkan (hadiah) untuk pekerjaannya, 7. Siapa pun yang melakukan perbuatan baik seberat atom sekalipun, niscaya dia akan melihat (pahala 8. Dan siapa yang berbuat keburukan atau sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan).” (al-Zalzalah: 1 -8)

Rpp 1 Qurdits Kelas 9

Ibnu Abbas berkata: “idzaa zulzilati ardlu zilzaalaHaa (“Ketika bumi bergetar karena getarannya”) artinya keluar dari bawahnya.

Arti surat al zalzalah ayat 4, tafsir surat al zalzalah ayat 7 8, arti surat al zalzalah, surat al zalzalah ayat 1 8, surat al zalzalah, kandungan surat al zalzalah, surat al zalzalah ayat 3 dan artinya, tafsir surat al zalzalah ayat 1 8, surat al zalzalah ayat 6, surat al zalzalah ayat 7 8, arti surat al zalzalah ayat 1 8, arti surat al zalzalah ayat 2