Jelaskan 3 Faktor Yang Mendasari Kecenderungan Tersebut – Apakah kamu suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda online secara gratis dalam hitungan menit! Buat flipbook Anda sendiri

42 Kelas Sosiologi Orang yang melanggar pola ini hanya akan dikritik oleh orang lain. Contoh teknik ini adalah melipat halaman buku untuk menandai bagian buku yang telah dibaca. B. Kebiasaan (ritual) Kebiasaan diartikan sebagai tindakan yang diulang-ulang dengan cara yang sama karena banyak orang yang menyukai tindakan tersebut. Sedangkan menurut R.M. Mac Iver dan Charles H. Page sebagaimana dikutip Soerjono Soekanto (1989), norma adalah perilaku yang diakui dan diterima oleh masyarakat. Tradisi lebih mengikat dibandingkan praktik. Tindakan menghormati orang yang lebih tua merupakan contoh norma sosial. C. Moral (Mores) Menurut Mac Iver dan Page yang dikutip oleh Soerjono Soekanto (1989), norma yang diterima sebagai norma pengatur menjadi moral (mores). Moralitas digunakan masyarakat secara sadar atau tidak sadar untuk mengendalikan anggota masyarakat. Etika mewajibkan anggota masyarakat untuk bertindak sesuai dengan norma-norma tersebut. Moralitas sangat penting dalam masyarakat karena: 1) Moralitas memberi batasan pada perilaku individu. Etika dapat memerintahkan atau melarang anggota masyarakat untuk melakukan tindakan tertentu. 2) Moralitas membedakan orang berdasarkan kelompoknya. Individu terikat oleh etika untuk mengubah tindakannya sesuai dengan etika yang berlaku. Kesediaan seseorang untuk mentaati suatu kode etik yang sah mendorong masyarakat untuk menerimanya. 3) Etika untuk menjaga persatuan antar anggota masyarakat. Karena kode etik berlaku bagi semua warga negara dari segala usia, kelas, dan gender, maka kode etik menjaga integritas dan kerja sama di antara anggota masyarakat. D. Tradisi (ritual) Nilai-nilai moral yang bersifat permanen dan menyatu dengan norma-norma sosial dapat meningkatkan kekuatan pengikatnya hingga menjadi tradisi. Anggota masyarakat yang melanggar adat akan mendapat hukuman berat dari masyarakat. Soerjono Soekanto (1989) mencontohkan adat-istiadat yang mencegah perceraian antara laki-laki dan perempuan pekerja pada umumnya di daerah Lampung. Pernikahan diartikan sebagai kehidupan bersama yang berlangsung selamanya dan hanya berakhir ketika salah satu dari mereka meninggal dunia (perceraian). Jika terjadi perceraian, bukan hanya nama pihak yang terlibat saja yang hancur.

Jelaskan 3 Faktor Yang Mendasari Kecenderungan Tersebut

Hukum Sosial dan Adat istiadat Sosial 43 Bahkan seluruh keluarga dan suku. Akibatnya laki-laki dan perempuan yang bercerai akan dikucilkan dalam masyarakat. Pengucilan ini juga berdampak pada keturunan orang tersebut hingga ia dapat kembali ke keadaan semula. Untuk mengembalikan nama baik yang rusak akibat perceraian, diperlukan upacara ritual khusus yang membutuhkan biaya besar. 3. Jenis-jenis norma sosial Norma sosial yang berlaku dalam masyarakat sangat beragam. Menurut ilmu sosial, norma-norma sosial yang berbeda dapat diklasifikasikan berdasarkan definisi berikut. ke Tradisi Keagamaan Tradisi keagamaan berasal dari Tuhan Yang Maha Esa dan diajarkan kepada manusia melalui ajaran agama. Misalnya saja puasa di kalangan umat Islam dan ajaran tidak boleh merugikan orang lain. Orang yang melanggar aturan agama akan dinyatakan bersalah. B. Moralitas Moralitas bersumber dari hati nurani sehingga seseorang dapat membedakan antara perbuatan yang dianggap baik dan perbuatan yang dianggap buruk. Contoh akhlaknya antara lain anak yang harus menghormati orang tuanya atau siapapun yang dilarang melakukan hubungan seks di luar nikah. Orang yang melanggar tata tertib akan ditolak lahir dan batin. C. Cara menghormati Cara menghormati mengacu pada perilaku yang dianggap normal dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh sopan santun adalah memberi salam ketika memasuki rumah seseorang, menyapa orang yang ditemui di jalan, atau makan dengan tangan kanan. Pelanggar praktik ini akan dikenakan sensor, sensor, dll. D. Kebiasaan Kebiasaan mengacu pada tindakan yang diulang-ulang karena banyak orang menyukainya. Misalnya kita pergi ke tempat yang jauh, kita membeli oleh-oleh untuk keluarga dan tetangga kita. Hukuman bagi yang melanggar adat istiadat berupa kecaman atau ekskomunikasi. Ya Peraturan Perundang-undangan Peraturan perundang-undangan merupakan seperangkat peraturan yang memuat petunjuk dan larangan yang dibuat oleh lembaga resmi seperti pemerintah. Misalnya perintah memakai helm biasa bagi pengendara sepeda motor atau UU Nomor 22 Dewan. Pelanggaran terhadap hukum akan mengakibatkan denda, penjara dan bahkan hukuman mati.

Baca Juga  Agama Islam Mudah Diterima Oleh Rakyat Indonesia Sebab

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Retensi Karyawan Pada Yayasan Pendidikan

44 Kelas X Sosiologi Bacalah teks berikut tentang situasi sosial di Kampung Naga. Cari tahu tentang nilai-nilai sosial dan adat istiadat sosial yang hidup di Kampung Naga dari bacaan ini. Hal tersebut menunjukkan peranan nilai-nilai sosial dan adat istiadat dalam kehidupan masyarakat Desa Kampung Naga. Presentasikan hasil diskusinya di depan kelompok. Lakukan kegiatan ini secara berkelompok. Kampung Naga Kampung Naga membangun kota yang sangat kuat mempertahankan tradisi yang ditinggalkan nenek moyang mereka. Menurut sistem pemerintahan, Kampung Naga termasuk dalam Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kawasan Kampung Naga terletak tidak jauh dari jalan utama yang menghubungkan kota Tasikmalaya dengan Garut. Untuk menuju Kampung Naga kita harus menuruni anak tangga sepanjang kurang lebih 500 meter dengan kemiringan 45 derajat, kemudian perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan yang menyusuri tepian Sungai Ciwulan hingga masuk ke Desa Naga. Meski mengaku beragama Islam, namun masyarakat Desa Kampung Naga sangat lekat dengan tradisi dan kepercayaan nenek moyang mereka. Syariat Islam yang mereka anut agak berbeda dengan penganut agama Islam lainnya. Misalnya, shalat wajib lima waktu hanya dilakukan pada hari Jumat. Sedangkan pada hari lainnya tidak melaksanakan salat wajib. Menurut mereka, menunaikan ibadah haji tidak perlu ke tanah suci Mekkah. Mereka menunaikan ibadah haji hanya dengan melaksanakan upacara Hajat Sasih yang bertepatan dengan Hari Haji. Menurut kepercayaan mereka, perayaan Hajat Sasih mirip dengan Idul Adha dan Idul Fitri. Banyak pria suka merantau. Di masa lalu, praktik ini mematuhi tradisi yang memaksa laki-laki untuk bertanggung jawab mengurus keluarga dan melindungi saudara perempuan dan laki-lakinya. Selain itu, migrasi juga didorong oleh ajaran Islam yang menempatkan umat beriman dan berilmu pada derajat yang lebih tinggi, serta semangat Islam untuk menjadikan hari esok lebih baik dari hari sebelumnya. Lingkungan seperti ini mendorong laki-laki Minang untuk memikirkan masa depannya, mencari kehidupan yang lebih baik, sehingga dapat menunaikan tanggung jawabnya sebagai laki-laki. Kemudian mereka pindah ke negara lain untuk mewujudkan harapannya. Praktek ini membuat masyarakat Minang dikenal sebagai masyarakat nomaden. Dulu, mereka terkenal sukses di luar negeri, sehat sekali, dan berilmu. Meski begitu, mereka tetap menghormati tradisi warisan orang tua dan memegang teguh keyakinan Islam.

Baca Juga  Jumlah Tumbuhan Di Hutan Sudah Mulai Berkurang Disebabkan Oleh

Tatanan Kehidupan Sosial dan Tradisi Sosial 45 Memenuhi tradisi yang diwariskan nenek moyang merupakan salah satu cara menghormati leluhur atau leluhur. Segala sesuatu yang tidak berasal dari ajaran Karuhun Kampung Naga dan tidak dilakukan oleh Karuhunnya dianggap tabu. Jika hal-hal menjijikan ini dilakukan berarti melanggar adat istiadat, tidak menghormati makhluk halus, dan akan menimbulkan bencana. Tradisi, adat istiadat atau adat istiadat tersebut masih mengikuti masyarakat Kampung Naga dalam kesehariannya. Pantang atau pantang adalah suatu perjanjian hukum tidak tertulis yang didukung dan dipatuhi oleh semua orang. Misalnya saja cara membangun rumah, bentuk rumah, arah muka rumah, seni, dan lain-lain. Rumah masyarakat Kampung Naga harus berbentuk rumah panggung yang terbuat dari jerami dan kayu. Atap rumah sebaiknya terbuat dari daun lontar, benang lontar atau alang-alang. Lantai rumah harus dari jerami atau papan kayu. Rumah sebaiknya menghadap utara atau selatan, disusun dari barat ke timur. Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu. Rumah bisa dicat putih atau diplester saja. Menurut warga Kampung Naga, rumah tidak boleh memiliki perabot seperti meja, kursi, dan tempat tidur. Pemasangan daun pintu juga diatur agar tidak bertumpu secara vertikal. Hal ini dilakukan agar rejeki yang masuk ke dalam rumah melalui pintu depan tidak keluar melalui pintu belakang. Kesenian lain yang boleh dipentaskan di Kampung Naga hanyalah kesenian warisan nenek moyang seperti gunungan, angklung, beluk, dan rengkong. Mereka menghindari pertunjukan kesenian dari luar Kampung Naga. Misalnya wayang golek, dangdut atau kesenian lainnya yang menggunakan waditra goong. Namun kesenian ini bisa disaksikan warga bila diadakan di luar kawasan Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga masih mempercayai adanya makhluk halus. Mereka mempercayai adanya jurig cai, yaitu makhluk halus yang hidup di air atau sungai, terutama di bagian sungai yang paling dalam. Ada juga ririwa yaitu makhluk halus yang suka mengganggu atau menakuti orang di malam hari. Ada kepercayaan di Kampung Naga terkait cuaca yang disebut kejahatan. Terkadang dianggap buruk, mereka tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang sangat penting, seperti membangun rumah, pernikahan, khitanan, dan upacara ritual. Masa yang dianggap pengecualian adalah yang disebut dengan bulan haram yang jatuh pada bulan Sapar dan Ramadhan. Pada bulan itu, warga Kampung Naga dilarang merayakannya karena bertepatan dengan hari raya Penyepi. Sumber : www.sundanet.com 4. Bagian dari Sosial Budaya merupakan petunjuk bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Norma juga merupakan aturan yang digunakan orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku. Lalu apa fungsi adat istiadat dalam kehidupan bermasyarakat? Norma sosial menjadi pedoman hidup anggota masyarakat. Norma-norma sosial dipelajari dalam proses sosialisasi, yaitu

Baca Juga  Apa Yang Dilakukan Orang Pada Gambar Tersebut

46 Kelompok Sosiologi Norma-norma yang dipelajari setiap anggota masyarakat mengatur perilaku masyarakat yang menganut nilai-nilai tertentu. Misalnya, seorang anak mempunyai budi pekerti yang baik dan menghormati orang tua serta guru. Contoh ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menganut pentingnya tata krama yang baik. Dengan kata lain, peraturan mengatur agar masyarakat memahami cara menjalankannya. Para sosiolog memahami norma sosial sebagai standar moral yang berbentuk kode-kode. Kode berupa peraturan yang memuat denda atau hukuman. Undang-undang atau peraturan ini mungkin menegakkannya. Menurut hukum peradilan yang disebutkan dalam UUD

Jelaskan berbagai macam kecenderungan kesalahan yang terjadi dalam proses penilaian kinerja karyawan, jelaskan peranan festival budaya tersebut dalam kegiatan ekonomi masyarakat, jelaskan beberapa hal hal yang mendasari terbentuknya organisasi regional asean, jelaskan pengaruh faktor lokasi dalam perkembangan industri, faktor yang mempengaruhi orang tersebut menderita penyakit aids adalah, jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna, jelaskan cara kerja mesin cuci tersebut, jelaskan syarat syarat pendirian pt tersebut, jelaskan faktor, jelaskan jenis persendian tersebut, jelaskan peristiwa transpor melalui membran yang terjadi pada gambar tersebut, jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim