Kegiatan Ekonomi Daerah Wonogiri Dipusatkan Pada Bidang Berikut Kecuali – Kabupaten Wonogiri (Bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦮꦦꦦꦦꦦꦦ, pegon: WANAGIRI, trans. Wanagiri) adalah sebuah wilayah di Jawa Tengah, Indonesia. Ibukotanya adalah Kabupaten Wonoghri. Secara geografis, Wonogiri terletak di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah. Bagian utara berhubungan dengan wilayah Karangyanar dan wilayah Sukhoharjo, bagian selatan berbatasan langsung dengan tepian pantai selatan, bagian barat berhubungan dengan Gunungkuli Yogyakarta, dan bagian timur berbatasan langsung dengan wilayah Jawa yaitu Pulau Jawa. Wilayah Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Pacitan. Luas wilayahnya 1.822,37 kilometer persegi dan jumlah penduduk 928.904 jiwa (2016).

Akan meningkat pada tahun 2021.

Kegiatan Ekonomi Daerah Wonogiri Dipusatkan Pada Bidang Berikut Kecuali

Sejarah berdirinya wilayah Wonogiri diawali dengan berdirinya “kerajaan kecil” di Niglarokh desa Pule kecamatan Selogiri. Di daerah ini mulai berkembang bentuk organisasi pemerintahan yang sangat terbatas dan sangat sederhana, yang kemudian menjadi simbol persatuan semangat perjuangan rakyat. Inisiatif menjadikan Nglarohi sebagai markas pertempuran Raden Massa datang dari masyarakat Wonogiri (Wiradiwangsa) yang didukung oleh masyarakat Nglarohi pada saat itu.

Waduk Wonogiri Bantuan Orba 1974 1983

Sejak saat itu, Nglarokh menjadi kawasan yang sangat penting yang akan memunculkan peristiwa bersejarah di masa depan. Hari Rabu Klivon, hari ke 3 Rabiul Awal (Mulud), tahun Jumakir, Windu Sengoro: Angrasa Retu ngoyang angang atau 1666 jika mengikuti perhitungan Masehi adalah hari Rabu tanggal 19 Mei 1741 Klivon (Kahutan Sumbering Giri). Linuwich), Nglaroh menjadi sebuah kerajaan kecil yang meskipun sangat sederhana namun diperkuat dengan terbentuknya para kepala suku dan patikh sebagai aparatur (lembaga administrasi) kerajaan tersebut. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, masyarakat Vonogry yang dipimpin oleh Raden Massa juga menunjukkan reaksi terhadap kolonialisme.

Kerja keras Pangeran Samber Nyawa (Raden Mas Sa) berakhir dengan hasil sukses yang mengukuhkan dirinya mampu menjadi adipati di Mankunegaran dan diberi gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mankunegoro 1. Peristiwa tersebut ditiru hingga saat ini dengan sikap Kahutaman (pemberani dan mulia) serta karena sifat dan perjuangan para tokoh dan tokoh masyarakat yang selalu mendukung semangat gotong royong seluruh masyarakat wilayah Wonogiri.

Baca Juga  Binatangnya Di Lumpur

Luas wilayah Wonogri adalah 7°32′-8°15′ Lintang Selatan, 110°41′-111°18′ Bujur Timur, 182.236 ha. Kondisi alamnya sebagian besar terdiri dari batu gamping, terutama di bagian selatan yang terdapat ribuan punggung gunung yang membentuk Bargawan Solo.

Lahan di wilayah Wonoghri sebagian besar datar, artinya sekitar 52% dari keseluruhan wilayah mempunyai kemiringan 15%. Sedangkan kemiringan daerah yang sedikit tidak stabil adalah 15-40% yaitu sekitar 26%, dan sisanya 22% lebih dari 40%. Topografi wilayah Wonoghri sebagian datar dengan ketinggian berkisar antara 100 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Bagian lain dari Kabupaten Wonogiri mempunyai tinggi 500 meter dan ketinggiannya bervariasi. Kecamatan yang terletak pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut adalah Kecamatan Jatiruto dan Karantenga.

Kerap Bersentuhan Dengan Logam Berat Timbal, Stikes Nasional Bekali Pembatik Cara Tangkal Gangguan Kesehatan

Letak geologi daerah Wonoghri adalah batuan yang tersingkap berumur Oligosen sampai Holosen dan terdiri dari batuan sedimen, batuan vulkanik, batuan beku dan sedimen permukaan. Struktur geologi yang terdapat di wilayah Wonoghri berupa sesar dan kekar, umumnya berarah barat-timur dan barat laut-timur-selatan. Pegunungan karst atau pegunungan kapur terletak di bagian barat daya dan selatan wilayah Wonogry, dan morfologinya bercirikan lembah dan perbukitan yang terjal, sempit, agak terjal, dengan kemiringan biasanya 15–30 persen. Di beberapa tempat di wilayah Wonoghri bagian selatan bercirikan gua dan sungai bawah tanah, sedangkan penggunaan lahan di sini adalah hutan teh, perkebunan campuran, semak belukar dan pemukiman.

Menurut klasifikasi iklim Köppen, wilayah Wonogary mempunyai iklim muson tropis yang dipengaruhi oleh pergerakan angin muson dalam dua musim, yaitu musim hujan dan musim hujan dan kemarau. Pengaruh angin timur yang kering dan dingin. Musim kemarau terjadi pada musim timur-tenggara pada bulan Mei sampai Oktober, dengan puncak musim kemarau pada bulan Agustus. Musim hujan terjadi pada musim muson barat laut-barat daya pada bulan November sampai April, dan puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari sampai Februari dengan curah hujan bulanan lebih dari 320 mm. Curah hujan tahunan di Wonoghr bervariasi antara 1700 hingga 2200 mm per tahun, dan jumlah hari hujan bervariasi antara 90 hingga 150 hari hujan per tahun. Suhu udara di Wonoghri berbeda-beda menurut ketinggian atau wilayah, namun suhu rata-rata di wilayah tersebut berkisar antara 20 °C hingga 33 °C, kecuali di daerah tinggi yang rata-rata suhu udaranya di bawah 21 °C.

Baca Juga  Program Yang Terkait Dengan Kkp Yang Akan Mengisi Mp3ki Adalah

Kabupaten Wonoghri terdiri dari 25 kecamatan, 43 kelurahan, dan 251 desa. Pada tahun 2017 berpenduduk 1.891.041 jiwa, luas wilayah 1.773,67 km2, dan jumlah penduduk 602 jiwa/km2.

Secara umum Kabupaten Wonogiri terbagi menjadi 2 kelompok. Wilayah selatan yang terbentang dari perbatasan wilayah Pashtan (provinsi Jawa Timur) hingga perbatasan wilayah Gunungkul (provinsi DIY) merupakan wilayah yang kaya akan batu kapur. Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan di area tersebut kecuali pertanian hujan (Palavia). Curah hujan tahunan rendah. Masih banyak perairan dalam di wilayah tersebut yang belum dieksploitasi. Di beberapa tempat terdapat padi jenis khusus (padi Gogo Rancah) yang berasal dari sawah, yang sengaja ditanam di tanah yang dituangkan ke dalam tanah.

Spkd 2011 2013 By Dwi Pramono

Sedangkan wilayah Ponorogo bagian Timur (Jawa Timur), wilayah Karangarar bagian utara, dan wilayah Sukoharjo bagian barat mempunyai karakteristik pertanian yang relatif baik. Curah hujan yang cukup dengan pengairan yang optimal dapat mendukung budidaya pertanian yang lebih menjanjikan dibandingkan di wilayah selatan. Terdapat banyak sawah di daerah tersebut.

Secara umum seluruh wilayah Wonoghri masih dapat menyediakan kekayaan hasil pertanian dan hortikultura. Singkong (ubi kayu), coklat (kakao), kacang mete, meringue dan sayuran merupakan contoh produk nabati yang relatif baik. Kacang mete juga menjadi salah satu sektor andalan sektor pertanian Wonoghri Timur.

Contohnya adalah Pengobatan Herbal Tingkat Lanjut. Perusahaan yang memproduksi produk jamu kemasan kelas atas ini merupakan salah satu industri yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

Terdapat juga industri jamu skala kecil, dan banyak dukun yang menjualnya di pasar lokal. Banyak obat-obatan herbal yang merantau dari daerah ini ke tempat lain dan kemudian ada di kota-kota besar di Indonesia.

Kelas2 Geografi Dibyosoegimo

Selain obat-obatan herbal, Kabupaten Wonogiri juga memiliki industri daging dan makanan. Seperti halnya perajin jamu, banyak pula yang merantau ke luar daerah dan kemudian mendapatkan hasil yang memuaskan.

Industri transportasi di wilayah Wonogry juga terkena dampaknya. Terdapat beberapa perusahaan bus AKAP (Antar Kota) yang dimiliki oleh pengusaha lokal. Rata-rata mereka ke Jakarta, beberapa kota di Jawa Barat, Pulau Sumatera, dan Kota Denpasar.

Baca Juga  Manfaat Padi

Industri batu akik yang terletak di kawasan Grivoyo juga menjadi mesin perekonomian potensial di kawasan Wonogry. Beberapa industri kecil menengah di daerah Wonoghri juga mempunyai potensi dan sedang berkembang pada industri furnitur dan batik.

Perkembangan jasa telekomunikasi juga membantu wilayah Wonoghri mendapatkan pelayanan telekomunikasi yang baik. Indonesia PT Telekomunikasi telah menyelenggarakan kantor layanan. Dengan kapasitas lebih dari 3.000 STO (Automated Call Center) yang semakin mendukung perluasan operator seluler, layanan telekomunikasi dapat dinikmati. Seluruh operator (Telkomsel, Excelcom, Indosat) telah memasang peralatan BTS (Base Transceiver Station) di pusat kota Wonogry. Ponsel sudah merambah beberapa kecamatan, setelah itu muncullah BTS milik Smartfren.

Kisah Sukses Dana Desa

Kecuali kota-kota terdekat, sebagian besar perusahaan bus beroperasi pada rute Wonogiri-Jakarta. Jadi bagi yang keluar masuk Wonogry tidak perlu khawatir, ini layanan bus. Bus untuk rute Wonogiri-Jakarta:

Selain itu, terdapat pula angkutan antarprovinsi dengan minibus yang dapat melayani layanan door-to-door. Layanan Trans Jateng rencananya akan diluncurkan pada tahun 2023.

Pada jalur kereta api, Wonogiri hanya terhubung dengan Surakarta. Umumnya KA penumpang berangkat dari Wonogir ke Surakarta hanya satu kali saja. Sekarang ada tempat untuk KA. Railbus Feeder Surakarta-Wonogiri merupakan kereta api atau railbus bernama “Batara Krishna” yang diresmikan pada tanggal 26 Juli 2011 oleh Menteri Perhubungan Freddie Number oleh Walikota Surakarta Joko Voodoo. Kereta ini terdiri dari satu set tiga gerbong berkapasitas 160 penumpang dan diproduksi oleh PT Inka Madiun. Keunggulan kereta api ini adalah memiliki kecepatan hingga 100 kilometer per jam serta merupakan yang pertama dan satu-satunya di Pulau Jawa yang dilengkapi pendingin ruangan (AC). Namun sayang, hingga saat ini KA tersebut belum bisa beroperasi karena masih dalam tahap pembangunan di INKA Madiuni dan menunggu rehabilitasi jalur Sukhoharjo-Wonoghri.

Pesawat dapat mencapai kawasan Wonogiri dengan mendarat di dua bandara terdekat yaitu Bandara Adisumarmo dan Bandara Adisupipto di Surakarta atau Bandara Yogyakarta di Yogyakarta. Anda kemudian dapat menggunakan transportasi umum atau pribadi ke Wonogry.

Aristo Vol 06 No 01 Januari 2018 By Adam Hilman

Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi di kawasan Wonogry. Serta wisata spiritual, wisata petualangan, wisata pantai, wisata alam dll. Diantaranya adalah Wisata Waduk Gajah Mungkur, Wisata Pantai Nampu dan Wisata Gantole.

Terdapat sebuah tempat bersejarah bernama “Kahyangan” di Dlepich Hamul, Tirtomoyo, 47 km dari ibu kota kawasan Wonoghri.

Wisatawan dari kota Vongori dapat naik bus dari terminal bus Grivono dekat Ponten (di sebelah kantor Kementerian Pertanian) dan minibus menuju Tirtomoyo. Dari Tirtomoyo Anda bisa naik jalur Angdes menuju Kahiangan atau Sukarjo. Tidak ada tikungan sampai Kahangani jadi harus terus berjalan di sekitar jalan 1