Nama Kelompok Yang Bagus – Melalui perkawinan ini dipastikan terjadi perkawinan campuran antara muslim dan non muslim yang kemudian mengubah kerajaan Pontianak yang rajanya bernama Habib Husein bersama dengan Nya’i Tua putri Dayak dari Kerajaan Matan. Melalui bisnis Sebagian besar penduduk Kalimantan Barat tinggal di daerah pesisir atau sungai. Islam menyebar dan berkembang melalui kegiatan perdagangan yang awalnya di daerah pesisir seperti Kota Pontianak, Ketapang atau Sambas kemudian menyebar hingga ke hulu sungai.

3 Melalui Dakwah Islam diajarkan dengan damai dan salah satunya diajarkan melalui metode dakwah para mubaligh dan guru. Adapun nama-nama mubaligh dan guru dalam penyebaran Islam di Kalimantan Barat pada awal abad ke-20 menurut Mohd Malik (1985:48), di antaranya adalah Haji Mustafa dari Banjar ( ), Syeh Abdurahman dari Taif, Madinah ( ), Haji Abdul Hamid dari Palembang ( ), Sulaiman dari Nangah Pinoh dan Haji Ahmad dari Jongkong. Para mubaligh dan ustadz ini mengajarkan membaca Al-Qur’an, hukum, Hadits, dan ilmu-ilmu agama Islam lainnya, yang dilakukan di masjid atau rumah-rumah. Dalam pengajaran membaca Alquran mereka menggunakan metode Baqdadiyah.

Nama Kelompok Yang Bagus

4 4. Melalui Penyebaran Kesenian Islam di masyarakat Kalbar juga melalui kesenian tradisional. Hal ini bisa dikaitkan dengan masyarakat Cupang Gading. Sastra tradisional dalam Cupang Gading menunjukkan adanya nilai-nilai Islam. Dengan mengkolaborasikan antara nilai-nilai Islam dan nilai-nilai seni memberikan bahan bagi penyebaran Islam itu sendiri. Integrasi nilai-nilai lokal dengan Islam dapat dilihat dalam prosa populer yang dikenal dengan bekesah dan seni Jepin Lembut (tarian khas samba) di daerah Sambas. Bersamaan dengan berbagai kesenian, kemudian digunakan sebagai sarana dakwah dalam penyebaran Islam di Kalbar.

Contoh Cover Makalah: Pengertian, Ciri, Format Dan Templatenya

Kesultanan Pasir (1516) Kesultanan Banjar ( ) Kesultanan Kotawaringin Kerajaan Pagatan (1750) Kesultanan Sambas (1671) Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura Kesultanan Berau (1400) Kesultanan Sambaliung (1810) 2 Kesultanan Gunung (1810) 21810) Kesultanan Gunung (21810) Kesultanan 2 Gunung7 ) Kerajaan Tidung Kuno ( ) Dinasti Tangara ( ) Kesultanan Bulungan (1731)

6 Kesultanan Paser Kesultanan Paser (dulu dikenal dengan nama Kerajaan Sadurangas) adalah sebuah kerajaan yang berdiri pada tahun 1516 dan diperintah oleh seorang wanita (Ratu I) bernama Putri Di Dalam Petung. Wilayah kekuasaan Kerajaan Sadurangas saat ini meliputi Kabupaten Paser, serta Kabupaten Penajam Paser Utara, Balikpapan dan Pamuka.

Baca Juga  Tujuan K3lh

7 Kesultanan Banjar Kerajaan Banjar adalah sebuah kesultanan yang saat ini memiliki wilayah di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kesultanan ini awalnya beribukota di Banjarmasin kemudian berpindah ke berbagai tempat dan terakhir di Martapura. Saat itu ibu kotanya Martapura disebut juga Kerajaan Kayu Tangi di bawah pimpinan Prabu Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa.

Kerajaan Kotawaringin adalah provinsi yang merupakan cabang dari Kesultanan Banjar dan wilayah utamanya sekarang menjadi provinsi Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah yang menurut catatan istana al-Nursari (terletak di Kotawaringin Lama) didirikan pada tahun 1615.

Nama Kelompok Pkkmb Maba

9 Kesultanan Pagani Kerajaan Pagani ( ) merupakan sub-negara yang merupakan daerah otonom bagi pendatang Bugis di Kesultanan Banjar. Pemerintahan mandiri ini merupakan salah satu pemerintahan yang berdiri di wilayah Tanah Kusan atau di wilayah Sungai Kusan (sekarang wilayah ini masuk dalam Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan). Wilayah Tanah Kusan berdekatan dengan wilayah Kerajaan Tanah Bumbu (yang meliputi provinsi: Batu Lincin, Cantung, Buntar Laut, Bangkalaan, Tjingal, Manunggul, Sampanahan).

10 Kesultanan Samba Kerajaan Pagani ( ) [1][2] merupakan sub-negara yang merupakan daerah otonom bagi pendatang Bugis di Kesultanan Banjar. Pemerintahan mandiri ini merupakan salah satu pemerintahan yang berdiri di wilayah Tanah Kusan atau di wilayah Sungai Kusan (sekarang wilayah ini masuk dalam Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan). Wilayah Tanah Kusan berdekatan dengan wilayah Kerajaan Tanah Bumbu (yang meliputi provinsi: Batu Lincin, Cantung, Buntar Laut, Bangkalaan, Tjingal, Manunggul, Sampanahan).

Kesultanan Kutai atau lebih lengkap disebut Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Martapura) adalah kesultanan Islam yang didirikan pada tahun 1300 oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti di Kutai Lama dan berakhir pada tahun 2001 muncul kembali di Kalimantan Timur. setelah dihidupkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai upaya melestarikan budaya dan adat Kutai Kedaton. Kebangkitan Kesultanan Kutai Kartanegara ditandai dengan penobatan putra mahkota Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat sebagai Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan gelar Sultan Aji Muhammad Salehuddin II pada tanggal 22 September 2001. .

A. Melalui Pedagang Penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Selo Selatan, dilakukan oleh para pedagang Muslim yang menjalin hubungan dagang antara pulau-pulau dengan pedagang lokal dan perdagangan internasional. Yang membawa Islam ke Sulsel adalah para pelaut dari Arab, kemudian pedagang India, dan pedagang Iran. Pengaruh Islam semakin kuat setelah Malaka ditaklukkan Portugis pada tahun 1511 M. Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis, masih banyak lagi kerajaan-kerajaan Islam di pulau Jawa dan sekitarnya. Pemerintah pesisir Jawa, Kalimantan, Sulsel dan Maluku mulai berinteraksi dengan para pedagang Muslim Melayu. Pendirian kerajaan-kerajaan di pesisir Pulau Jawa sekitar Masehi dilakukan secara bertahap dan didahului proses Islamisasi yang berlangsung di kalangan masyarakat.

Baca Juga  Rangkaian Titik Yang Memanjang Dan Memiliki Arah Disebut

Nama Kelompok Prakarya

13 B. Seorang musafir Tionghoa Muslim bernama Ma Huan mendokumentasikan pengaruh Muslim Tionghoa di Jawa. Ma Huan yang membawa pembesar Tionghoa itu saat itu mengunjungi Tuban, Gresik, dan Surabaya, sebuah kawasan di pantai utara pulau Jawa. Sebagian besar orang Tionghoa di pesisir utara Pulau Jawa pada tahun 855 M menerima Islam dan penduduk asli yang menyembah berhala juga menerima Islam sebagai Tionghoa. Kebangkitan orang Melayu dalam Islam tumbuh dan berkembang di Korea Selatan tidak terlepas dari aktivitas perdagangan yang berlangsung di pulau-pulau kepulauan tersebut, khususnya di Maluku. Seorang Muslim dari Persia yang berkunjung ke Indonesia bagian timur memberikan informasi tentang kedatangan Islam di Afrika Selatan. Ia mengatakan bahwa di Sula (Sulawesi) terdapat umat Islam pada waktu itu menjelang akhir abad ke-2 Hijriah. Ia juga yang menginformasikan tentang keberadaan Islam di kalangan masyarakat Sulsel. Menurutnya, Islam di Sulsel juga dibawa oleh Sayyid Jamaluddin Akbar Al-Husaini yang datang dari Aceh melalui Jawa (Pajajaran).

14 Sayyid Jamaluddin datang atas undangan raja yang masih beragama Budha, Prabu Wijaya yang memerintah Pajajaran pada tahun Sayyid Jamaluddin Akbar Al Husaini melanjutkan perjalanannya ke Sulsel dengan kafilahnya yang berjumlah 15 orang. Mereka memasuki daerah Bugis dan mendirikan ibu kota di Tosorawajo dan meninggal di sana sekitar tahun 1320 Masehi. Hal ini menjadi bukti bahwa jauh sebelum Islam resmi diterima sebagai agama Kerajaan Selo Selatan, pengetahuan tentang Islam sudah ada di masyarakat. melalui interaksi sosial dan hubungan bisnis antara individu dan kelompok.

Kontak awal dengan Islam Penyebaran Islam ke pulau-pulau selalu terkait dengan jalur perdagangan. Selain itu, dalam ajaran Islam, seiring dengan perkembangannya, terdapat kelompok-kelompok yang secara khusus menyebarkan agama ini. H.J. de Graaf lebih melihat proses Islam di Asia Tenggara berdasarkan literatur Melayu, bahwa menurutnya Islam yang muncul di Asia Tenggara sebenarnya berjalan melalui tiga cara, namun cara-cara tersebut dilakukan secara berurutan, yaitu: oleh pedagang prosesnya . mereka berada dalam bisnis perdamaian. , dan orang-orang suci dan suci yang datang dari India dan negara-negara Arab lainnya yang bertujuan untuk masuk Islam, dan akhirnya dengan cara kekerasan menyatakan perang untuk kerajaan yang mereka anggap musyrik.

Baca Juga  Pulau Manakah Yg Paling Padat Penduduknya Di Indonesia

16 Kerajaan Gowa-tallo Kerajaan Gowa dan Tallo lebih dikenal dengan nama Kerajaan Makassar. Kerajaan ini terletak di wilayah Sulawesi Selatan. Secara geografis, Sulawesi Selatan memiliki posisi yang penting, karena dekat dengan jalur perdagangan pulau-pulau tersebut. Bahkan, kawasan Makassar menjadi persinggahan para pedagang, baik dari Indonesia timur maupun pedagang dari Indonesia barat. Dengan luas wilayah seperti ini, Kerajaan Makassar menjadi kerajaan yang besar dan kuat di jalur perdagangan pulau tersebut.

Matan Abi Syuja Jinayat Janin Riza Bagus P

17 Sejarah Awal Kesultanan Gowa atau kadang ditulis Goa merupakan salah satu kerajaan terbesar dan tersukses di wilayah Sulawesi Selatan. Penduduk kerajaan ini berasal dari suku Makassar yang tinggal di ujung selatan dan pantai barat Sulawesi. Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa daerah sekitarnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bernama Sultan Hasanuddin yang pada saat itu melakukan perang yang dikenal dengan Perang Makassar ( ) melawan VOC yang didukung oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh cabang dinasti keluarga Bugis dan rajanya Arung Palakka. Perang Makassar bukanlah perang antarsuku karena pihak Gowa memiliki sekutu di kalangan Bugis; Begitu pula di pihak Belanda-Bone ada sekutu orang Makassar. Pertempuran Makassar adalah perang terbesar yang pernah dilakukan VOC pada abad ke-17. Semula di Kabupaten Gowa terdapat sembilan komunitas yang dikenal dengan Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat pemerintahan Gowa: Tombolo, Lakiung. , Parang- Parang, Selesai, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili. Melalui berbagai cara, baik secara damai maupun paksa, masyarakat lain bersatu membentuk Kerajaan Gowa. Sejarah pendahulu Gowa dimulai dengan Tumanurung yang merupakan pendiri Keraton Gowa, namun tradisi Makassar lainnya menyebutkan empat orang yang mendahului Tumanurung, dua yang pertama adalah Batara Guru dan saudara-saudaranya.

Sultan Alauddin dengan nama asli Karaeng Ma’towaya Tumamenanga ri Agamanna. Adalah raja Gowa Tallo yang pertama kali masuk Islam yang memerintah sejak tahun itu untuk membantu Daeng Manrabia (raja Tallo) bernama Sultan Abdullah. Sultan Hasanuddin (lahir Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 – meninggal Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 umur 39 tahun) adalah Raja Gowa ke-16. Pahlawan nasional Indonesia lahir dengan nama I Malombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah masuk Islam, dia menerima

Nama kelompok yang bagus dan bermakna, nama kelompok tani yang bagus, nama kelompok usaha yang bagus, nama kelompok yang lucu, nama kelompok yang unik, nama kelompok yang keren, nama untuk kelompok yang bagus, nama bagus untuk kelompok, contoh nama kelompok yang bagus, nama kelompok yang bermakna, nama kelompok yang islami, nama nama kelompok yang bagus