Pupuh Naon Anu Kudu Ditembangkeun Teh – Apakah kamu suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat flipbook Anda sendiri

E. Menggunakan lawan kata Pada kalimat di bawah ini, isi dengan lawan kata. 1. Saya tidak ingin sepatu mahal. Hanya saja ___________ layak digunakan. 2. Dilihat dari atas, pesawatnya kecil. Tapi karena saya di _______, lebih baik, kan? 3. Saya lelah mengendarai sepeda di jalan yang menanjak. Ini tidak seperti di jalan yang _______ mani itu ringan. 4. Nah, kamar ini luas, bisa muat tempat tidur dan lemari pakaian. Ruang belakang adalah __________. 5. Setelah dibersihkan dan disemprot dengan parfum saya, kamar mandi yang sebelumnya berbau sekarang menjadi _________. 6. Mungkin sepatunya kering, Anda hampir tidak ingin memakainya untuk olahraga. Aku masih ________, Jang. 7. Kita harus ingat jasa orang lain, walaupun kecil, usahakan jangan berlebihan. 8. Jangan terlalu banyak mengoleskan tempe yang ingin digoreng, harus _______ agar matang. 9. Jangan bunuh ayam ini sekarang, karena ini ayam. Mengubah yang baik segera, jadi _________. 10. Bukan kebetulan saya membeli kadu mentah, mungkin sudah ________, dan warna kulitnya kuning. F. Nyanyikan lagu Yu ayo nyanyikan lagunya! Sikap hemat dapat ditulis menggunakan penumbra. Tentu saja, Anda bisa bernyanyi. Saat duduk di kelas satu dan dua, dia belajar menyanyi kupah. Sekarang yang ingin Anda pelajari adalah bean bag. Saya akan mengurus mangsanya dulu, ini lagu yang akan dinyanyikan guru. Setelah itu, saya terus mengikuti tepi sejauh yang saya bisa. 90 programmer untuk belajar bahasa Sunda untuk siswa SD/MI kelas III

Pupuh Naon Anu Kudu Ditembangkeun Teh

Yang penting kita hemat listrik – gak ribet Lampunya nyala sesuai kebutuhan – dipakai Habis, kalo udah gak nyalain lampunya – tidur Nyalain tv aja mulai – itu akan menjadi keras Pilih program yang tepat – dan orang banyak Jangan lupa, jangan lupa TV matikan – silakan hubungi teman Anda – dengan ponsel Anda Jika Anda tidak tinggal tanpa pulsa lama – malapetaka Kalo pulsa habis, pulsa habis, waktunya berhenti – barabé G. Memetakan Percakapan Percakapan 1 (Ridwan mendekati Firdaus, dia ingin mengajaknya berlatih ping pong . ) Ridwan : Ayo latihan tenis meja! Firdaus: Pertama tunggu sebentar, ini nunggu air. Ridwan: (tertawa) Ngapain nunggu, disini airnya gak mengalir. Firdaus: Iya nunggu sebentar tapi nyala. Jika bak kamar mandi penuh, Anda ingin segera mematikannya. Ridwan: Ya, benar. Anda harus menunggu borgol. Kami tidak membuang-buang listrik. Firdaus: Dan ketika bak mandi penuh, air terus keluar dari tangki. Pengembangan Pembelajaran Bahasa Sunda 91 untuk Siswa Kelas III SD/MI

Baca Juga  Tentukan Hasil Operasi Hitung Campuran Berikut

Soal Bahasa Sunda

(Hermina mendekati Ridwan dan Firdaus.) Hermina: Senang bisa disini. Biarkan aku pergi bersamanya, tapi Ridwan dan Firdaus akan berlatih tenis meja. Firdaus: Tunggu sebentar lagi. Sepuluh menit lagi. Ridwan: Kenapa Hermina tidak diserahkan ke sepeda? Hermione: Oh, ayolah, jangan terburu-buru. Ridwan: Iya, saya punya motor tapi harus pakai bahan bakar. Saya berjalan tetapi menghemat bahan bakar. Firdaus : Iya, iya. Untuk musim ini, saya menabung. Hermina: Ini satu musim lagi, dan saya harus menabung sepanjang waktu. Ridwan: Tadi kan udah bilang Firdaus nunggu air. Jika bak sudah penuh, Anda ingin mematikannya dengan cepat. Firdaus: Menghemat listrik. Jika Anda tidak perlu menyalakan komputer, komputer harus dimatikan dengan cepat. Hermina: Tapi itu kata Guru. Kita harus bisa menghemat energi. 92 Pengembangan Pembelajaran Bahasa Sunda Untuk Siswa Kelas III SD/MI

Percakapan 2 Ibu : Matikan lampunya Yani, ini sudah siang. Mulyani: Saya akan, Bu. Apa: Ya, jangan pikirkan tentang tadi malam. TV menyala saat tidak ada yang menonton. Mulyani: Bukan saya yang akan menyalakannya, tapi Dé Irman. Apa: Siapa yang akan menyalakannya? Hanya ketika tidak ada penonton, matikan saja TV. Ibu: Siapa yang mematikannya tadi malam? Apa itu? Ibu : Ah, Yani akan selalu lupa. Karena bahasa itu, itu tidak dinonaktifkan. Pengembangan Pembelajaran Bahasa Sunda 93 untuk Siswa Kelas III SD/MI

Mulyani: Saya sedang terburu-buru, Bu. Apa: Jangan buru-buru lupa, Yani. Tapi itu buang-buang listrik jika menyala saat tidak digunakan. Ibu: Kembalilah jika terjadi kebakaran. Mulyani: Baiklah, nanti saya tidak akan lupa bu. Apa: Cukup, kita harus menghemat listrik. Mulyani: Baik, Ayah. Di sekolah, guru akan menjelaskannya. Ibu: Bahkan jika guru memberi tahu saya. Mulyani: Pak Saudara, itu yang harus saya sampaikan. Hari ini di kamar mandi, keran dimatikan lagi. Apa: Yani memberitahuku. Mulyani: Aku akan memberitahumu, tapi itu Dé Irman. Oleh Apa segera beritahu dia. Apa: Ya, kami sudah memberi tahu Anda. 94 Pengembangan Pembelajaran Bahasa Sunda untuk Siswa SD/MI Kelas III

Baca Juga  Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Rukun Dari Khutbah Jum'at Adalah

A. Membaca dalam hati Selain cerita tentang hewan, ada cerita lain yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari masyarakat. Saat ini saya akan membaca dalam hati saya cerita seperti itu. Kisah ini tentang cinta orang tua kepada anak-anaknya. Apa yang disebut cinta tidak berarti cinta. Saya selalu membacanya langsung sampai saya mengerti isinya. Dongeng 1 Warisan Emas Ayah Sebelum meninggal, ayah Dulmanan berkata kepada putra-putranya: “Tamu, Nyai, sekarang ayah ingin berbicara dengan ketiganya. Ayah punya emas, dikubur di belakang rumah. , untuk bertahan seumur hidupku.” 96 Pengembangan Pembelajaran Bahasa Sunda Untuk Siswa SD/MI Kelas III

Mengenal Dan Menerjemahkan Contoh Pupuh Pucung Basa Sunda

Itu baru amanat. Romo Dulmanan tidak menjelaskan, emas yang dikuburkan di mana lebah itu. Yang membuat anak-anak bingung karena tanah di belakang rumah itu luas. Seperti ceritanya, ketiga anak laki-laki itu mencari emas yang disuruh ayah mereka. Pertama, tanah yang berkembang biak adalah yang dekat dengan rumah. Namun rasa sakit itu sudah ada selama tiga hari dan emas yang terkubur belum ditemukan. “Apa yang akan kita lakukan sekarang?” kata putra sulung, bernama Salhiam. “Ayolah, kangen,” kata anak tengah yang bernama Salhapi. Deker bekerja lagi. Tanah yang digarap diperluas, batasnya setengah dari permukaan tanah. Tapi selama emas yang dibicarakan ayahnya tidak ditemukan. “Saya lelah, kami bertiga sudah seminggu menggali tanah, tetapi emas yang kami cari tidak ditemukan,” kata Salhiam. “Iya Kak. Tapi karena sudah risih kerja, ya kita lanjutkan,” kata putri bungsu, perempuan bernama Salwati. Lantai terus jatuh, dan tidak ada yang terjadi. Tanah di belakang rumah bertambah banyak, tetapi tidak sampai ditemukan emas. Akhirnya mereka berhenti, karena lahan yang ingin mereka garap habis. Juga, hujan mulai turun. “Ah, tidak ada yang lebih baik dari emas,” kata Salhapi. “Iya. Saya kira bapak bohong, barang bukti sudah digeledah selama dua minggu, emasnya tidak ditemukan,” kata Salhiam. “Ah, semoga ayah saya berbohong,” kata Salwati. Pengembangan Pembelajaran Bahasa Sunda 97 untuk Siswa Kelas III SD/MI

Baca Juga  Notasi Angka Dari Not Balok Tersebut Yang Benar Adalah

“Tapi bukti emasnya tidak ditemukan. Itu sebabnya bapaknya bodoh,” kata Salhapi. Salwati tidak mengatakannya. Dia tidak percaya bahwa ayahnya berbohong. Tapi dalam kesaksian, emas yang dikatakan ayahnya tidak lebih baik. “Saya pergi ke kota, saya akan mencari pekerjaan,” kata Salhiam. “Ya, saya berharap bisa mencari pekerjaan di kota,” kata Salhapi. “Saya tidak akan pergi dari sini , Kak,” kata Salwati. “Kenapa? Apakah Anda ingin terus mencari emas yang ayah ceritakan kepada saya?” tanya Salhapi. “Oh, tidak. Saya tidak akan terus mencari emas, kata Salwati. Mengapa Anda ingin tinggal di sini? kata Salhiam. Luas tanah yang telah ditanami, di luar sekarang musim hujan sudah mulai. Saya ingin menanami tanah itu. ,” kata Salwati. Setelah yang lebih muda mengatakan itu, Salhiam dan Salhapi berpikir bahwa sebaiknya tanah yang bertunas digunakan untuk menanam pohon. Yang membuat mereka tidak jujur ​​pergi ke kota. Singkat cerita, tanah di belakang rumah masih ditanami jagung. Tanah sudah tumbuh, dan sekarang sudah musim hujan, jagung yang ditanam disana akan menghasilkan bibit yang bagus. Ini besar dan buahnya, sulit. Tak lama kemudian jagung ditanam dan bisa dipanen. Hasilnya bijinya banyak, dan akhirnya ada juga yang dijual di pasaran. Mereka menghasilkan uang dengan menjual jagung. “Ya, ayah tidak berbohong,” kata Salhiam. “Tanduk emas yang ayah katakan kepada saya adalah Anda harus mau bekerja dulu untuk mengolah tanah, karena itu akan menghasilkan,” kata Salhapi. 98 Mengembangkan Pembelajaran Bahasa Sunda Untuk Siswa Kelas III SD/MI

Salwati tidak mengatakan apa-apa, dia hanya tersenyum bahagia. Setelah diketahui bahwa ketiga saudari itu lebih menghormati ayah mereka, meskipun itu hanya namanya. Perkataan ayahnya ternyata benar, dan bisa dibuktikan bahwa tanah di belakang rumahnya bisa menghasilkan kekayaan. Kekayaan hari ini sama dengan emas.

Naon anu dimaksud dongeng