Salah Satu Contoh Pengaruh Islam Di Kalangan Istana Adalah – Islam masuk ke istana raja Diciptakan oleh : – Muhammad Alfaiz Hamdan (c) – Muti Nur Arsha – Intan Iviola – Asti Suryavidyasti

• Kesultanan Pasai, juga dikenal sebagai Samudera Darussalam, atau Samudera Pasai, adalah sebuah kerajaan Islam yang terletak di pantai utara Sumatera, sekitar Kota Luxemburg dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.

Salah Satu Contoh Pengaruh Islam Di Kalangan Istana Adalah

• Tidak banyak bukti arkeologi tentang kerajaan ini yang dapat dijadikan bahan kajian sejarah. Namun beberapa ahli sejarah mulai menelusuri keberadaan kerajaan ini, yang berasal dari Hikayat Raja Pasai, [2] dan dikaitkan dengan makam beberapa raja dan ditemukannya koin yang terbuat dari emas dan perak bertuliskan nama raja tersebut.

Buka Pintu Masjid Untuk Semua Demi Keharmonian Agama Di S’pura, Berita Setempat

• Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu bergelar Sultan Malik al-Saleh sekitar tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini juga dijelaskan dalam kitab Rihlah Ila al-Masiriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah bin Batutah (1304 ) ). –1368), seorang musafir Maroko yang mengunjungi negara itu pada tahun 1345. Kesultanan Pasai akhirnya runtuh setelah serangan Portugis pada tahun 1521.

• Islam adalah agama yang dianut oleh masyarakat Pasai, meskipun pengaruh Hindu dan Budha juga mewarnai masyarakat tersebut. Dari catatan Ma Huan dan Tomé Pires [7], mereka membandingkan dan menyebutkan bahwa sosial budaya masyarakat Pasai mirip dengan Malaka, seperti bahasa, serta tradisi dalam upacara kelahiran, pernikahan, dan kematian. Kemiripan itu bisa jadi memudahkan masuknya Islam di Malaka dan kedekatan itu diperkuat dengan pernikahan putri Pasai dengan Raja Malaka sebagaimana diceritakan dalam Sulatus Salatin.

• Pasai adalah kota dagang yang mengandalkan lada sebagai komoditas utamanya, catatan Ma Huan menyebutkan 100 kucing lada dijual dengan harga 1 tahil perak. Dalam perdagangan Kesultanan Pasai mengeluarkan koin emas sebagai alat transaksi kepada rakyatnya, mata uang itu disebut Deureham (dirham) yang terbuat dari 70% emas murni dengan berat 0,60 gram, diameter 10 mm, nilai . dari 17 karat.

• Sedangkan masyarakat Pasai umumnya menanam padi di sawah yang panennya dua kali setahun, dan memiliki sapi perah untuk menghasilkan keju. Sedangkan rumah warga rata-rata memiliki tinggi 2,5 meter yang terbagi menjadi beberapa bilik, dengan lantai dari papan kayu kelapa atau pinang yang disusun dengan rotan, dan di atasnya dihamparkan tikar rotan atau pandan.

Baca Juga  Jelaskan Cara Kerja Selimut Sebagai Bahan Isolator

Sumatera Barat Menuruti Jejak Aceh Melaksanakan Syariah

• Kesultanan Demak atau Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama dan terbesar di pantai utara Jawa (“Fassir”). Menurut tradisi Jawa, Demak dahulu merupakan daerah kekuasaan kerajaan Magopahit, kemudian muncul sebagai kekuatan baru yang mewarisi legitimasi dari kebesaran Magopahit.[1]

• Kerajaan ini tercatat sebagai pelopor penyebaran Islam di Jawa dan Indonesia pada umumnya. Meski tidak berlangsung lama dan segera mengalami kemunduran akibat perebutan kekuasaan antar kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, Demak mengalihkan kekuasaannya ke Kerajaan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Demak adalah Masjid Agung Demak yang menurut tradisi didirikan oleh Valisongo.

Praktis beberapa bagian dari kekuatannya mulai terlepas. Bahkan wilayah-wilayah yang tersebar di kadipaten saling serang, mengaku sebagai pewaris tahta Magopahit.

• Pada saat yang sama, Demak yang terletak di pantai utara Jawa tampil sebagai daerah yang mandiri. Dalam tradisi Jawa, Demak digambarkan sebagai penerus langsung Majapahit, sedangkan raja Demak (Raden Path) dianggap sebagai putra terakhir Majapahit. Kerajaan Demak mungkin didirikan oleh seorang Tionghoa Muslim bernama Cek Ko-po.[2] Mungkin putranya adalah orang yang dijuluki “Bapa Rodim” oleh Tom Pires dalam bukunya Suma Oriental, kemungkinan berarti “Badruddin” atau “Kamaruddin” dan meninggal sekitar tahun 1504. Putra atau adik laki-laki Rodim, bernama Trenggana, memerintah dari tahun 1505 sampai 1518, kemudian dari 1505. 1521 s/d 1546. Di antara kedua periode tersebut saudara iparnya, Raje Yunus (Patia Unus) memerintah di Jepara. Pada masa Trenggana sekitar tahun 1527, ekspansi militer Kerajaan Demak menggantikan Majapahit.

Kaedah Penyelesaian Dalam Menangani Pertukaran Agama Dalam Kalangan Masyarakat Melayu Islam

• DEMAC di bawah Pati Unus adalah DEMAC yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam oleh pendudukan Portugis di Malaka. Kemudian beberapa kali dia mengirimkan armadanya untuk menyerang Portugis di Malaka [3].

• Trenggana berjasa menyebarkan Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawahnya, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran dan mengusir pasukan Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madion (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545). ) ) . ). ), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Salah satu panglima perang Demak saat itu adalah Fathillah, seorang pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menantu Raja Trenggana. Sedangkan Maulana Hasanuddin putra Sunan Gunung Jati[4] diperintahkan oleh Trenggana untuk menaklukkan Banten Girang. Kelak keturunan Maulana Hasanudin menjadikan Banten sebagai kerajaan yang merdeka. Sedangkan Sunan Kudus adalah imam Masjid Demak dan juga pemimpin utama dalam penaklukan Majapahit sebelum pindah ke Kudus.

Baca Juga  Fenomena Yang Dihasilkan Oleh Gaya Tektonisme

• Suksesi setelah Sunan Prawoto tidak genap. Adik Trenggana, Pangeran Sekar Seda Lepen, menentang pengangkatannya sebagai Sunan. Saat pemberontakan berhasil ditumpas, akhirnya Pangeran Sekar Seda Lepen terbunuh. Namun pada tahun 1561, Sunan Prawoto dan keluarganya dibunuh atas perintah Arya Penangsang, putra Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa singgasana Demak. Perintah Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadi, Adipati Jepara, dan hal ini membuat para adipati di bawah Demak bermusuhan dengan Arya Penangsang, salah satunya adalah Adipati Penging.

• Arya Penangsang akhirnya tewas dalam pertempuran oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang dan disana ia mendirikan Kerajaan Pajang.

Belog 2010809988: Sejarah Pembinaan Masjid Zahir

• Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di pulau Jawa yang berdiri pada abad ke-17. Kerajaan tersebut dipimpin oleh dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengaku sebagai cabang dari garis keturunan bangsawan penguasa Majapahit. Asalnya adalah sebuah kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di “Bumi Mentaok” yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai imbalan atas jasanya. Raja pertama yang memerintah adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra Ki Ageng Pemanahan.

• Pada masa keemasannya, kerajaan Mataram mempersatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Negeri itu pernah melawan VOC di Batavia untuk mencegah perusahaan dagang itu merebut kekuasaan, tetapi ironisnya harus mendapatkan bantuan VOC di hari-hari terakhir sebelum keruntuhannya.

• Sutawijaya naik tahta setelah merebut wilayah Pajang sepeninggal Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati. Saat itu wilayah kekuasaannya hanya sekitar Jawa Tengah sekarang dan mewarisi wilayah Kerajaan Pajang. Pusat pemerintahan berada di Mentaok, sebuah kawasan yang terletak kira-kira di sebelah timur Kota Yogyakarta dan di selatan Bandara Adisusipto saat ini. Letak keraton (tempat duduk raja) pada masa awal berada di Banguntapan, kemudian dipindahkan ke Kotagede. Setelah meninggal (dimakamkan di Kotagede), kekuasaan diwariskan kepada putranya Mas Jolang, yang setelah naik tahta bergelar Prabu Haniocrovati.

• Pemerintahan Raja Honiakravati tidak berlangsung lama, karena meninggal dalam kecelakaan saat berburu di hutan Krapiak. Karena itu ia disebut juga Susuhunan Seda Krapyak atau Panembahan Seda Krapyak yang berarti raja (yang) meninggal (di) Krapyak. Setelah itu, tahta sempat berpindah tangan ke tangan putra keempat Mas Jolang yang bergelar Adipati Martoputro. Ternyata Adipati Martaputra menderita penyakit syaraf sehingga tahta diwariskan kepada anak sulung Mas Jolong yang bernama Mas Rongsang, pada masa pemerintahan Mas Rongsang Mataram mengalami masa keemasan.

Baca Juga  Suku Osing Dan Suku Tengger Berasal Dari Provinsi

Bukti Sejarah Ini Perkuat Teori Persia Soal Masuknya Islam Ke Indonesia

• Setelah naik tahta, Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Prabu Haniokrokusumo atau lebih dikenal dengan Sultan Agung. Belakangan, Mataram melebarkan sayap untuk mencari pengaruh di Jawa. Wilayah Mataram meliputi pulau Jawa dan Madura (kira-kira gabungan Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur sekarang). Dia memindahkan situs keraton ke Karta (I.D. “Kerta”, maka nama “Mataram Karta”). Akibat gesekan penguasaan perdagangan antara Mataram dengan VOC yang berkedudukan di Batavia, Mataram kemudian berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon serta terlibat dalam beberapa perang antara Mataram dengan VOC. Setelah meninggal (dimakamkan di Imogiri) digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I).

• Peta Mataram baru yang terbagi menjadi empat kerajaan pada tahun 1830, setelah Perang Diponegoro. Pada peta ini terlihat bahwa Surakarta Suanate memiliki banyak enclave di Kesultanan Yogyakarta dan Belanda. Mangkunegaran juga memiliki enclave di Yogyakarta. Kemudian kantong-kantong ini dihapus.

• Amancurat I memindahkan lokasi keraton ke Plered (1647), tidak jauh dari Carta. Selain itu, ia tidak lagi menggunakan gelar Sultan, melainkan “Sunan” (dari “Suhunan” atau “Lord”). Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyaknya ketidakpuasan dan pemberontakan. Pada masanya terjadi pemberontakan besar-besaran yang dipimpin Trunajaya yang memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC.

• Meninggal di Tegalarum (1677) saat melarikan diri sehingga dijuluki Sunan Tegalarum. Penerusnya, Amangkurat II (Amangkurat Amral), sangat patuh kepada VOC sehingga banyak abdi dalem yang tidak puas dan pemberontakan terus berlanjut. Pada masanya keraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680), sekitar 5 km sebelah barat Pajang, karena keraton lama dianggap berbenteng.

Tiga Cabaran Perlu Ditangani, Berita Setempat

• Penerus penerus Amangkurat II adalah Amangkurat III (1703-1708), Pakubuwana I (1704-1719), Amangkurat IV (1719-1726), Pakubuwana II (1726-1749). VOC tidak menyukai Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja. Akibatnya, Mataram memiliki dua raja dan hal ini menimbulkan perpecahan internal. Amangkurat III memberontak dan menjadi “raja dalam pengasingan” hingga ditangkap di Batavia dan kemudian diasingkan ke Ceylon.

• Gejolak politik baru teratasi pada masa Pakubuwana III setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta pada tanggal 13 Februari 1755. Tempat penandatanganan, sebelah timur kota Karanganyar Jawa Tengah) . Era Mataram berakhir sebagai entitas politik dan teritorial. Tetapi sebagian orang Jawa percaya bahwa Kesultanan Yogyakarta

Asuransi kesehatan adalah salah satu contoh kegunaan, salah satu manfaat sedekah adalah, salah satu sifat malaikat adalah, salah satu contoh komoditas ekspor indonesia adalah, salah satu penyebab diare adalah, salah satu tugas dpr adalah, salah satu masalah ketenagakerjaan di indonesia adalah, salah satu penyebab anemia adalah, situs web adalah salah satu contoh, salah satu rukun khotbah adalah, salah satu contoh iklan, salah satu penyebab hipertensi adalah