Setiap Unsur Mampu Membentuk Ikatan Kimia Karena Memiliki – Kata-kata yang Anda cari ada di buku ini Untuk konten yang lebih bertarget, silakan klik di sini untuk menemukan teks lengkapnya

X SMC Semester 1 Modul Kimia Ikatan Kimia Disusun oleh : Pelita Sukma, S.C SMC PGRI 2 Bandar Lampung.

Setiap Unsur Mampu Membentuk Ikatan Kimia Karena Memiliki

I Modulus Ikatan Kimia Pelita Sukma, S.C. H. NURHASAN, M.Pd NUPTC 7836 7386 3920 0022

Soal Pat Kimia Genap 2021

Ii Sekilas Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang dilimpahkan kepada kita semua Sehingga penulis dapat melengkapi modul ini sebagai panduan belajar kimia bagi siswa Kami ingin guru Anda selalu bersama Anda selama masa studi Anda Oleh karena itu, untuk memenuhi keinginan siswa kami dalam mendampingi mereka dalam belajar, penulis telah membuat modul ini, yang dapat menjadi bagian dari apa yang siswa kami dapatkan selama masa belajarnya. Melalui modul ini penulis sangat berharap agar siswa-siswa kita dapat merasakan makna mempelajari ikatan kimia karena modul ini dirancang dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa SMA/SMK maupun siswa setingkat. Modul ini merupakan tutorial kimia yang membahas tentang ikatan kimia Sama halnya dengan modul, pembahasan diawali dengan penjelasan tujuan yang ingin dicapai dan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengukur penguasaan materi. Dengan cara ini, pengguna modul ini dapat bekerja secara mandiri Ukuran tingkat kelengkapan yang dicapai Penulis memahami bahwa modul ini masih jauh dari sempurna Oleh karena itu, penulis dengan rendah hati mengharapkan kritik, saran dan masukan dari semua pihak untuk penyempurnaan modul ini di masa yang akan datang. Brenda Lampung, Penulis

Iii Daftar Isi …………………………………………. .. ………. ……………………………… .. …………… ……. …………. …………. . ………………Isi ………………………….. … …………………………………………… …………………………………………………… ……………………. ………. ……. … …… ….. ii Peta Konsep ………………. …. ………. …. ….. …………………………. …………………… …………………………… …………. ….. ………… ….. iii Pendahuluan ………… …………. . …. ………………………….. …………. ….. .. .. .. ………………. ………………. ….. …….. ……… 1 A. Fitur Modul …. ………………. ………………………………………………….. …………… …………………………….. …………………………. …. ……… …… .1 B. Keterampilan Inti …………………… ………………. ………………………….. ………. …….. .. ………………………….. ……………. 1 C Uraian Singkat Bahan …………………… …………. …………… ……………………………… ….. …….. ………………………. 1 D. Petunjuk penggunaan modul … … ……. . …………………………………………. ……. .. …………………………………. . …… .. 1 e. Bahan Pelajaran …………………………………………. ………… . …………………………………………. ………………………….. 2 Kegiatan Pembelajaran 1 …………. … . …………………………………………. . ………………………….. …………… .. .. ……… 3 IKLAN ION ……………… …………… … …………………………………………. …………………………………………….. … … …………………………… 3 A. Tujuan Pembelajaran ….. …………. . …….. …….. ……………….. …………. . … ….. …………………. …… …………. . … ….. ……. 3 B. Deskripsi Bahan ………. …… …………. . … ….. …………………… ……. ….. . … ….. …………………… ………… . … ….. ………….. 3 C. Abstrak ……….. ………… . … ….. …………………… ………… . … ….. …………………… ………… . ….. ….. ………… 7 D. Kerja Mandiri ………. ……….. .. .. .. .. .. .. .. . .. . . . . . . .. ……. ….. … ……… 7 E. Latihan Soal ……………… .. . . . . . . . . . . . . . . . . .. ….. ….. ……. 9 F. Harga Diri ………………….. …. …………… .. ………………………….. …………. .. …………………………………….. ….. … 11 Kegiatan Belajar 2 .. . …………………………………………… … ……….. …………………… …… …. ………… ………………. 12 Ikatan Kovalen dan Logam … …. …… …….. … ………………………….. ……. … ….. … ………………………….. ……. 12 A. Tujuan Pendidikan …………………………….. ………. …. …………………………….. …………. . ……… …………. 12 B. Deskripsi Bahan ……. ………….. .. ………………………………….. ……. .. ….. …………………… ………. ……. .. …………… 12 C. Abstrak …… ………. ……. .. ….. …………………………….. …. … .. . …. …………………………….. ……. .. .. … …. …………… 17 D. Kerja Mandiri ……………… …. ……. ………… …………………… … …. ……. ……………………… ……… … ……………………………… 17 E. Latihan Soal ……………… …………………. .. ……. ………………. ……………. ….. ……………………….. ……………………………….. 18 F. Harga Diri …… …………………………………………. …….. ….. ………. ……………. ……….. ….. …………………………………. ….. 21 Band Kimia .. .. .. .. .. .. . … ………. ……………. … ……………. … ………. …………… 23 Daftar Pustaka . ……………… …. ………. ……………… ………….. …. ………. …………. ….. …. …………. … ………. ….. 26

Baca Juga  Italic Digunakan Untuk

1 Pendahuluan A. Ciri-ciri Modul Mata Kuliah : Kimia Kelas/Semester : Molekul dan Hubungannya dengan Sifat Fisika Materi 4.3 Mengusulkan Pembentukan Ikatan Ionik, Ikatan Kovalen, dan Ikatan Logam pada Banyak Senyawa dalam Kehidupan Sehari-hari C. Uraian Singkat Zat Ionik atau Elektrovalen Ikatan – Ikatan yang terbentuk oleh gaya elektrostatis antara unsur nonlogam dengan ion negatif dari unsur logam dan ion positif (+) logam. Sifat fisik senyawa ionik meliputi titik leleh dan titik didih, kelarutan dalam larutan air, dan konduktivitas listrik. Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang berbagi elektron dengan konfigurasi elektron yang sama dengan gas mulia terdekat karena kecenderungan atomnya. Beberapa sifat fisik senyawa kovalen sederhana antara lain lunak dan rapuh, titik didih dan titik leleh rendah, daya hantar listrik, dan kelarutan dalam pelarut organik dibandingkan air. Ikatan kimia adalah proses fisik yang bertanggung jawab atas ikatan Daya tarik antara dua atom atau molekul yang menstabilkan senyawa diatomik atau poliatomik. Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangat kompleks dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum Dalam praktiknya, ahli kimia biasanya mengandalkan teori kuantum atau penjelasan kualitatif untuk menjelaskan ikatan kimia. Umumnya, ikatan kimia yang kuat melibatkan transfer elektron antara dua atom yang berpartisipasi. Ikatan kimia menyatukan molekul, kristal, dan gas diatomik. Selain itu, ikatan kimia juga menentukan struktur suatu materi Kekuatan ikatan kimia bervariasi Secara umum, ikatan kovalen dan ikatan ionik dianggap sebagai ikatan “kuat”, sedangkan ikatan hidrogen dan ikatan van der Waals dianggap sebagai ikatan “lemah”. Perhatikan bahwa ikatan “lemah” yang kuat bisa jadi lebih kuat daripada ikatan “kuat” yang lemah D. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul ini dibagi menjadi dua topik: Pertama: Ikatan Ionik Kedua: Ikatan Kovalen dan Ikatan Logam.

Baca Juga  Hasil Kehutanan Yang Dihasilkan Di Daerah Kalimantan Adalah

2 Untuk memanfaatkan modul secara optimal, Anda akan melakukan langkah-langkah berikut: 1. Mempelajari dan memahami peta objek yang disajikan pada setiap modul. 2. Mempelajari dan memahami tujuan yang digariskan dalam setiap kegiatan pembelajaran 3. Mempelajari uraian materi pada setiap kegiatan pembelajaran secara sistematis dan menyeluruh. 4. Pada setiap akhir kegiatan pembelajaran, berikan soal-soal latihan untuk mengetahui penguasaan materi 5. Lakukan penilaian pribadi untuk mengukur kekuatan dan kelemahan Anda terhadap keterampilan yang dapat diterapkan 6. Mengerjakan soal penilaian untuk mengukur kemampuan umum E. Materi Pembelajaran Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran yang meliputi uraian materi, contoh soal, latihan soal, dan soal penilaian. 1: Ikatan ionik 2: Ikatan kovalen dan ikatan logam

Mais De 50 Planilhas Ikatan Kimia No Quizizz

3 KEGIATAN BELAJAR 1 IKATAN ION A. Tujuan Pembelajaran Setelah pembelajaran diharapkan dapat : 1. Memahami hukum Okter dan hukum kestabilan unsur 2. Memahami struktur senyawa ion 3. Memahami fisika senyawa ion Memahami Kualitas B. Uraian Bahan Rumus kimia garam meja NaCl terdiri dari unsur logam natrium (Na) dan unsur bukan logam klor (Cl). Kedua senyawa ini mempunyai komponen yang berbeda dan membentuk ikatan kimia Ikatan kimia terjadi ketika unsur-unsur dalam keadaan tidak stabil mencoba membentuk ikatan dengan unsur-unsur lain untuk menjadi stabil, seperti gas mulia. Berdasarkan jenisnya, ikatan kimia dibedakan menjadi 2 yaitu ikatan kovalen dan ikatan ionik. Ikatan kimia yang dibentuk oleh unsur Na dan Cl dalam garam meja merupakan jenis ikatan ionik. Ikatan ionik adalah ikatan yang elektronnya membentuk ion positif dan ion negatif membentuk konfigurasi elektron yang sama dengan gas mulia. Ion positif dan ion negatif diikat oleh gaya elektrostatis Senyawa yang dihasilkan disebut senyawa ionik Contoh umum sehari-hari adalah garam meja Rumus kimia garam meja adalah NaCl (natrium klorida). Pada NaCl padat terjadi ikatan antara ion Na+ dengan kationnya melalui gaya elektrostatis, sehingga disebut ikatan ionik. Dalam ikatan ionik, elektron ditransfer dari satu atom ke atom lainnya. Akibat pergerakan elektron, atom yang memperoleh elektron menjadi bermuatan negatif, sedangkan atom yang kehilangan elektron menjadi bermuatan positif. Jika atom memperoleh elektron, atom tersebut menjadi ion negatif, atau ion. Sedangkan ketika suatu atom kehilangan elektron, maka atom tersebut menjadi ion positif atau kation. Ion positif dan negatif akan saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis akibat adanya perbedaan muatan antar ion (ion positif dan ion negatif). Peristiwa ini merupakan dasar dari ikatan ionik Proses pembentukan ikatan ion Seperti yang telah dibahas sebelumnya pada aturan oktet, setiap unsur harus memiliki konfigurasi elektron, baik sebagai elektron tetap atau dengan menerima elektron.

Baca Juga  Bagaimana Cara Menjaga Keharmonisan Di Sekolah

4 Fenomena transfer elektron ini terjadi pada NaCl, garam meja Natrium (Na) dengan konfigurasi elektron (2, 8, 1) akan lebih stabil jika kehilangan 1 elektron sehingga mengubah konfigurasi elektronnya menjadi (2, 8). Sedangkan klor (Cl) yang memiliki konfigurasi (2, 8, 7) akan memperoleh 1 elektron dan konfigurasinya (2, 8, 8) akan lebih stabil. Jadi natrium akan memperoleh elektron dan klor akan memperoleh elektron dari natrium sehingga keduanya lebih stabil. Ketika natrium kehilangan elektron, ia menjadi lebih kecil Pada saat yang sama, klorin akan menjadi lebih besar karena penambahan satu elektron Oleh karena itu, ukuran ion positif selalu lebih kecil dari ukuran sebelumnya, namun ion negatif dapat lebih besar dari ukuran sebelumnya. Ketika elektron ditukar, Na menjadi bermuatan positif (Na+) dan Cl menjadi bermuatan negatif (Cl-). Gaya elektrostatis kemudian berkembang antara Na+ dan Cl, membentuk ikatan ionik. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini: Ikatan Ionik NaCl Proses pembentukan ikatan ion biasanya terjadi antara atom logam dan nonlogam. Atom logam seperti golongan IA dan IIA akan bertindak sebagai kation sedangkan atom bukan logam seperti golongan VIIA dan VIA akan bertindak sebagai anion. Contoh senyawa yang mempunyai ikatan ionik adalah: a. KF mempunyai ikatan ionik karena K adalah logam (golongan IA) dan F adalah bukan logam (golongan VIIA).

Jam 5 sore K2O mempunyai ikatan ionik karena K merupakan logam (golongan IA) dan O merupakan bukan logam (golongan VIA). C. MgCl2 mempunyai ikatan ionik karena Mg merupakan logam (golongan IIA) dan Cl merupakan bukan logam (golongan VIIA) d. BaCl2 mempunyai ikatan ionik karena Ba termasuk logam (golongan IIA) dan Cl merupakan bukan logam (golongan VIIA) e. LiF mempunyai ikatan ionik karena Li termasuk logam (golongan IA) dan F bukan logam (golongan VIIA). Contoh ikatan ion terdapat pada pasangan NaCl, KCl, dan Al2O3 Di bawah ini adalah pembahasan rinci mengenai ketiga senyawa ionik tersebut 1. Pada senyawa NaCl (Natrium Klorida), ikatan ionik pada NaCl terjadi antara unsur Na (golongan IA) dan unsur Cl (golongan VA). Proses pembentukan NaCl dapat Anda lihat pada struktur di bawah ini 11Na = 1s2 2s2 2p6 3s1 → 1 elektron pada kulit terluar.

Jurnal internasional ikatan kimia, ikatan kimia nacl, macam macam ikatan kimia, rangkuman ikatan kimia, contoh soal ikatan kimia, norit dapat digunakan untuk mengobati sakit perut karena norit membentuk koloid yang mampu, unsur kimia, setiap paragraf memiliki, universitas yang memiliki ikatan dinas, latihan soal ikatan kimia, ikatan kimia, soal ikatan kimia utbk