Sirkulasi Termohalin Yang Melewati Indonesia Umumnya Berupa Arus Yang – Lautan di bumi adalah suatu massa air yang terus bergerak. Ibarat ban berjalan, massa air lautan di bumi terus-menerus mengalir dari satu wilayah bumi ke wilayah lain. Tak hanya di permukaan laut, laut dalam pun selalu beredar. Air laut dalam mengalir melalui proses yang disebut sirkulasi termohalin atau

Atau sirkulasi termohalin adalah proses pergerakan arus laut dalam skala besar yang disebabkan oleh perbedaan suhu laut dan sifat salinitas. Proses ini terus-menerus bekerja untuk membawa air laut dalam ke permukaan dan juga mendistribusikan air laut ke permukaan jauh di lautan.

Sirkulasi Termohalin Yang Melewati Indonesia Umumnya Berupa Arus Yang

Teori sirkulasi termohalin pertama kali dikemukakan oleh Henry Stommel dan Arnold Arons pada tahun 1960. Proses ini mengangkut energi panas, nutrisi, partikel padat, dan material lainnya dalam jarak yang sangat jauh di lautan. Sirkulasi termohalin juga mendorong air permukaan yang hangat dari lautan subtropis, yang berkontribusi terhadap pengaruh iklim pesisir di negara-negara dengan garis lintang tinggi.

Arus Laut Di Bumi

Berdasarkan sifat fisiknya, lautan dapat dibedakan menjadi lapisan-lapisan yang massa airnya mempunyai massa jenis paling tinggi di dasar laut dan massa air paling rendah di dekat permukaan. Stratifikasi lautan berdasarkan kepadatan ini mudah terlihat di daerah tropis dan garis lintang tengah karena perbedaan suhu yang besar antara air permukaan dan air laut dalam.

Seperti massa udara, massa air dengan kepadatan berbeda seringkali tidak mudah bercampur dan mengalir di atas atau di bawah satu sama lain. Perairan diberi nama menurut posisi relatifnya. Di daerah tropis dan garis lintang tengah, biasanya terdapat lima pembagian massa air, yaitu.

Berbeda dengan sistem arus permukaan yang terutama digerakkan oleh arus angin, sirkulasi termal merupakan bagian dari sirkulasi lautan global yang didorong oleh variasi kepadatan lautan. Kepadatan lautan erat kaitannya dengan suhu dan salinitas, sehingga sistem arus ini disebut sirkulasi.

Pergerakan arus permukaan yang terdiri dari sistem pasang surut lebih kuat dibandingkan arus termohalin yang mengandalkan perbedaan massa jenis air. Kecepatan rata-ratanya adalah 1 cm per detik, sehingga satu siklus memerlukan waktu yang sangat lama. Meskipun proses ini relatif lambat, jumlah air yang terlibat sangat besar. Hal ini karena jangkauannya mulai dari massa air dekat permukaan hingga massa air dasar laut.

Baca Juga  Menurut Kalian

Buku 2_sumber Daya Hayati Maritim

Perbedaan suhu dan salinitas sangat mempengaruhi karakteristik kepadatan massa air di laut. Di beberapa wilayah lautan, pendinginan yang disertai penguapan yang tinggi menyebabkan air permukaan menjadi cukup padat hingga tenggelam ke dasar laut. Perbedaan suhu terutama disebabkan oleh pemanasan/pendinginan yang terjadi pada permukaan laut.

Suhu yang sangat rendah di daerah kutub bumi menyebabkan sejumlah besar air membeku dan membentuk es laut. Ketika es laut terbentuk, kandungan garam tetap berada di dalam air yang membeku sehingga menyebabkan peningkatan salinitas laut di sekitar tempat pembentukannya. Ketika salinitas laut meningkat, kepadatannya juga meningkat, sehingga massa air di zona glasiasi mulai berkurang.

Air permukaan kemudian bergerak menggantikan massa air dingin yang berpindah ke dasar laut. Proses ini mengawali pergerakan arus laut dalam yang mendorong siklus panas. Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal online Nature Geoscience (22/06/2014), menunjukkan bahwa memahami sebaran arus laut di Indonesia akan membantu para ilmuwan. Prediksi dampak perubahan global. Iklim yang berlaku. Para peneliti menyimpulkan, sebagai satu-satunya wilayah tropis yang menghubungkan dua lautan besar, dampak perubahan iklim di india akan berdampak melampaui batas negaranya, yakni mulai musim hujan di India hingga munculnya fenomena El Nino di California.

Para peneliti berpendapat kemungkinan besar jalur arus yang melintasi berbagai saluran dan lautan antar nusantara telah berubah sejak akhir tahun 2000-an akibat dampak La Niña. Akibatnya, hal ini berdampak pada perubahan arus laut di kedua sisi lautan, yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Pdf) Analisis Dan Prediksi Kecepatan Dan Arah Arus Dalam Penggambaran Elips Secara Time Series Di Selat Makassar

Janet Sprintal, pemimpin penelitian ini, dari Scripps Institution of Oceanography, San Diego, mengatakan perubahan iklim yang membawa air hangat dalam jumlah besar ke Laut Indonesia akan menyebabkan peningkatan suhu air permukaan yang akan berdampak pada perubahan. pada musim hujan di seluruh Asia.

“Kami sekarang dapat lebih memahami bagaimana kondisi saat ini di Indonesia dalam merespons perubahan dampak El Nino dan La Nina.” “Kita juga dapat mulai memahami bagaimana proses yang terjadi saat ini merespons sistem angin akibat perubahan iklim antropogenik,” jelas Sprintal, yang telah mempelajari proses arus laut di Indonesia selama lebih dari satu dekade.

Baca Juga  Cebol Nggayuh Lintang Tegese

“Hubungan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia melalui lautan di kepulauan Indonesia merupakan siklus kompleks yang mempengaruhi variabilitas iklim dan hubungan atmosfer-samudera yang sangat sensitif,” jelas Erik Lindstrom, anggota Tim Pengamat Laut Global NASA. sistem.

“Bagi kami, laut di Indonesia adalah tempat terbaik untuk melakukan observasi berkelanjutan guna memantau situasi dan kemungkinan perubahan di seluruh lautan di dunia akibat dampak perubahan iklim.”

Sirkulasi Air Laut Dan Arus Arus Permukaan Dunia

Dalam makalah sebelumnya yang diterbitkan lebih dari satu dekade lalu, Sprintal dan rekan-rekannya mampu merevisi cara berpikir lama bahwa terowongan aliran hanya terjadi pada permukaan tempat angin dan gelombang berinteraksi.

Mereka membuktikan bahwa arus terjadi bahkan hingga ketinggian 100 meter di atas permukaan laut, yang ditandai dengan aliran air vertikal yang tinggi. Model komputer menunjukkan bahwa tanpa arus ini, permukaan Samudera Hindia secara umum akan lebih dingin dan Samudera Pasifik tidak akan mampu mengangkut air hangat secara efisien.

Skenario komputer juga membantu para ilmuwan memprediksi apa yang mungkin terjadi akibat perubahan iklim. Sejak pertengahan abad kedua puluh, para ilmuwan telah memperhatikan bahwa angin pasat Pasifik melemah. Perairan perdagangan ini sendiri membantu mendorong air di Samudera Pasifik menuju Arus Aegea, yang akhirnya mencapai Samudera Hindia. Para ilmuwan memperkirakan siklus termohalin global akan melambat.

Termohalin sendiri merupakan arus laut yang disebabkan oleh perbedaan suhu laut atau salinitas (kandungan garam) antar wilayah. Perbedaan tersebut menyebabkan perubahan kepadatan massa lautan yang menyebabkan terjadinya pergerakan laut.

Pdf) Tsunami Scenarios Using Parameter Data Of Earthquake Based On Bathymetry Structure (case Study

Para peneliti menemukan adanya korelasi antara fenomena El Nino yang kuat pada akhir tahun 1990-an, yang berangsur-angsur berubah menjadi kondisi La Niña pada pertengahan dekade berikutnya, dan berlalunya arus laut. Arus kuat menjadi lebih dangkal dan deras, terutama di Selat Makassar yang terletak di antara pulau Kalimantan dan Sulawesi.

La Nina dan El Niño sendiri sebenarnya merupakan kondisi iklim abnormal yang terjadi di dekat garis khatulistiwa Samudera Pasifik. Kedua fenomena alam ini hidup dalam kondisi anomali yang berbeda, karena El Nino ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik. Air hangat di Pasifik barat lepas pantai Indonesia biasanya dikaitkan dengan La Nina dan air hangat di Pasifik khatulistiwa timur dikaitkan dengan El Niño.

Para peneliti mengatakan penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai upaya konservasi laut di Indonesia dan negara tetangga. Sifat arus laut secara langsung mempengaruhi jumlah nutrisi yang diberikan arus laut bagi kehidupan laut di wilayah tersebut. apakah kamu menyukai buku ini Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat buku flip Anda sendiri

Baca Juga  Apakah Rusuk Kubus Sama Panjang Jelaskan

0852-2327-3373 @alc_indonesia Paket Pelatihan Online ALC Indonesia KSN 2021 Topik 5 Penanggulangan Bencana dan Oseanografi Penanggulangan Bencana 1. Pengertian Bencana dan Penanggulangan Bencana 1.1. Pengertian dan Jenis Bencana. Hukum bencana Republik Indonesia tertuang dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Menurut undang-undang ini, bencana adalah suatu peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan manusia, yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor abnormal atau faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerusakan harta benda, dan kerusakan psikologis. . efek. Definisi ini muncul pada paragraf 1. Pasal 1 Bencana terbagi menjadi tiga jenis, yaitu bencana alam, bencana non-alam, dan bencana sosial. Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh alam atau terjadi secara alami, seperti kekeringan, gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa yang tidak normal, seperti kegagalan teknologi, wabah penyakit, atau epidemi. Terakhir, bencana sosial adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh ulah manusia, seperti konflik atau terorisme. 1.2. Penanggulangan Bencana Penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya untuk menentukan arah pembangunan di daerah bencana, penanggulangan bencana meliputi kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Langkah-langkah mitigasi ini mempunyai tujuan akhir untuk mengurangi risiko bencana. 1.3. Risiko Bencana Risiko Bencana merupakan penilaian terhadap potensi kerugian yang dapat terjadi jika suatu bahaya memenuhi faktor risiko dengan karakteristik tertentu, yaitu sifat kekuatan dan sifat kerentanan. Risiko adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan kerugian. Faktor risiko adalah sesuatu yang cenderung mengatasi ancaman tersebut. Kerentanan

Makalah Arus Laut (oceanografi)

0852-2327-3373 @alc_indonesia Pelatihan online ALC Indonesia KSN 2021 ketidakberdayaan faktor risiko. Resilience adalah kemampuan suatu komunitas untuk pulih atau ketangguhan suatu komunitas terhadap ancaman. Mitigasi risiko tersebut memerlukan upaya untuk mengurangi atau menghilangkan ancaman, meningkatkan kemampuan, dan memitigasi kerentanan secara bersamaan. Di bawah ini adalah pengaturan umum pengkajian risiko bencana. = ℎ 2. Siklus Bencana Penanggulangan bencana di Indonesia bersifat cyclical atau mempunyai siklus tertentu. Siklus ini terbagi menjadi dua yaitu siklus prabencana dan pascabencana. Siklus bencana meliputi mitigasi, pencegahan dan kesiapsiagaan. siklus

Jalur pelayaran yang melewati indonesia, tickler file pada umumnya digunakan untuk menyimpan arsip berupa, provinsi di indonesia yang batas wilayahnya berupa perairan semua yaitu, hambatan penegakan ham di indonesia yang berupa prinsip sipil, sirkulasi sistem pendingin air pada mesin umumnya adalah, provinsi di indonesia yang batas wilayahnya berupa perairan semua adalah, jalur pelayaran internasional yang melewati indonesia, bantuan modal dari pemerintah kepada sektor usaha informal umumnya berupa, alat gerak pada hewan air umumnya berupa