Tepung Ikan Dan Tepung Tulang Ikan Pada Umumnya Digunakan Sebagai – 1 IV Bahan Pakan Unggas Pengadaan pakan ayam tradisional berkualitas baik masih memiliki kendala seperti sulitnya mendapatkan bahan pakan yang tidak dapat bersaing dengan kebutuhan manusia, harga pakan yang mahal dan tidak stabil karena sebagian bahan baku utama masih diimpor. Seperti jagung, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung daging dan tepung tulang dan sebagainya. Salah satu pilihan untuk menekan biaya pangan dan mengurangi ketergantungan bahan pangan impor adalah penggunaan bahan pangan lokal tradisional dan nontradisional dari limbah pertanian dan limbah industri pangan yang berpotensi, bernilai gizi tinggi dan tidak mempengaruhi produksi dan reproduksi. Performa ayam buras. A. Bahan Pangan Umum Bahan Pangan Umum adalah bahan pangan yang lazim digunakan dalam resep masakan dan banyak diperdagangkan. Bahan makanan ini merupakan produk yang diperdagangkan di industri pakan ternak dan tersedia di toko unggas dan apotek hewan yang tersebar di berbagai daerah, sehingga petani bisa mendapatkan makanan dan bahan makanan umum tersebut. Kuantitas, kualitas dan konsistensi bahan pangan konvensional relatif stabil, meskipun harganya mahal dan tidak stabil. Kandungan gizi berbagai bahan pakan yang biasa digunakan untuk unggas khususnya ayam buras ditunjukkan pada Tabel 8. 39

Pakan Ayam 2 KUB Berdasarkan Bahan Pakan Lokal Tabel 8. Kandungan Gizi Beberapa Bahan Pangan Umum Bahan Pakan Energi Metabolisme Protein Kasar Ca P (kkal/kg) (%) (%) (%) Gandum 0,5 0,02 0,30 Dedak Padi. .0 0.20 1.00 Bungkil kelapa .6 0.10 0.60 Bungkil kedelai .0 0.32 0.67 Tepung ikan .0 5.30 2.85 Sumber: Iskandar (1999), DGNA (2009) Jenis biji jagung F. Bahan 40

Tepung Ikan Dan Tepung Tulang Ikan Pada Umumnya Digunakan Sebagai

3 Bahan Pakan Unggas B. Bahan Pakan Jarang adalah bahan pakan yang belum umum digunakan, ketersediaannya masih terbatas dan direkomendasikan untuk digunakan dalam komposisi pakan, karena memiliki nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan produksi ternak. Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahan pangan yang tidak biasa adalah sifat dan karakteristik dari bahan pangan tersebut, seperti warna fisik dan bau yang kuat, segar, daging lunak yang tidak berubah, serta menentukan kandungan kimianya. Nutrisi dan antioksidan. Analisis laboratorium diperlukan untuk organisasi yang terakreditasi atau fasilitas yang tidak terakreditasi. Tepung biji kelapa sawit Gambar 6. Macam-macam Bahan Makanan Non Tradisional Kandungan gizi beberapa bahan makanan non tradisional yang dapat digunakan dalam formulasi disajikan pada Tabel 9. 41

Baca Juga  Apakah Teks Diskusi Ini Efektif Jelaskan Mengapa

Pabrik Ekstruder Umpan Ikan Pintar,ekstruder Pakan Tulang Tepung Ikan

4 KUB Ayam yang dipelihara berdasarkan bahan pakan lokal Tabel 9. Kandungan Gizi Beberapa Bahan Pakan Non Tradisional Bahan Pakan Energi Metabolisme (kkal/kg) Protein Kasar (%) Ca (%) P (%) Pakan Biji Kapuk .00 0 . . Sumber: Resnavati (2000); * Zainuddin (1995) c. Batasi penggunaan bahan pangan lokal tertentu dalam rasio toleransi ayam murni dan tak terbatas. Respon ayam ras dan ayam kampung terhadap penggunaan bahan pakan lokal bervariasi menurut jenisnya. Bahan makanan, nutrisi, anti nutrisi, berbagai faktor.

5 bahan pakan unggas untuk bahan makanan ini, sehingga menghambat pertumbuhan telur dan produktivitasnya. Toleransi ayam ras dan ayam tradisional dalam menggunakan bahan pakan lokal berbeda-beda karena faktor pembatas yang ada pada bahan pakan lokal tersebut. Penggunaan bahan baku pakan lokal menurunkan efisiensi pakan ayam hanya 5-10% dan penggunaan lebih dari 10% menurunkan efisiensi pertumbuhan dan produksi telur. Jika pengolahannya dilakukan dengan cara pemanasan (memanggang, mengeringkan, merebus), fermentasi dan cara pengolahan lainnya dapat meningkatkan penggunaan bahan pangan lokal tersebut dalam resep masakan hingga 20-40%. 43

7 Bahan Pakan Unggas Beberapa faktor pembatas yang terdapat pada bahan pakan lokal tercantum pada Tabel 11. Tabel 11. Faktor pembatas (antibiotik) pada beberapa bahan pakan lokal Jenis bahan pakan Tepung biji kapuk Kue minyak Biji lilin Tepung biji saga Tepung inti sawit Kedelai Kacang tanah Tepung halus kelapa Dedak halus Kacang gude Lumpur sawit Sorgum Tepung daun Lamtoro Tepung singkong Tepung singkong Tepung singkong Tepung onggok Faktor tepung pembatas Serat anti asam gopsipultrik Serat pakan Crude aflatoxin Asam fitat Antitripsin Serat kasar Tanin Mimosin Asam sianida (HCN) Asam sianida (HCN) Kitin Serat kasar Sumber: Linner (1969); Sinurat (1991); Resnawati (2001) Banyak usaha atau tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor pembatas: 1. Pencucian 2. Perendaman 3. Pemanasan (mengukus/merebus/memanggang/menguap) 4. Pengeringan (sinar matahari atau oven) 45.

Baca Juga  Setiap Orang Akan Mati Yang Kekal Hanyalah

Pakan ayam 8 KUB berbahan dasar pakan lokal 5. Ekstraksi / Ekstraksi / Pengepresan (mengurangi jumlah air) 6. Pencacahan / pencacahan (menjadi partikel kecil) 7. Penggilingan 8. Pendinginan 9. Penambahan bahan kimia 10. Fermentasi (penambahan kapang lainnya ) 11. Cara Pengolahan Sejumlah teknologi tepat guna yang berkaitan dengan pengolahan bahan pangan lokal untuk meningkatkan nilai gizi, kecernaan dan tingkat kegunaan sebagai bahan baku resep pakan unggas, seperti diuraikan di bawah ini. D. Pengolahan Bahan Pangan Lokal Pemanfaatan bahan pangan non-asli dari pertanian, hortikultura, peternakan, perikanan, pertanian dan industri pangan Hasil limbah yang langsung dimanfaatkan sebagai pangan memiliki banyak faktor penghambat. Faktor pembatas tersebut antara lain kandungan gizi yang rendah, kandungan anti gizi, serat kasar yang tinggi dan faktor musiman yang membatasi pasokan. Pengembangan usaha dan pemanfaatan teknologi pengolahan sebagai pilihan untuk mengoptimalkan penggunaan bahan pangan lokal guna meningkatkan kandungan gizi dan hayatinya, serta memperpanjang waktu penyimpanannya. Pengolahan bahan pangan lokal yang umum digunakan adalah pengeringan, pendinginan dan fermentasi. Cara pengolahan ini dapat meningkatkan jumlah nutrisi dan mengurangi kehilangan komponen pangan yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme terutama bakteri, khamir, fungi dan enzim yang dipilih untuk oksidasi dan hidrolisis. 46

Pengaruh Substitusi Tepung Tulang Ikan Tongkol (euthynnus Affini)terhadap Bakso Gedebog Pisang Kepok (musa Acuminate Balbissiana Colla)

9. Bahan Pakan Unggas Banyak produk olahan bahan pangan lokal yang berpotensi menjadi sumber protein dari nabati dan protein hewani antara lain sebagai berikut: 1. Sumber protein dari nabati a. Cassapro (kentang berprotein tinggi) Kandungan protein umbi kentang berkisar antara 1-3%, sehingga penggunaannya sebagai sumber protein sangat rendah. Sesuai dengan keterbatasan penggunaannya, perlu dilakukan penambahan jumlah protein. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan proses fermentasi menggunakan Aspergillus niger yang hasil fermentasinya dikenal dengan nama casapro. Selama proses fermentasi, aktivitas mikroba akan mengubah nitrogen anorganik menjadi protein sel sehingga meningkatkan kandungan protein substrat kentang. Peningkatan protein pada produk singkong dari singkong dapat dilihat pada Tabel 12. Tabel 12. Kandungan Gizi singkong dan singkong (singkong protein tinggi) Komposisi singkong (akar singkong)¹ Singkong² (%) (%) Protein kasar 2, 30 – Cassapro (kecil) – 36, 7 Cassapro (besar) Lemak Kasar 1, 20 5 , 7 Serat Kasar 2, 70 6, 3 Abu 1, 70 6, 3 Sumber: 1 Togatorp (1988), 2 Kompiang dan Purwadaria (2000 ) 47

Baca Juga  Sinewaka Artine

Menurut kandungan pangan lokal, kandungan protein casapro pada pakan ayam kecil 10 KUB bisa lebih tinggi 36,7% dibandingkan ayam besar 18-20%. Perbedaan ini mungkin karena proses fermentasi dilakukan dengan hati-hati dalam skala kecil, sehingga proses fermentasi akan lebih baik. Cara memasak kentang: 1. Kupas dan kupas kentang; 2. Keringkan di bawah sinar matahari dalam beberapa bagian; 3. Garam dicampur air (70%); 4. Kukus selama 30 menit; 5. Kulkas; 6. Campuran mineral menurut berat kering umbi kentang; 7. Unsur mineralnya adalah 7,2% ZA (amonium sulfat), 4% urea, 1,5% NaH 2P0 4, 0,076% FeSO 4, 0,50% MgSO 4; 8. Beri kapang Aspergillus niger 0,2-0,5%; 9. Blender menjadi massa yang homogen; 10. Tempatkan dalam wadah atau nampan plastik setebal 3 cm; 11. Simpan pada suhu kamar selama 4-5 hari sampai terbentuk spora; 12. Hasil fermentasi dikeringkan dalam oven pada suhu 60 C; 13. Polandia. 48

11 Bahan pakan unggas Gambar 7. Tepung cassapro b. Fermentasi Ampas Tahu Ampas tahu merupakan limbah dari industri pembuatan tahu yang belum dimanfaatkan secara optimal terutama untuk pakan unggas karena serat kasarnya yang tinggi dan daya cerna yang rendah. Ampas tahu terbuat dari kandungan air dan protein yang relatif tinggi, sehingga mudah busuk jika tidak segera digunakan atau dikeringkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan gizi ampas tahu adalah dengan memfermentasikan tempe dengan Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae dan Rhizopus stolonifera. Kandungan gizi ampas tahu fermentasi dan non fermentasi dapat dilihat pada tabel

12 Ayam KUB Dipelihara Sesuai Bahan Lokal Tabel 13. Kandungan Gizi Tahu Fermentasi Tanpa Fermentasi Kering (%) 18, 06 18, 19 Bahan Organik (%)

Cara Membuat Pempek Ikan, Gurih, Kenyal, Dan Mudah Dibuat

Kekentalan minyak pelumas yang digunakan untuk mesin umumnya adalah, harga tepung tulang ikan, kekentalan minyak pelumas yang digunakan untuk mesin umumnya, penggunaan kabel cross pada umumnya digunakan untuk kecuali, minyak kayu putih dapat digunakan sebagai, daftar riwayat hidup sering digunakan ketika melamar pekerjaan sebagai, tepung tulang ikan, penggunaan shared hosting pada umumnya digunakan untuk, baterai 3.7 volt biasanya digunakan sebagai baterai, pada awalnya internet digunakan sebagai, tickler file pada umumnya digunakan untuk menyimpan arsip berupa, sungai sungai di kalimantan pada umumnya digunakan sebagai