Tugu Dirgantara Terletak Di Kawasan – Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan patung Pancoran, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (5/5/2011). (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

JAKARTA, KOMPAS.com – Jalanan padat dan suara klakson menjadi kondisi sehari-hari di perempatan Pancoran, Jakarta Selatan. Proyek pembangunan infrastruktur berkontribusi terhadap impermeabilitas kawasan.

Tugu Dirgantara Terletak Di Kawasan

Mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui nama asli dari patung tersebut. Kebanyakan orang menyebutnya patung Pancoran. Sebenarnya nama aslinya adalah Arca Dirgantara.

Wajah Patung Pembebasan Irian Barat Terlihat Jelas

“Dinamakan Patung Pancoran karena nama daerahnya Pancoran. Dengan nama warga lebih mudah diberi nama Patung Pancoran,” kata Sukardi, pelestari dari Balai Pelestarian Cagar Budaya DKI Jakarta.

Terciptanya patung Dirgantar pada tahun 1964-1965 erat kaitannya dengan visi presiden pertama Republik Indonesia Soekarno tentang dunia angkasa Indonesia.

“Kita belum bisa membuat pesawat, tapi kita punya pahlawan antariksa Indonesia yang gagah berani. Kalau Amerika dan Soviet bisa berbangga karena punya industri pesawat terbang, kita juga harus bangga,” kata Soekarno kepada Edhi pada 1964.

Patung Dirgantara rancangan Edhi menggambarkan sosok pria kekar dengan sehelai kain menjuntai di pundaknya seolah terbawa angin.

Balasan Dari Mari Mengenal Patung Patung Di Jakarta (tak Kenal Maka Tak Sayang)

Ekspresinya tegas, mulutnya tertutup, matanya yang tajam menatap lurus ke depan. Gerakan tubuhnya digambarkan sedang berakselerasi dan hendak menembak ke arah langit.

Namun ketika Edhi ingin menambah pesawat yang dipegang sosok itu, Soekarno menolak karena pesawat itu seperti mainan anak-anak.

“Yang ingin dibangun Pak Soekarno bukanlah rencana fisik, tapi beliau ingin mengungkapkan jiwa bangsa kita,” kata Sukardi.

Patung Udara KOMPAS/LUCKY PRANSIKA di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (18/03/2015). Patung perunggu seberat 11 ton ini dirancang oleh Edhi Sunarso pada tahun 1964.

Pasang Spanduk Di Patung Bundaran Hi Dan Dirgantara, Ini Tuntutan Greenpeace Halaman All

Pembangunan patung Dirgantara melibatkan keluarga Arca Yogyakarta, Perusahaan Pengecoran Patung Perunggu Hias Artistik Yogyakarta, dipimpin oleh I Gardono, dan PN Hutama Karya dengan Soetami sebagai arsitek pelaksana.

Baca Juga  Apa Yang Harus Dilakukan Edo Saat Ketiga Teman Lainnya Datang

Arca Dirgantara terbuat dari perunggu dengan berat mencapai 11 ton, sedangkan tumpuan atau tiangnya terbuat dari beton.

Total biaya pembuatan patung Dirgantara sekitar Rp 12 juta, belum termasuk pembangunan tiang penyangga. Nilai tukar rupee pada waktu itu sekitar 250 rupee untuk 1 dolar AS.

Pemerintah menyumbang 5 juta rupiah, sedangkan Soekarno sendiri menyumbang 1 juta rupiah. Sisanya ditanggung oleh negara.

Mencermati Pengertian, Ciri Ciri, Dan Contoh Patung Figuratif

Edhi kemudian mulai membuat patung-patung Dirgantara dengan uang dan modal sendiri, sehingga harus berutang kepada bank dan pemilik perunggu tersebut.

Tiang-tiang penyangga dan bagian patung yang siap dirakit sempat terhenti hingga akhirnya Soekarno menanyakan kembali nasib patung Dirgantara pada tahun 1970.

Edhi terus terang mengatakan bahwa dirinya sudah kehabisan uang untuk memasang patung Dirgantar. Hutang tidak dibayar dan rumah disegel.

Mendengar cerita Edhi, Soekarno memutuskan untuk menjual mobilnya. Hasil penjualan mobil sebesar Rp 1.750.000 diserahkan kepada Edhi untuk menyelesaikan pemasangan patung Dirgantara.

Balasan Dari Patung Pancoran Dan Kisah Sedih Dibalik Pembuatannya

Soekarno langsung mengikuti pemasangan patung Dirgantar sebanyak dua kali, pada minggu pertama pengerjaan dan pada bulan April 1970. Kondisi Soekarno pada tahun 1970 tidak sehat.

Pada Mei 1970, Edhi mendapat kabar bahwa Soekarno akan meninjau pemasangan patung untuk ketiga kalinya. Namun dibatalkan karena kesehatan Soekarno terus memburuk.

Pada 21 Juni 1970, saat Edhi masih mengerjakan bagian atas patung Dirgantar, ia melihat sebuah mobil jenazah lewat di bawah.

Iring-iringan itu rupanya membawa jenazah Soekarno dari Wisma Yaso menuju Pangkalan Udara Halim Perdanakusum yang akan diberangkatkan ke Blitar.

Kisah Patung “pancoran” Dirgantara Dalam Foto

Sukardi melaporkan, biaya konservasi patung Pancoran sekitar Rp 500 juta. Konservasi dilakukan dengan pembersihan dari debu, polusi, karat dan konservasi.

“Kami melakukan konservasi dengan memberi lapisan agar polusi tidak bersentuhan langsung dengan material (patung), tapi ada lapisan pelindungnya, semacam lapisan plastik,” kata Sukardi.

Terima berita pilihan dan berita terbaru dari Kompas.com setiap hari. Yuk gabung di grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu gabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Jixie mencari berita yang dekat dengan keinginan dan preferensi Anda. Berita ini disajikan sebagai berita kurasi yang lebih relevan dengan minat Anda.

Pembangunan Patung Dirgantara Yang Melewati Transisi Kepemimpinan Soekarno Ke Soeharto

[POPULER JABODETABEK] Cerita karyawan salon yang tinggal satu-satunya di Mal Blok M | Kejahatan penipuan “suka dan berlangganan”.

Bong Menemukan Hingga Pengedar Blok G Percaya Gangster, PD Pasar Jaya: Tidak Ada Bukti Baca 4.566 kali

Informasi pribadi Anda akan digunakan untuk memverifikasi akun Anda ketika Anda memerlukan bantuan atau ketika aktivitas yang tidak biasa terdeteksi pada akun Anda Monumen Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan Patung Pancoran adalah salah satu monumen patung di Jakarta. Lokasi tugu ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Baca Juga  Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Nomor Atletik Adalah

Tepatnya di depan kompleks bisnis Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan markas TNI AU. Posisinya strategis karena merupakan pintu gerbang Jakarta bagi pendatang baru yang baru mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma.

Sejarah Jakarta: Patung Pancoran, Monumen Terakhir Yang Tak Pernah Diresmikan Bung Karno

Orang pertama yang membuat patung adalah Presen Soekarno yang ingin membuat patung tentang dunia penerbangan atau antariksa Indonesia. Patung ini bergambar angkasawan, yang artinya menunjukkan semangat gagah berani bangsa Indonesia menjelajah antariksa

Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 – 1965 dengan bantuan keluarga Arca Yogyakarta. Sedangkan proses pengecoran dilakukan oleh Pengecoran Patung Perunggu Hias Artistik Yogyakarta di bawah bimbingan I Gardon. Berat patung perunggu ini mencapai 11 ton. Sedangkan tinggi patung sendiri mencapai 11 meter, dan kaki patung mencapai 27 meter. Proses pembangunan dilakukan oleh PN Hutama Karya bersama Ir. Sutami sebagai arsitek utama.

Perancangan patung ini atas permintaan Bung Karno untuk menunjukkan keperkasaan bangsa Indonesia di arena antariksa. Penekanan pada desain patung bermakna bahwa bangsa Indonesia bertumpu pada sifat kejujuran, keberanian dan semangat untuk meraih kekuasaan.

Bung Karno sering hadir dalam proses pemasangan patung Dirgantar, sehingga kehadirannya selalu dianggap mengganggu aparatur negara yang bertanggung jawab menjaga keamanan kepala negara. Alat pemasangannya sederhana yaitu menggunakan dongkrak manual. Patung yang memiliki berat total 11 ton ini dibagi menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki berat 1 ton.

Panjat Patung Pancoran, Lima Aktivis Greenpeace Digelandang Polisi

Pemasangan patung Dirgantara akhirnya selesai pada akhir tahun 1966. Patung Dirgantara ditempatkan di lokasi ini karena letaknya yang strategis, merupakan pintu gerbang kawasan Jakarta Selatan dari Bandara Halim Perdanakusumah selain dekat dengan (dulu) Indonesia Markas Besar Militer. Pancoran kip/Tugu bukanlah nama sebenarnya. Nama aslinya adalah Patung Dirgantara. Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso dan pengerjaan patung dilakukan oleh keluarga Arca Yogyakarta yang juga dipimpin oleh Bapak Edhi Sunarso. Pria inilah yang membuat patung selamat datang di Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, diorama sejarah di Museum dan Monumen Nasional Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan lain-lain.

Patung pancoran dibuat atas permintaan presiden pertama republik indonesia yaitu bung karno yang menginginkan patung untuk melambangkan dunia penerbangan atau antariksa indonesia. Maka nama awal patung tersebut adalah Patung Dirgantara. Namun karena letaknya di Pancoran, warga Jakarta lebih suka menyebutnya Patung Pancoran.

Patung udara tersebut menggambarkan Manusia Antariksa yang menunjukkan semangat dan keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah antariksa. Itu sebabnya patung ini diletakkan di bundaran Jl. Jenderal Gatot Subroto yang berseberangan dengan Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan markas besar TNI AU.

Baca Juga  Sumber Data Pencatatan Buku Besar Adalah

Sebelum model patung dikerjakan oleh Bapak Edhi Sunarso, Bung Karno berkali-kali memperagakan bagaimana seharusnya model patung itu berdiri. Space Man tersebut bernama Gatot Kaca Mental Bentolo. Gatot Kaca mengikuti penerbangannya dan lepas landas ke Tebet. Bung Karno mengawasi langsung proses pengerjaan. Patung yang terbuat dari perunggu ini memiliki berat total 11 ton dan tinggi 11 meter, serta tinggi Voetstuk (kaki patung) 27 meter.

Pemprov Dki Pindahkan Tugu Sepatu Untuk Dibersihkan Dari Coretan

Biaya pembuatan patung adalah 12 juta (tahun 1964). Biaya awal ditanggung oleh Bapak Edhi Sunarso, pematung. Pemerintah kemudian hanya membayar 5 juta. Bung Karno pernah menjual mobil pribadinya seharga satu juta untuk menutupi kekurangannya. Inilah tugu terakhir Bung Karno yang tidak pernah dibuka karena sudah sakit dan kemudian meninggal.

Tinggi patung 11 m, tinggi alas patung berbentuk alas persegi panjang dan tiang penyangga berbentuk gapura 36 m, tinggi dari dasar tugu/vootstuk 27 m.

Monumen Dirgantar merupakan perwujudan gagasan Bung Karn di akhir masa pemerintahannya yang ingin membangun monumen untuk memperingati tonggak sejarah TNI AU. Pada tahun 1964-1965, patung di puncak tugu dikerjakan oleh Edhi Sunarso di sanggar keluarga Artja di Yogyakarta, sedangkan desain arsitektur tugu dikerjakan oleh Ir. Ini senja. Sebenarnya rencana pembuatan patung itu hanya satu tahun, namun rencana itu tidak dapat dilaksanakan dengan baik, karena pecahnya pemberontakan G30S/PKI di Indonesia.

Sosok setinggi 11 meter di tugu Dirgantara digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan gerakan tangan ke arah langit seolah bersiap terbang melintasi angkasa. Presiden Soekarno memberikan instruksi langsung kepada Edhi Sunars terkait ide patung tersebut sekaligus sering mengawasi langsung pengerjaannya. Pendanaan proyek tersebut mengalami kesulitan dan dikabarkan bahwa Presiden Soekarno harus menjual mobil pribadinya untuk menutupi penyelesaian proyek tersebut. Monumen Dirgantara didirikan di Bundaran Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Tebet, pada posisi sentral sebelum proyek jalan tol dan layang non tol dibangun di atas bundaran tersebut pada era Orde Baru.

Mimpi Besar Bung Karno Pada Monumen Patung Dirgantara

Lokasi/alamat lengkap: Jln. Gatot Subroto no. 1 (persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Dr. Supomo), Kel. Menteng Dalam, Kec. Tebet, Jakarta Selatan Orang besar dengan ide besar. Itu adalah julukan lain untuk Bung Karno. Ciri-ciri orang hebat terletak pada warisannya yang abadi. Dalam beberapa hal, Bung Karno memenuhi kriteria tersebut. Setidaknya ajarannya tentang Marhenisme, penemuan ideologi Pancasila dan semangat nasionalisme masih bisa kita rasakan hingga saat ini. Meski “terkubur” selama tiga dekade, jejak-jejak peninggalan dan mahakarya Bung Karno tak lekang dimakan zaman.

Selain gagasan dan gagasan berupa isme, ajaran, spirit, nilai-nilai sosial dan politik, Bung Karno juga meninggalkan monumen-monumen. Ia memprakarsai pembangunan Masjid Istiklal yang ia tuju untuk melampaui kekokohan Candi Borobudur. Dia

Mongolia dan siberia adalah negara yang terletak di kawasan, inggris adalah negara yang terletak di kawasan, kawasan industri tugu, kawasan industri tugu wijaya kusuma semarang, indonesia terletak di kawasan, patung selamat datang terletak di kawasan, tugu muda terletak di, tugu dirgantara, negara indonesia terletak di kawasan, kawasan asean sangat strategis karena terletak diantara dua samudra yaitu, kawasan industri tugu wijaya kusuma, negara brazil terletak di kawasan