Melaksanakan Hasil Keputusan Musyawarah Secara Bertanggung Jawab Sila Ke – Sila ke-4 Pancasila berbunyi: “Orang yang memimpin pikiran dalam pengambilan keputusan wakil-wakilnya” dan itu kamu dengar setiap hari Senin di sekolah. Tahukah anda sebenarnya apa itu sila ke 4 Pancasila? Gambaran sila ke 4 Pancasila adalah kepala banteng. Kepala banteng artinya ia adalah hewan sosial yang suka berpesta. Seperti halnya penalaran, orang-orang berdiskusi dan berkumpul untuk memutuskan sesuatu. Banteng juga suka berpesta dan mempunyai semangat sosial yang tinggi, menjadikan mereka salah satu hewan terkuat dalam kawanannya.

Orang Indonesia sangat suka berpesta, baik itu sepak bola, politik, agama, dan lain-lain. Saat berkumpul, kita ngobrol tentang apa yang sedang kita lakukan atau membicarakan hal lain. Karena saat ini masyarakat sulit berkumpul di masa pandemi, apalagi jika harus berkumpul maka kita harus menjaga jarak, tidak lebih dari lima orang setiap berkumpul. Ketika suatu komunitas atau organisasi berkumpul, ketuanya harus berganti setiap 6 bulan atau setahun sekali.

Melaksanakan Hasil Keputusan Musyawarah Secara Bertanggung Jawab Sila Ke

Apabila masa jabatan ketua berakhir maka harus diadakan musyawarah untuk mengganti ketua. Saat saya SMA, terjadi pergantian pemimpin Ambalan (Pramuka). Di kantor saya setiap tahun saya harus menyeleksi laporan pertanggungjawaban dan pradana/i (kepala intelijen). Ketika saya duduk di kelas 11, tahun terakhir saya berakhir dan begitu pula program kerja sepanjang tahun saya.

Contoh Sikap Yang Sesuai Dengan Sila Keempat Pancasila Terlengkap

Ketua juga akan melaporkan tanggung jawab kegiatan tahun ini. Ketua juga harus menjelaskan kegiatan-kegiatan pada tahun tersebut, apakah ada tindakan yang telah diambil, dan apakah terdapat peningkatan atau penurunan keanggotaan selama tahun tersebut. Setelah menjelaskan laporan pertanggungjawaban kepada anggota tim dan pengawas, dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi antara pengawas dan anggota. Setelah tanya jawab dan diskusi, dilakukan sidang untuk menyetujui atau tidak menyetujui laporan pertanggungjawaban tersebut. Salah satu anggota menolak menyetujui laporan tersebut karena ada program kerja yang belum terealisasi. Mengapa? Tidak dapat menyelesaikan latihan liga, dia mendapat tantangan. Jika tidak lolos maka saya tidak dapat meninggalkan jabatan pimpinan dan harus menyelesaikan program kerja. Inspektur juga menjelaskan program kerja selama setahun untuk menyelesaikan semuanya. Pemimpin kemudian menyarankan agar program pelatihan dijadwalkan di lokasi lain agar anggota dapat menerima tanggapannya. Setelah itu Laporan Pertanggungjawaban Tahunan disetujui oleh Ketua dan Senior Chairman dan saya dapat mengundurkan diri.

Baca Juga  Tuliskan Tiga Teknik Dasar Dalam Renang Yang Perlu Dikuasai

Setelah pelaporan pertanggungjawaban selesai, pemilihan presiden apartemen unit selanjutnya (pradana/i) dilanjutkan. Setiap anggota harus menjelaskan visi, misi dan program kerjanya untuk tahun mendatang. Kandidat juga disaring terlebih dahulu oleh supervisor. Dan saya dipilih oleh dosen pembimbing sebagai calon periode 2017/2018. Banyak anggota saya yang terkejut karena kinerja saya sebelumnya tidak bagus dan semua orang harus menerima keputusan pimpinan. Anggota menerimanya.

Setelah calon presiden dipilih, dilakukan pemungutan suara untuk memilih satu presiden dan satu perempuan. Seluruh anggota, alumni, dosen pembimbing dan tamu undangan ikut serta dalam pemilihan presiden. Dan saya mendapat suara terbanyak sebagai calon presiden Pradana (Pradana) dengan 47 suara. Panitia pemungutan suara juga mengukuhkan saya sebagai Ketua Tetap Bimasakti – Devi Arimbi periode 2017/2018. Kandidat lainnya pun menerima hasilnya dan menghormati keputusan tersebut. Dan saya menerima keputusan panitia. Setelah melaporkan tanggung jawab dan memilih Pradan dan Pradan, sertifikasi (serah terima kepada pihak yang berwenang) dilanjutkan.

Setelah dipertimbangkan, kami mendapatkan hasilnya. Sejumlah pihak kecewa dengan hasil tersebut karena tidak menerima keputusan tersebut. Dari situ kita harus punya itikad baik untuk sabar menerima hasil keputusan. Apapun hasilnya, kita harus bertanggung jawab. Dengan demikian, kita melaksanakan sila ke-4 Pancasila dan memahami apa yang dimaksud dengan menghargai pendapat. Perundingan Mufakat – Melihat bahwa negara Indonesia yaitu Pancasila mempunyai landasan, khususnya sila ke-4 yang dicanangkan.

Butir Butir Pancasila Sila Ke 1 Sampai 5

”, dapat disimpulkan bahwa negara akan tetap berpegang pada proses konsultasi kolektif untuk mengambil keputusan dengan suara bulat. Ya, memang seperti itu dalam kehidupan sehari-hari

Entah itu di rumah, di sekolah atau bersama teman. Saat bertemu teman lama atau reuni, Anda tidak perlu berpikir dua kali untuk memilih makan bersama, meski sedang berpikir untuk makan bersama.

Apakah perundingan konsensus dan konsensus merupakan dua hal yang berbeda, atau justru sama dan berkaitan? Yuk simak ulasannya di bawah ini

Menurut Rifai (2015), kata negosiasi berasal dari bahasa Arab yaitu sira, kemudian diadopsi ke dalam bahasa Indonesia dan mempunyai arti perundingan dan perundingan. Sementara itu, ada beberapa ahli yang berbeda pendapat mengenai pengertian shara.

Baca Juga  Berikut Yang Bukan Termasuk Tindakan Negatif Pada Perdagangan Digital Adalah

Soal Pilihan Ganda

Menurut Mahmoud al-Khalidi, kata shara mengacu pada orang-orang yang berkumpul untuk menyimpulkan suatu hal yang benar dengan mengungkapkan setiap persoalan dalam satu persoalan untuk mendapatkan petunjuk dalam mengambil keputusan. Sementara itu, menurut Supriant (2010), istilah shara merujuk pada pengumpulan pandangan-pandangan yang berbeda terhadap suatu permasalahan tertentu dengan cara menguji pandangan-pandangan yang berbeda tersebut hingga kita sampai pada pendapat yang paling benar dan terbaik.

Dalam dunia politik, musyawarah diartikan sebagai proses mencurahkan seluruh potensi dan kecerdasan untuk memilih pendapat yang paling benar. Pilihan atau keputusan yang diambil dalam proses musyawarah harus diterima dan menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.

Sementara itu, dalam buku “Manajemen Bahasa” dijelaskan bahwa musyawarah adalah pertemuan untuk mencapai mufakat atau kesepakatan. Dalam definisi ini lebih ditekankan pada unsur negosiasi untuk mencapai mufakat.

Dari pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa musyawarah merupakan salah satu bentuk pengembangan diri untuk menyelesaikan suatu permasalahan, karena di dalamnya kita dapat belajar menghargai pendapat orang lain dan tidak egois. Keputusan yang diambil dalam negosiasi biasanya didasarkan pada kesepakatan bersama, bukan kesepakatan individu atau kelompok.

Berikut Ini Yang Bukan Nilai Dasar Yang Harus Diperhatikan Dalam Mengambil Keputusan Bersama Adalah

Dalam hal ini, pembahasan di berbagai daerah hendaknya mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencapai kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pendapat masing-masing pihak yang hadir dan kemudian dirundingkan kembali hingga tercapai keputusan akhir.

Jika ada suatu masalah, ada baiknya mendiskusikannya dalam kegiatan diskusi dan mendiskusikannya secara hati-hati. Kegiatan review dalam hal ini juga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada seluruh anggota untuk menyampaikan pendapatnya.

Melalui ide-ide tersebut, seluruh anggota kemudian akan melihat permasalahan utama dari sudut pandang yang berbeda-beda. Baru setelah itu dapat diputuskan apakah hasilnya memenuhi ide dan standar reviewer. Keputusan yang diambil dalam acara musyawarah lebih berbobot dan berkualitas karena keputusan tersebut memuat gagasan, pendapat dan pengetahuan yang disampaikan oleh para anggota.

Konsultasi biasanya dilakukan ketika menyelesaikan suatu masalah yang mempengaruhi kepentingan orang banyak. Lalu apa manfaat konsultasi?

Melakanakan Hasil Keputusan Musyawarah Secara Bertanggung Jawab Sesuai Dengan Sila Ke ….c. 1a.2d. 3b.

Setelah Anda mengetahui dan memahami apa itu konsensus, diskusikan apa itu konsensus. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsensus adalah kesepakatan atau kesepakatan yang dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pembahasan.

Baca Juga  220 Volt Berapa Watt

Sementara itu, menurut Fuad Wasitaatmadja, Fuad Wasitaatmadja berpendapat bahwa mufakat adalah kesepakatan para peserta konsultasi untuk menyelesaikan permasalahan.

Konsensus ini berupa kesepakatan antara pihak-pihak yang ikut serta dalam proses konsultasi. Oleh karena itu, konsultasi dan mufakat merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dalam kegiatan musyawarah, apabila tidak tercapai mufakat, sebaiknya dilakukan dengan sistem pemungutan suara, yaitu berupa suara terbanyak dari peserta atau pihak-pihak yang terlibat dalam pembahasan.

Prinsip mufakat atau kesepakatan yang ada dalam kegiatan permusyawaratan tentu tidak dapat diganggu gugat, seperti prinsip musyawarah. Kebijakan-kebijakan tersebut adalah sebagai berikut.

Kak Tolong Bantuin Ya #terima Kasih Sudah Membantu

Khususnya dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, hasil musyawarah atau kesepakatan bersama diketahui mempunyai banyak bentuk, seperti Pancasila, UUD 1945, Binika Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pancasila adalah dasar negara Indonesia, hasil konsensus sidang pertama Badan Pengawasan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 29–1 Mei 1945.

Saat itu, anggota BPUPKI berkonsultasi hingga akhirnya mencapai kesepakatan atau mufakat mengenai lima prinsip Ira. Ir.Soekarno yang kemudian dikenal dengan nama Pancasila.

Presiden BPUPKI tidak tinggal diam dan juga membentuk panitia khusus yaitu Panitia Sembilan untuk membahas lebih lanjut Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945, rumusan akhir Pancasila disetujui oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) setelah tercapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang terlibat.

Soal Ppkn Bab 1 Kelas 2a

Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengadakan pertemuan kedua pada tanggal 10 hingga 17 Juli 1945 untuk membahas konstitusi negara, yang menghasilkan keputusan untuk membentuk komisi konstitusi dan bertugas merancang konstitusi.

Setelah melalui berbagai pembahasan, BPUPKI akhirnya mengesahkan konstitusi tersebut menjadi UUD 1945. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945, seiring dengan disahkannya Pancasila, para anggota BPUPKI pun mencapai mufakat dan mengesahkannya. RUU ini adalah UUD 1945 dan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.

Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga merupakan hasil konsensus dan pemikiran para pendiri bangsa Indonesia. Tokoh cikal bakal Negara Republik Indonesia ini adalah Majapati atau dikenal juga dengan sebutan Gaja Mada dari Kerajaan Majapahit. Semasa hidupnya, ia mengucapkan Sumpah Palapa yang menjanjikan penyatuan seluruh wilayah nusantara menjadi satu pemerintahan (negara).

Pada sidang kedua yang diselenggarakan oleh Badan Peninjauan Kembali Kerja Persiapan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 10 sampai 17 Juli 1945, mereka tidak hanya membahas UUD 1945, tetapi juga bentuk negara Indonesia. Meski dalam pertemuan tersebut terdapat perbedaan pendapat, yakni apakah bentuk negara Indonesia harus kesatuan atau federal. Setelah pertimbangan

Isi Sila Ke 4 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

Bertanggung jawab, menjalankan bisnis secara etis dan bertanggung jawab, surat pernyataan bertanggung jawab, isp bertanggung jawab terhadap, orang bertanggung jawab, mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab, bahasa inggris bertanggung jawab, cara mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab, poster hidup bertanggung jawab, contoh poster bertanggung jawab, gambar poster bertanggung jawab, khotbah tentang pemuda yang bertanggung jawab