Mengapa Ban Saat Dipompa Menjadi Keras – Halodoc, Jakarta – Sebagai salah satu komponen penting, kondisi ban perlu diperhatikan. Namun apa jadinya jika ban masih bagus, namun tapaknya retak dan perlu diganti?

Menurut Kepala Promosi PT Banteng Pratama Rubber (Mizzle), Freddie Yohannes, ban yang retak tetap perlu didorong.

Mengapa Ban Saat Dipompa Menjadi Keras

Menurutnya, hanya karena ban tubeless retak dan komponen lain baik-baik saja, bukan berarti ban tersebut akan rusak. Selama cuaca menyebabkan keretakan, hal ini masih bisa ditoleransi.

Truk Sebaiknya Pakai Ban Dalam, Ini Alasannya

Tidak apa-apa, retak karena faktor cuaca tidak masalah. Misalnya karena cuaca panas atau lembab. Daerah yang retak itu seperti kulit ari, struktur dalamnya belum tentu rusak.

Beda kalau ditambal. Biasanya kalau ban ditambal, kalau ditusuk justru merusak struktur serat di dalamnya dan merusak pelindung bagian dalam. Lama kelamaan robekannya malah melebar, jelasnya.

Bahkan retakan 1mm pada tapak ban masih bisa diterima. Entah rusak atau kesalahan pabrik, lain ceritanya.

“Seperti yang saya katakan tadi, bagian yang berkembang adalah bagian epidermis. Kami sudah menguji retakan hingga 1 mm, bahkan lebih dari 1 mm, dan bannya baik-baik saja. Seperti yang dinyatakan pabrikan, struktur internalnya kuat.” jelas Freddy.

Ban Jadi Sumber Utama Polusi Kendaraan

“Pada kulit ban terdapat beberapa lapisan pelindung yang memperkuat struktur ban. Karkasnya, serat benang nilon dan karet lagi, sangat kuat. Jika serat benang di dalamnya putus, benang dapat ditarik seluruhnya sehingga ban rusak. Tidak kuat,” lanjutnya.

Sementara itu, Freddie menjelaskan, lebih baik menggunakan ban bekas dalam kondisi baik dibandingkan ban baru yang sudah lama disimpan dan belum dipasang.

Kenapa bisa? Karena ban bekas cenderung teksturnya lebih lentur atau fleksibel dibandingkan ban baru yang sudah lama disimpan di gudang. Karetnya mengeras sehingga gripnya kurang bagus. Tapi ban bekas masih bagus. kondisi dan “tidak lama. Ini berlaku untuk sepeda motor dan mobil,” ujarnya.

* Benar atau salah? Untuk memverifikasi keaslian informasi yang dibagikan, silakan WhatsApp cek nomor 0811 9787 670 dan masukkan kata sandi yang diperlukan. Setiap komponen motorik mempunyai fungsi yang sama pentingnya. Semua komponen tersebut merupakan satu kesatuan, sehingga jika salah satu bagiannya rusak maka motor tidak dapat berjalan maksimal. Bagian terkecil sekalipun bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap performa sebuah sepeda motor.

Baca Juga  Bagaimana Hubungan Yang Dijelaskan Dalam Teks Eksplanasi

Ban Truk Radial Tbr Ban E4 E4 E4 .00r51 D25per Ban

Velg atau ban sepeda motor merupakan salah satu komponen utama pada kendaraan ini. Ban merupakan bagian yang menghubungkan sepeda motor dengan jalan raya sehingga dapat melaju sesuai dengan tenaga yang dihasilkan mesin.

Karena begitu pentingnya peran ban dalam pengoperasian sepeda motor anda, maka penting juga untuk merawat kedua ban sepeda motor anda. Pastikan keduanya terawat dengan baik dan selalu bersih jika memungkinkan. Meskipun ban merupakan bagian yang dapat dipakai (dapat aus dan perlu diganti secara berkala), namun tetap memerlukan perawatan rutin selama penggunaan.

Sepeda motor biasanya memiliki dua buah ban dengan fungsi berbeda. Ban depan merupakan pengatur yang menentukan arah kecepatan kendaraan. Sedangkan ban belakang merupakan roda penggerak kendaraan. Ukuran ban belakang biasanya lebih besar dibandingkan ban depan. Selain sebagai penggerak, ban belakang juga harus bekerja lebih keras karena bobotnya lebih berat.

Salah satu aspek ban yang sering diabaikan oleh pengemudi adalah tekanan udara. Kebanyakan pengendara sangat mengandalkan seleranya saat mengembangkan ban sepeda motor. Mereka memeriksa kebenaran tekanan udara pada ban sepeda motor dengan cara sederhana seperti menekan ban. Jika ban terasa empuk saat ditekan, berarti perlu diisi angin kembali. Namun jika sulit, anggap saja cukup.

Bahan Ukk Dan Jobsheet

Namun, jika pengemudi tidak memiliki pengalaman khusus dengan ban, hal ini dapat menimbulkan akibat yang buruk. Setiap ban memiliki tekanan udara tertentu yang direkomendasikan oleh pabrikan. Tekanan ini diukur dalam PSI (pon per inci persegi). Angka ideal tersebut dihitung agar ban awet, mengoptimalkan performa sepeda motor, dan membuat pengalaman berkendara menyenangkan.

Inflasi yang tidak hati-hati dapat menimbulkan dampak buruk bagi pengemudi dan pengendara sepeda motor. Jika ban terlalu keras, tapaknya cepat aus karena semakin banyak bergesekan di jalan. Ban yang keras berarti sebagian besar tapak ban tidak menyentuh jalan. Dan jika ban terlalu lembek, tekanannya rendah maka handling sepeda motor menjadi tidak baik dan ban bisa cepat aus. Jika ban kempes maka performa sepeda motor juga akan ikut terganggu.

Bagaimana cara menentukan tekanan ban terbaik? Jawabannya sederhana, periksa kebenaran tekanan udara pada ban sepeda motor Anda dengan menggunakan alat pengukur yang benar. Setiap ban memiliki sweet spot yang berbeda berdasarkan ukuran, beban dan motor. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi tekanan ban ideal sehingga sulit untuk menghitungnya sendiri. Untungnya, ada peringkat tekanan ban terbaik untuk berbagai jenis sepeda motor.

Baca Juga  Keragaman Budaya Daerah Lain Harus Kita Hargai Dengan Cara

Ambil contoh saja sepeda motor matic yang menjadi sepeda motor terpopuler di Indonesia saat ini. Kebanyakan sepeda motor matic memiliki bobot yang ringan. Tekanan udara ideal untuk roda depan sepeda motor matic adalah 28-30 PSI. Artinya, Anda sebaiknya hanya memompa ban hingga 28 PSI jika Anda sering berkendara.

Waspada, Cairan Anti Bocor Bisa Bikin Pentil Mampet

Namun jika ingin mengendarai sepeda motor atau membawa beban berat, ban depannya dipompa hingga 30 PSI. Sedangkan tekanan ideal pada roda belakang matic adalah 34-36 PSI. Lain halnya dengan roda depan, Anda bisa memompa hingga 34 PSI jika dikendarai sendiri. Namun jika sering berkendara bersama, bisa memompa hingga 36 PSI. Sekali lagi perhitungan ini hanya untuk motor matic saja.

Saat beralih ke sepeda sport, ban yang digunakan berukuran lebih besar dan membawa beban lebih besar dibandingkan sepeda matic. Sepeda motor sport membutuhkan tekanan udara 32-34 PSI untuk roda depannya. Sedangkan ban belakang memiliki tekanan udara terbaik yaitu 39-41 PSI. Perbedaannya sangat besar karena ukuran dan beban yang dibawa oleh orang yang sama sangat berbeda.

Kebanyakan bengkel ban menggunakan kompresor untuk mengisi ban dengan udara. Udara dipaksa masuk ke dalam ban untuk menjaga tekanan konstan. Tidak ada yang salah dengan teknik ini karena sudah terbukti dan digunakan selama puluhan tahun.

Namun jika ingin performa ban maksimal, ada baiknya beralih menggunakan gas nitrogen untuk mengisi tekanan ban. Nitrogen memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan udara normal. Anda dapat memeriksa tekanan udara ban sepeda motor yang benar untuk membandingkan kinerja nitrogen dan udara biasa.

Mengapa Ban Mobil Atau Motor Sengaja Dibuat Beralur?

Nitrogen tidak mengubah tekanan udara di dalam ban, meskipun suhu meningkat karena iklim atau penggunaan aspal.

Tekanan udara yang dihasilkan oleh nitrogen bertahan lebih lama dibandingkan udara normal. Banyaknya penggunaan nitrogen membuat ban bertahan lebih lama, terutama ban tubeless yang kini menjadi standar pada banyak sepeda motor baru buatan pabrik. Karena kawasan ini bersentuhan langsung dengan jalan raya, maka tergolong kritis dan memerlukan pemeliharaan. Mengecek atau mengukur tekanan ban merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh karena sangat berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara. Selain itu, periksa tekanan ban untuk menjaga performa kendaraan tetap maksimal.

Baca Juga  Laporan Hasil Pengamatan Dapat Dibuat Berdasarkan

Meremehkan tekanan ban dapat menimbulkan banyak kerugian, antara lain kerugian material, pengalaman berkendara yang tenang, dan kerugian yang lebih serius sehingga mengancam keselamatan pengemudi. Tekanan ban kendaraan tidak boleh terlalu tinggi dan juga tidak merata. Kalau ban kempes (tidak ada udara) semua orang tahu bahayanya, tapi ban keras juga punya resiko tersendiri. Dikutip dari autoexpose.org, berikut penjelasan mengapa ban yang terlalu keras tidak baik untuk mobil Anda.

Semakin tinggi tekanan ban, semakin tinggi jumlah udara di dalam ban. Kondisi tersebut akan membuat struktur ban menjadi kaku karena udara di dalam ban akan terkompresi. Oleh karena itu, ban kehilangan kemampuannya dalam menyerap getaran. Rasanya seperti mengendarai mobil dengan besi. Hal ini tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman karena seharusnya mobil berjalan mulus dan tidak bergetar, apalagi jika berada di jalanan yang tidak rata.

Cara Mengganti Ban Sepeda (dengan Gambar)

Dalam hal ini, handling mobil menurun ketika struktur ban menjadi kaku. Hal ini terjadi karena ketika tekanan ban melebihi normal, ban akan mengeras sehingga tidak mampu mencengkram jalan dengan baik. Dampaknya tentu berbahaya karena bisa menyebabkan mobil selip. Jika mobil Anda tidak dilengkapi ABS, efeknya mungkin tidak terlalu terasa.

Selain itu, saat tekanan ban tinggi, inti ban akan semakin tersangkut. Pembengkakan ini terjadi karena bagian ban ini lebih fleksibel dibandingkan bagian ban lainnya. Sehingga udara terkumpul di area tersebut dan mengurangi tapak ban yang langsung menyentuh jalan. Jika tapak ban kecil maka mobil tidak akan stabil pada kecepatan tinggi.

Masih terkait dengan efek di atas, jika tekanan ban terlalu tinggi maka inti ban akan keluar dan menyentuh permukaan jalan. Hal ini akan merusak inti ban terlebih dahulu. Tentu saja akibatnya berbahaya karena terbentur batu bisa menyebabkan ban kempes.

Pernahkah Anda mendengar tentang kecelakaan mobil yang menyebabkan ban kempes? Hal ini bisa terjadi pada mobil Anda jika tekanan ban terlalu tinggi. Bagaimana hal itu terjadi? Saat mobil bergerak, ban menyentuh aspal, dan panas yang dihasilkan aspal berpindah ke ban. Semakin lama mobil berada di aspal, otomatis suhu ban akan semakin tinggi. Menurut hukum fisika, molekul udara yang dipanaskan memuai.

Oleh: Sekar Dewi Setyaningrum, Safira Al Zakiah, Ana Septiani, Sari Nurngaini

Dalam hal ini, molekul udara di dalam ban. Oleh karena itu, semakin tinggi suhu ban maka semakin tinggi pula tekanan bannya. Tetapi,

Mengapa tulang bersifat keras, mengapa jantung berdetak keras, mengapa perut kembung dan keras, mengapa kita harus bekerja keras, mengapa bab keras, mengapa perut buncit dan keras, mengapa perut besar dan keras, mengapa bab keras dan berdarah, mengapa perut membesar dan keras, mengapa perut keras, mengapa perut ibu hamil terasa keras, mengapa bab keras dan susah keluar