Pada Air Sungai Yang Telah Tercemar Akan Terlihat Tanda Tanda – Ilustrasi pemulung mencari barang bekas di tumpukan sampah yang terbawa luapan arus Sungai Ciliwung dan terjebak di Jembatan Rawajati, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)

Cikarang (ANTARA News) – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi (Jabar) Abdurrahman meminta eksekutif memprioritaskan penanganan pencemaran air di sepuluh sungai setempat.

Pada Air Sungai Yang Telah Tercemar Akan Terlihat Tanda Tanda

Dari laporan warga yang saya kumpulkan, setidaknya ada sepuluh sungai di Kabupaten Bekasi yang kini tercemar limbah industri. Pencemarannya berada pada tahap yang sangat memprihatinkan, kata politikus PKS itu di Cikarang, Sabtu.

Sungai Diduga Tercemar Limbah Pabrik Gula Semboro

“Ikan-ikan yang ada di sepuluh sungai tersebut kini sudah tidak terlihat lagi. Masyarakat yang dulunya memanfaatkan air tersebut untuk keperluan rumah tangga sudah tidak bisa memanfaatkannya lagi,” ujarnya.

Sejumlah sungai tersebut antara lain Sungai Cikedokan, Sungai Ciherang, Sungai Cikarang, Sungai Bekasi, Sungai Balacan, Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL).

Menurutnya, pencemaran saat ini berada pada tingkat yang sangat berbahaya. Karena polusi berdampak pada produk pertanian.

“Hasil pertanian di wilayah utara yang menggunakan air sungai yang tercemar berdampak pada penurunan kualitas. Belum lagi kerugian bagi petani tambak yang ikannya tiba-tiba mati karena menggunakan air yang terkontaminasi limbah,” ujarnya.

Pencemaran Sungai Alalak, Timbul Gumpalan Cairan Hitam Dan Bau Menyengat!

Abdurrahman mengatakan, tingginya pencemaran sampah di sungai membuat masyarakat yang tinggal di bantaran sungai sulit mendapatkan air bersih.

“Kalau masyarakat menggali sumur, baik sumur artesis maupun sumur pompa, airnya tidak bagus. Karena airnya berbau, berminyak, warnanya keruh, dan tidak layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Ia meminta instansi terkait seperti Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) dan masyarakat bahu membahu mencari solusi penanganan pencemaran sungai.

Pencemaran tersebut sudah berlangsung selama lima hingga enam tahun, menyusul hadirnya kawasan dan kawasan industri di wilayah selatan Bekasi, ujarnya. Penyebab Pencemaran Air – Keberadaan air merupakan salah satu sumber daya alam yang dibutuhkan oleh seluruh manusia di bumi untuk kehidupan sehari-hari. Sebut saja untuk kebutuhan mencuci, memasak, mandi, sanitasi bahkan kebutuhan industri.

Baca Juga  Batas Wilayah Filipina

Sampah Di Sungai: Ancaman Serius Terhadap Lingkungan Di Desa Margasari

Bayangkan saja jika tidak ada air di planet ini, tentu saja akan menimbulkan banyak bencana. Oleh karena itu, keberadaan air sangat diperhatikan dan dijaga oleh sebagian masyarakat karena merupakan “harta” yang tak ternilai harganya.

Namun sayangnya, saat ini permasalahan seputar air sudah menjadi perhatian yang serius. Salah satu permasalahan tersebut adalah pencemaran air yang biasanya disebabkan oleh berbagai jenis limbah hasil aktivitas manusia. Apabila air tercemar, jelas akan mempengaruhi kualitasnya sebagai komoditas terpenting dalam kehidupan.

Sebelum Grameds membahas penyebab pencemaran air, perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan pencemaran air.

Pencemaran air merupakan perubahan kondisi pada tempat penampungan air, seperti sungai, danau, dan lautan akibat aktivitas manusia. Kita tentu sudah mengetahui bahwa air mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah potensinya sebagai objek wisata.

Terlihat Cantik, Sungai Berair Pink Ini Ternyata Tercemar

Berdasarkan peraturan pemerintah no. 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air juga menetapkan pengertian pencemaran air, yaitu: “Pencemaran air adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam air melalui kegiatan manusia sehingga meningkatkan kualitas air.” air sampai batas tertentu turun yang menyebabkan air tersebut tidak dapat digunakan lagi sesuai dengan peruntukannya.” (Pasal 1 angka 2)

Karena pencemaran air yang masih terjadi dan menyulitkan kehidupan manusia, pemerintah tidak tinggal diam saja. Pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk mengendalikan pencemaran air, salah satunya dengan membuat peraturan mengenai pengelolaan lingkungan hidup.

Aturan tersebut salah satunya tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup pada pasal 5 yang menyatakan bahwa:

Oleh karena itu, upaya pencegahan pencemaran air tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. tetapi juga seluruh masyarakat yang memanfaatkan air di penampungan air tersebut.

Video] Sungai Diduga Tercemar Berat, Tanah Sawah Mengeras

Padahal, penyebab pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran air, tidak hanya disebabkan oleh manusia saja, namun bisa juga disebabkan oleh lingkungan sekitar.

Penyebab pencemaran air yang pertama adalah karena adanya limbah yang mengandung senyawa organik dan menggenang di dalam air. Jenis sampah ini biasanya berupa sampah industri makanan, sampah rumah tangga, kotoran hewan dan manusia.

Jika sisa sampah dibuang ke dalam air maka akan menimbulkan pencemaran sehingga menimbulkan pembusukan, pengendapan dan pembentukan koloid. Perlu diketahui, jika sampah tersebut larut dan mengalami pengendapan, maka secara alami akan membuat warna air menjadi keruh.

Baca Juga  Demokrasi Liberal Tidak Sesuai Dengan Nilai-nilai Pancasila Dikarenakan

Banyak sekali jenis industri pabrik yang menghasilkan sampah organik yang menyebabkan pencemaran air. Misalnya saja limbah pabrik tekstil, limbah pabrik kertas, limbah pabrik cat, limbah pabrik farmasi, bahkan limbah pabrik baja.

Sungai Jeneberang Tercemar Mikroplastik, Pengendalian Sampah Plastik Di Makassar Mendesak

Industri-industri tersebut biasanya menghasilkan sampah organik yang berbau menyengat bahkan mengandung asam sulfat. Jika limbah industri kemudian dibuang ke saluran air atau sungai, tentu akan menimbulkan pencemaran air dan merusak ekosistem yang ada. Limbah ini biasanya mengandung virus atau bakteri.

Pada umumnya sampah organik ini mengandung protein dan gugus amina, sehingga jika diuraikan oleh mikroorganisme akan terurai menjadi senyawa yang mudah menguap dan berbau busuk, misalnya NHv.

Pencemaran air disebabkan oleh senyawa anorganik, biasanya berupa logam. Hampir sama dengan penyebab sebelumnya, yaitu bahan yang sulit diuraikan atau “dicerna” oleh mikroorganisme.

Apalagi jika jenis sampah yang dibuang mengandung merkuri, timbal, dan kadmium, ketiga kandungan tersebut sangat berbahaya jika tidak sengaja tertelan oleh manusia.

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah B3, Ancaman Serius Bagi Masyarakat Bekasi

Contoh paling nyata pencemaran air akibat limbah industri terjadi di Minamata, Jepang. Nelayan di sekitar Teluk Minamata memakan ikan yang airnya tampaknya terkontaminasi merkuri. Akibatnya banyak korban yang terjatuh dan mengalami kerusakan saraf yang disebut penyakit Minamata. Lebih dari delapan puluh orang dinyatakan meninggal akibat pencemaran air.

Senyawa organik tersebut dapat berupa pestisida, deterjen, dan limbah minyak. Kandungan kimia di dalamnya tentu saja bisa berbahaya jika air yang terkontaminasi tersebut dikonsumsi oleh manusia.

Penyebab terjadinya pencemaran ini biasanya karena pengaruh lingkungan sekitar berupa tanah atau lumpur akibat erosi. Apalagi di sungai-sungai yang berada di dekat gunung berapi yang sedang meletus, airnya tentu akan tercemar oleh sisa material yang dikeluarkan gunung tersebut.

Biasanya warna air sungai akan menjadi keruh akibat masuknya tanah atau lumpur. Tidak menutup kemungkinan pula di masa depan air sungai akan sulit dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga Lingkar Tambang Halmahera Dalam Kepungan Krisis Air Bersih

Meskipun fenomena alam seperti letusan gunung berapi, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan pencemaran air, namun kenyataannya di lapangan aktivitas manusialah yang paling dominan dalam mencemari kualitas air.

Untuk mengetahui kualitas air pada suatu penampungan air, harus dilakukan pengujian tertentu. Sehat atau tidaknya air di suatu daerah aliran sungai (DAS) dapat dilihat dari kualitas airnya.

Pada uji fisika ini parameter yang digunakan adalah suhu, kecepatan arus, kecerahan dan ketinggian air. Pengukuran parameter fisik ini juga mencakup pengukuran benda padat di sekitar penampungan air.

Baca Juga  Yang Menjadi Rintangan Pada Latihan Lompat Kangkang Adalah

Lalu ada pula parameter kualitas air berdasarkan uji kimia yang dikelompokkan menjadi kimia anorganik dan kimia organik. Pengujian kimia ini sangat penting untuk mengetahui apakah air di waduk tersebut baik atau tidak untuk dikonsumsi manusia. Parameternya antara lain oksigen terlarut (DO), pH, amonia, nitrat, nitrit, fosfor, kebutuhan oksigen biokimia (BOD), kebutuhan oksigen kimia (COD), dan lain-lain.

Menjaga Lingkungan Melalui Susur Sungai

Pengujian selanjutnya berdasarkan biologi yaitu terkait keberadaan populasi mikroorganisme air di dalamnya. Indikator untuk mengetahui apakah air di waduk tersebut baik atau tidak untuk digunakan didasarkan pada jumlah koloni bakteri fecal coliform.

Bakteri koliform merupakan mikroorganisme yang terdapat pada kotoran manusia dan hewan. Dengan demikian, keberadaan bakteri tersebut di dalam air akan menunjukkan kemungkinan adanya bakteri patogen lainnya.

Dalam pelaksanaan penanggulangan tersebut tentunya terdapat kendala yaitu kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa saja penyebab pencemaran air dan cara mengatasinya. Meski masih terdapat kendala dalam upaya mitigasinya, namun kita sebagai generasi penerus tidak boleh mengabaikannya begitu saja… Grameds dapat mengurangi pencemaran air dimulai dari usaha kecil-kecilan yaitu dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Bupati Kobar Sidak Ke Sungai Arut Yang Diduga Tercemar

Artajaya, I Wayan Eka, dan Ni Kadek Felyanita Purnama Putri. (2021). Faktor penyebab pencemaran air di Sungai Bindu. Jurnal Hukum Saraswati, Vol.03, No.02.

Rosmeilyana, R. (2021). TA: ANALISIS KUALITAS AIR DAN STRATEGI PENGENDALIAN PENCEMARAN SUNGAI CISANGAN KOTA CIMAHI (Disertasi Doktor Institut Teknologi Nasional Bandung).

EPerpus merupakan layanan perpustakaan digital modern yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk mempermudah pengelolaan perpustakaan digital Anda. Klien perpustakaan digital B2B kami meliputi sekolah, universitas, korporasi, dan tempat ibadah.” TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Sungai Cisadane diduga tercemar limbah yang dibuang dari pabrik pengolahan sampah plastik di kawasan Kavling Serpong, Tangsel. dibuang.

Air sungai yang berwarna kecoklatan bercampur cairan berwarna merah tua pada Sabtu (2/10/2021). Peristiwa itu direkam warga dan videonya viral di media sosial.

Air Sungai Denpasar Berwarna Merah Ternyata Akibat Limbah Sablon

Saat itu, warga yang berada di lokasi melihat cairan keluar dari pipa di pinggir sungai dan mencium bau tidak sedap yang cukup menyengat.

Pejabat pemerintah dan polisi segera melancarkan penyelidikan setelah kejadian tersebut viral dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Lokasinya berada di bawah perlintasan Kereta Api Serpong-Rangkas Bitung, tak jauh dari rumah pompa air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tangsel.

Salah satu warga berinisial G mengatakan, sumber cairan merah yang dibuang ke Sungai Cisadane berasal dari pabrik pengolahan sampah plastik.

Kali Wates, Sungai Di Perbatasan Riau Sumut Di Duga Tercemar Limbah

“Pabrik di sini juga tahu, pabrik daur ulang plastik. Mungkin dari sana. Ikan-ikannya juga jauh, tidak mabuk, hanya menjauh saja. Biasanya untuk

Pabrik pengolah sampah bernama G ini berdiri tepat di tepian Sungai Cisadane. Dari tempat itu terbentang sebuah pipa

Tanda cacar air akan sembuh, ciri air yang tercemar, gambar sungai yang tercemar, tanda tanda penyakit cacar air akan sembuh, sungai yang tercemar, air yang tercemar, sungai tercemar, gambar sungai tercemar, udara yang telah tercemar biasanya mengandung, tanda tanda hamil akan terlihat setelah berapa hari, tanda tanda air ketuban akan pecah, berapa lama suntik putih akan terlihat hasilnya