Salah Satu Pengaruh Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia Adalah – Islam di Indonesia merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduknya. Pengaruh Islam terhadap arsitektur di Indonesia sangat besar, hal ini terlihat dari bangunan-bangunannya, misalnya pada rumah adat Betawi dengan teras yang luas dan rumah yang besar. Teras dan balai merupakan peninggalan peradaban Islam di Indonesia pada masa itu dan sering digunakan sebagai tempat pertemuan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan ajaran Islam, seperti pengajian, pengajian, dll.

Banyak gagasan yang menjelaskan bagaimana proses masuknya Islam ke Indonesia, seperti teori Gujarat bahwa Islam masuk ke Indonesia dari India dan diperkirakan terjadi pada abad ke-12; setelah teori kedua, teori Arab, dimana Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 oleh para pedagang yang berasal dari Arab; kemudian ada teori Persia yang menjelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 M dan teori Cina yang menjelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-9 M.

Salah Satu Pengaruh Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia Adalah

Warisan suci arsitektur Islam di Indonesia adalah masjid yang terutama digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, selain itu masjid juga digunakan untuk kegiatan pendidikan dan pengembangan Islam. Masjid ini memiliki perspektif Islam dan Timur Tengah. Perkembangan masjid sendiri dipengaruhi oleh tiga budaya, yaitu budaya Romawi, budaya Persia, dan budaya Arab Jahiliyah.

Perempuan Dan Islam Nusantara: Reclaiming Her Story

Kebudayaan Romawi berkembang sekitar tahun 142 SM sampai 550 M, arsitektur bangsa Romawi adalah arsitektur Yunani yang mampu memperbaharui dan berkembang. Bangsa Romawi mengagumi arsitektur Yunani dan beberapa ciri arsitektur Yunani yang mereka adopsi dan bangun kembali. Berakhirnya kebudayaan Romawi, disusul dengan kebudayaan baru yang muncul sekitar tahun 550 M sampai 1453 M, yaitu kebudayaan Bizantium dengan pusatnya di Konstantinopel. Selain itu, telah banyak dibangun patung yang berupa gereja berkubah, salah satunya adalah Hagia Sophia di Istanbul, Turki.

Budaya Persia dimulai dengan budaya Mesopotamia, Babilonia, Asiria, dan Sassanid. Orang Persia kuno menyembah api sehingga di setiap tempat ibadah selalu ada api. Salah satu warisan budaya Persia adalah reruntuhan istana di Babilonia. Kebudayaan persia dan kebudayaan romawi selalu bersaing sehingga pada tahun 541 sampai 561 terjadi perang besar yang berakhir damai yang membuat bangsa romawi harus membayar pajak setiap tahunnya, namun persaingan terus berlanjut dan hal ini membuat kebudayaan persia dan Roma. .

Baca Juga  Sebutkan Contoh Cara Membuat Api

Budaya Arab Jahiliyah, pada masa ini bangsa Arab terbagi menjadi beberapa kelompok dimana satu kelompok saling berkompetisi. Hijaz, salah satu wilayah Arab, merupakan wilayah berdaulat yang belum merdeka dari Kerajaan Persia maupun Kerajaan Romawi dan tempat ini juga merupakan tempat rumah suci agama Islam. Saya percaya, Ka’bah.

Perkembangan pertama budaya dan arsitektur Islam terjadi selama proses Islamisasi, dan sebelum Islam masuk ke Indonesia, agama Hindu, Buddha, dan agama lokal, Kapitayan, tertanam dalam budaya Jawa. Karena perdagangan yang terjadi antara bangsa Arab, Cina, Champa, India dan Persia mempengaruhi perubahan budaya. Contoh masjid tertua di wilayah Jawa adalah Masjid Demak yang dibangun pada tahun 1479 dan Masjid Cirebon yang dibangun pada tahun 1500-an.

Sejarah Dan Peradaban Islam Iain Syekh Nurjati Cirebon (fariz)

Di Masjid Demak, balkonnya terbuat dari kayu berukir dengan gaya Jawa. Pemakaian makara dapat dilihat dari depan. Di Masjid Cirebon juga terdapat penggunaan makara yang berbentuk di puncak gapura. Di permukaan pohon terdapat pahatan flora dan dedaunan. Permata juga ditemukan pada tiang dan pilar yang menopang pembangunan masjid. Miḥrāb Masjid Demak sisa menunjukkan pola matahari Majapahit, sedangkan Masjid Cirebon, sisanya dibatasi oleh dua kolom dengan bentuk teratai di atasnya yang kemudian dipadukan dengan motif geometris. Ada juga medali batu berukir di antara dua kolom. Lalu ada patung teratai tiga dimensi yang tergantung di sisa langit-langit. Di balik pintu Masjid Demak terdapat hiasan daun-daunan dan terdapat perahu yang datang dari Champa. Di Masjid Cirebon, teratai adalah hiasan yang menghiasi pintu masjid dan sisi kiri dan kanan pintu dihiasi dengan motif geometris.

Ornamen masjid tua merupakan perpaduan antara budaya yang ada, yaitu Hindu-Buddha dan Islam. Banyak hiasan dan simbol budaya sebelum Islam masuk ke Indonesia di masjid-masjid, seperti makara berupa kala dan kuncup teratai. Seperti masjid sebelumnya, Masjid Demak menjadi contoh masjid lain di pulau ini hingga abad ke-19.

Contoh akulturasi budaya Islam dengan budaya lain adalah masjid yang terletak di Jalan Tamblong nomor 27 Bandung yaitu Masjid Lautze 2 atau yang sering disebut Masjid Tionghoa yang dibangun oleh Haji Karim Oey pada tahun 1997. berukuran 7 x 6 meter dan menyerupai candi. Eksterior dan interior didominasi warna merah. Ornamen kubahnya terbuat dari kayu dan juga menggunakan warna merah serta terdapat list nama masjid yang menunjuk pada pintunya, hal ini menunjukkan bahwa bangunan ini adalah sebuah masjid. Masjid ini dibangun menyerupai kelenteng dengan maksud agar masyarakat Tionghoa yang beragama Islam dapat merasakan suasana masjid tersebut. Nama masjid ini diambil dari sebuah jalan di Jakarta yaitu Lautze yang kemudian menjadi lokasi Lautze 1. Dinding depan masjid ini dihiasi dengan ornamen kuning dan merah, kemudian terdapat gapura besar berwarna merah seperti dan pintu masuk . pintu masjid.

Baca Juga  Berikan Contoh Penggunaan Teknologi Yang Membantu Kesejahteraan Manusia Saat Ini

Kubah merupakan salah satu ciri arsitektur Islam. Penggunaan kubah pada masjid-masjid di Indonesia dimulai pada abad ke-20 akibat pengaruh budaya Timur Tengah dan India. Kubah sendiri merupakan bagian dari bangunan yang merupakan hasil akulturasi arsitektur Islam dengan Barat oleh seni arsitektur Bizantium. Karena kubah memiliki peran penting dalam arsitektur masjid, Masjid Lautze juga memiliki kubah berwarna merah yang merupakan perpaduan budaya Arab, dimana kubah kayu berbentuk kubah merupakan simbol yang mewakili universalitas Islam.

Bab 4 Pengaruh Agama Dan Kebudayaan Islam

Beralih ke sisi lain, yaitu Barat. Masjid ini juga menunjukkan tradisi Islam dimana arahnya menghadap Masjidil Haram, Mekkah.

Balkon, dan ornamen-ornamennya bertuliskan huruf Arab berwarna merah yang terbuat dari kayu, hal ini menunjukkan adanya unsur budaya Arab, meskipun mesjid ini memiliki kelenteng seperti kelenteng dan memiliki ciri khas budaya Tionghoa; setelah pintu masjid, terdapat ornamen Tionghoa yang terlihat seperti motif bata merah dan kuning yang terbuat dari kayu; Selain itu, juga terdapat ornamen Surat Al-Ikhlas yang tertulis di pakai

; kemudian, warna merah yang banyak dijumpai pada arsitektur Tionghoa juga terdapat pada masjid ini yang didominasi warna merah, hal ini menunjukkan bahwa akulturasi budaya Tionghoa bukanlah simbol agama; Terakhir, penggunaan produk kayu pada masjid, seperti pada elemen penyangga dan dekoratif, yang menunjukkan ciri khas arsitektur Tionghoa Bukti sejarah Islam yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13, salah satunya dengan ditemukannya beberapa karya sufi di antaranya. abad Selain itu, dalam buku Intisari SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) karya Siti Wahidoh disebutkan bahwa sebagian besar orientalis atau sarjana Islam Barat beranggapan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad VII dan XIII Masehi.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa peristiwa ini baru pertama kali terjadi pada abad pertama Hijriyah. Yaitu ketika para pedagang Sufi Muslim Arab masuk ke Cina melalui jalur laut barat. Ini disimpulkan dari manuskrip Cina dari Dinasti Tang.

Baca Juga  Kegunaan Pilihan Blank Presentasi Pada Pembuatan Presentasi Adalah

Teori Masuknya Islam Ke Indonesia Lengkap

Gagasan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 mengacu pada runtuhnya dinasti Abbasiyah di Bagdad pada tahun 1258, dilaporkan oleh Marcopolo pada tahun 1292, dan diceritakan oleh Ibnu Battuta pada tahun 1354.

Belakangan, bukti fisik dari hal tersebut adalah makam Sultan Malik as Saleh di Samudra Pasai pada tahun 1297. Dengan kata lain, masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-13 ditunjukkan dengan adanya hutan-hutan Kerajaan Samudra Pasai di Sumatera.

Selain itu, ada tiga teori tentang kedatangan Islam di Indonesia. Hal tersebut disebutkan dalam buku Sejarah Indonesia, Migrasi Islam ke Kolonialisme, yang ditulis oleh Akhmad Fakhri Hutauruk, sebagai berikut:

Teori Gujarat menjelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia atau Nusantara pada abad ke-13 melalui pedagang muslim India. Teori ini berasal dari Pijnappel dari Universitas Leiden. Dia mengatakan bahwa asal usul Islam adalah Gujarat dan Malabar.

Mongol Dan Jalan Kebangkitan Islam

Teori ini juga disebutkan oleh Snouck Hurgronje dalam L’arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Historie des Religius. Dijelaskannya, hubungan dagang antara Nusantara dan India sudah berlangsung lama. Tulisan paling awal tentang Islam yang ditemukan di Sumatera juga menggambarkan hubungan antara Sumatera dan Gujarat.

Moquette juga mendukung teori Gujarat, karena Islam di Indonesia berasal dari Gujarat. Fondasinya adalah makam Pasai, Sumatera Utara pada tahun 1428 Masehi.

Makam tersebut mirip dengan Maulana Malik Ibrahim di Jawa Timur. Mirip dengan gambar sebuah makam di Cambay, Gujarat, India.

Konsep Mekkah pertama kali dipresentasikan oleh Hamka dalam Acara Tahunan PTAIN ke-8 di Yogyakarta. Dia memperkenalkan ini sebagai koreksi terhadap teori Gujarati.

Islam Nusantara: Kritik Diri

Teori Hamka menjelaskan bahwa Arab Saudi memiliki peran besar dalam masuknya Islam ke Indonesia. Sebab, menurut dia, bangsa Arablah yang pertama kali membawa Islam ke Nusantara, disusul Persia dan Gujarat. Namun dijelaskan bahwa masuknya Islam adalah sebelum abad ke-13 Masehi, yaitu tahun 7 Masehi atau abad pertama Hijriyah.

Alasan yang dijelaskan di bawah ini adalah bahwa setelah wafatnya Muhammad SAW pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam berada di tangan khalifah. Dengan kepemimpinan ini, Islam menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol.

Pada masa Dinasti Bani Umayyah, ekspansi terus berlanjut hingga ke Nusantara. Gagasan sejarawan Thomas W. Arnold (dalam Morrison 1951) bahwa, pemikiran para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika

Salah satu peran indonesia dalam pbb adalah, pengaruh kebudayaan asing di indonesia, pengaruh kebudayaan dongson di indonesia, agama islam adalah, pengaruh kebudayaan india di indonesia, pengaruh agama terhadap kebudayaan, agama dan kebudayaan, hubungan agama dan kebudayaan, salah satu asas perjuangan perhimpunan indonesia adalah, salah satu tujuan jepang menguasai indonesia adalah, salah satu masalah ketenagakerjaan di indonesia adalah, pengaruh agama budha di indonesia